Tafsir Baju Putih-Hitam Para Calon Menteri Jokowi

mahfud md wishnutama nadiem makariem calon menteri jokowi kabinet kerja II pengumuman kabinet baru jokowi

mahfud md wishnutama nadiem makariem calon menteri jokowi kabinet kerja II pengumuman kabinet baru jokowi

MOJOK.CODari Mahfud MD atau Wishnutama, tokoh-tokoh yang diundang Jokowi untuk menjadi calon menteri hari ini hampir semuanya mengenakan setelan putih hitam. Hm, dapaniya?

Tokoh-tokoh nasional satu demi satu memasuki Istana Merdeka, Jakarta, pada hari ini (20/10). Dari Mahfud MD, Erick Thohir, sampai Wishnutama. Tokoh-tokoh ini disinyalir merupakan calon terkuat yang mengisi pos menteri Kabinet Kerja Jilid 2 Presiden Jokowi.

Sebelumnya, beredar informasi kalau nama-nama menteri Presiden Jokowi rencananya akan diumumkan hari ini, Senin (21/10), ternyata Mahfud MD langsung menganulir info tersebut.

Seusai menjadi salah satu tokoh yang diundang oleh Presiden Jokowi, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan bahwa pengumuman nama menteri bukan hari Senin.

“Hari Rabu pukul 07.00 diundang di sini untuk diperkenalkan semua kepada Anda,” kata Mahfud MD.

Salah satu pemandangan unik dari diundangnya para tokoh oleh Presiden Jokowi ke Istana adalah hampir semuanya mengenakan baju setelan atasan kemeja putih dan bawahan hitam. Seperti seragam gitu. Hm, dapaniya?

Mungkin setelan itu jadi dresscode yang diminta oleh pihak istana sih, tapi yang jelas penampilan ini menjadi fokus yang menarik. Meski ada juga tokoh yang tidak mengenakan dresscode tersebut. Kayak Tito Karnavian, Kapolri, misalnya. Blio tetap memakai baju kebesaran Polisi.

Melihat hal itu, terutama karena sebagian besar tokoh yang mengenakan atasan putih bawahan hitam, kami mencoba menafsirkan soal pemilihan dresscode tersebut yang sebenarnya sangat lekat dengan…

…petugas SPBU yang lagi training

Kalau kamu ngisi bensin di SPBU, cukup jamak terlihat di antara para petugas yang pakai seragam merah atau hijau, ada juga petugas yang memakai setelan atasan putih bawahan hitam.

Oke sebelum pikiranmu melayang ke mana-mana, tentu saja tokoh-tokoh yang dipanggil tidak bakal jadi petugas SPBU, apalagi mau training jadi petugas SPUB. Yang jelas, setelan atasan putih bawahan hitam itu cukup jamak dikenali sebagai seragam “calon” pegawai.

Tak cuma untuk calon-calon pegawai, bahkan saat ospek, ada juga beberapa kampus yang meminta mahasiswa barunya mengenakan seragam atasan putih bawahan hitam. Artinya setelan ini memang setelan yang memberi kesan sedang berada di fase “antara”.

Fase antara, dari seorang warga biasa menjadi pejabat negara. Eh.

….petugas sinoman

Secara umum menteri adalah jabatan yang tugasnya membantu Presiden dalam menjalankan program pemerintahan. Artinya, seorang menteri harus “melayani” presiden dalam hal mengerjakan rencana presiden susai dengan bidang kementerian yang spesifik.

Masalahnya, tokoh-tokoh yang dipanggil ini punya setelan yang mirip banget kayak petugas sinoman alias petugas pelayan tamu saat pernikahan. Putih hitam, rapi, dan seragam.

Nah, sama seperti petugas sinoman yang identik juga dengan seragam atasan putih bawahan hitam (meski yah, belakangan sudah mulai ada sih petugas sinoman yang pakai seragam batik), para tokoh ini juga bisa jadi disiapkan untuk jadi “petugas sinoman”.

Bukan untuk melayani Jokowi, tapi untuk melayani seluruh rakyat Indonesia. Ceilah, bahasanya politisi banget dah.

…mahasiswa sidang skripsi

Hampir setiap mahasiswa yang pernah menjalani sidang skripsi pasti pernah merasakan “dipaksa” memakai baju putih dan bawahan hitam oleh pihak kampus. Selain dipakai saat ospek, pemakaian seragam ini juga biasanya untuk sidang skripsi. Nah, di posisi inilah status si mahasiswa sebenarnya sudah lulus kuliah secara de facto.

Pemandangan ini juga terlihat dari para tokoh yang diundang oleh Presiden Jokowi. Meski belum bisa dipastikan mereka ini akan jadi menteri (karena belum ada SK menterinya), tapi hampir bisa dipastikan mereka “lulus” menjadi sosok yang bakal mengisi pos menteri Presiden Jokowi. Udah secara de facto gitu, tapi belum secara de jure.

Bisa saja di dalam Istana, Presiden memberi pertanyaan-pertanyaan bak seorang dosen penguji skripsi ke beberapa tokoh yang diundang. Jadi situasinya benar-benar kayak ujian begitu. Jika ada yang berbeda mungkin soal bisik-bisik agar jangan bocorin ke media posisi menterinya apa.

Jadi bayangin kalau misalnya Whisnutama lagi ada di hadapan Presiden Jokowi.

“Ma, Tama.”

“Iya, Pak.”

“Kenapa sih dulu waktu pembukaan Asian Games 2018, harus ada adegan saya naik sepeda motor jumping gitu?”

“Ee.. anu… anu, Pak. Gini… e…”

“Sebentar, ini Wishnutama kan? Bukan Andre Tama?”


BACA JUGA Pembukaan Asian Games 2018 dan Tradisi The Art of Kepepet atau artikel Ahmad Khadafi lainnya.

Exit mobile version