Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Dari Bingkisan Makanan hingga Undangan Nikah: Kisah Tukang Parkir Warung Kopi di Jogja yang Selalu Ramah kepada Pelanggan

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
6 Agustus 2024
A A
Kisah Tukang Parkir di Jogja yang Menjadi Favorit Semua Orang MOJOK.CO

Ilustrasi Kisah Tukang Parkir di Jogja yang Menjadi Favorit Semua Orang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari orang dapur lalu jadi tukang parkir

Sudah menjadi rahasia umum bahwa warung kopi di Jogja yang menggunakan menu kopassus atau kotangsu, pasti pramusajinya berasal dari Madura. Bahkan, mulai dari dapur, kasir, hingga tukang parkir, semuanya dari Madura. 

Ubay adalah salah satu dari sekian warga Madura di Jogja yang bekerja di warung kopi tersebut. Dia diajak hijrah ke Jogja oleh sepupunya pada 2018. Seingat Ubay, dia langsung bekerja untuk Kobessah I. 

Mulanya, penempatannya bukan sebagai tukang parkir, melainkan dapur. Pengelolaan di dapur lebih tepatnya. Namun, seiring bertambahnya pegawai, dia pindah ke tempat parkir. 

Ubay menolak dengan halus kalau ada yang menyebutnya “koordinator” tukang parkir. Menurutnya, semua ya sama. Bertugas sesuai fungsinya, yaitu mengelola kendaraan yang hendak ngopi di Kobessah I. 

“Kalau ada yang sakit, tinggal gantian saja,” katanya saat ditanya bagaimana pengaturan jam kerja. 

Yang unik, menurutnya, dia sering disapa orang saat di jalan. Entah berhenti di lampu merah atau papasan. Dia terkadang suka bingung mengapa banyak orang memanggilnya di jalan. Dia merasa dirinya hanya tukang parkir. 

“Saya itu suka bingung, bahkan sungkan. Sering disapa, eh sayanya nggak ngeh kalau disapa. Saya ini juga siapa kok sering disapa,” Ujar Ubay dengan nada merendah. 

Menurut Ubay, yang paling penting adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Kalau pelanggan senang, semuanya ikut senang. 

Lalu, ketika saya bertanya adakah trauma atau kesal saat mengatur tata letak kendaraan di Kobessah I, dia menjawab cukup diplomatis. 

“Kesal itu pasti ada, namanya juga manusia. Tapi kalau saya kesal, apa gunanya. Toh karakter pelanggan, pasti beda-beda. Ada yang diberi tahu jangan dikunci stang, malah dikunci stang. Tapi, yaudah nggak papa. Namanya manusia,” jawab Ubay. 

“Kalau hujan, gimana, Mas? Ambil seluruh helm dan ditaruh di ruang teduh?” tanya saya. 

“Tergantung, Mas. Kalau pelanggannya pas kebetulan tidak ramai, iya. Tapi kalau pelanggan pas ramai-ramainya kayak sekarang, biasanya saya membenahi posisi helm yang penting jangan sampai bagian dalam helm kena air hujan,” jawab Ubay lagi. 

Tukang Parkir adalah salah satu kunci warung kopi di Jogja

Kobessah, sama seperti Mato, tidak menarik biaya parkir. Dan saya suka akan hal itu. Barangkali, ada banyak orang yang seperti saya, yang suka kalau tak ada biaya parkir saat berkunjung ke warung kopi di Jogja. 

Akan tetapi, sebenarnya tidak apa-apa juga ada tukang parkir selama mereka bertugas sesuai fungsinya. Kalau mereka nggak menjalankan amanah tersebut, nah itu lain ceritanya. 

Iklan

Sebagai orang yang suka selo mengamati tingkah laku manusia, menurut saya, Ubay menjadi dari sedikit dari sekian manusia yang tulus menjaga warung kopi di Jogja sebagai tukang parkir. 

Dan saya pikir, orang-orang seperti Ubay yang menjadi sosok yang melekat dalam benak pengunjung. Juga identitasnya: Ubay Kobessah I

Penulis: Moddie Alvianto W

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mato Kopi, Juru Kunci Warung, dan Alasannya Memilih Tak Menarik Biaya Parkir dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2024 oleh

Tags: Jogjakobessahkobessah 1matoubay kobessahwarung kopiwarung kopi jogja
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.