Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Membaca Buku Fisika Semudah Buku Cerita

Puthut EA oleh Puthut EA
20 Maret 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kelas Fisika. Sudah tentu saya tidak menyukai bahkan mungkin membenci matematika dan fisika, sekalipun dulu saya berada di kelas fisika saat SMA. Tapi saya tahu, kedua ilmu ini punya kilau yang memikat, dan penting, jika dijabarkan dengan baik. Atau tak perlu seperti itu, bagi sebagian orang yang terpana dengan keindahan angka serta bagaimana angka-angka itu bekerja.

Beberapa hari lalu, seperti biasa, saya mengantar Kali ke toko buku. Sementara bocah yang hampir genap berusia enam tahun itu tenggelam dalam ratusan judul buku yang memukaunya, saya asyik berpindah dari rak satu ke rak yang lain. Hingga kemudian saya mengambil buku tipis ini. Buku yang hanya setebal 70 halaman, dan kelak ketika sampai rumah saya tahu betapa susahnya membuka plastik buku tipis.

Iklan

Carlo Rovelli menerbitkan karyanya ini 4 tahun lalu dalam bahasa ibunya, bahasa Italia, dengan judul yang tenang: ‘Sette brevi lezione di fisica’. Dan langsung menjadi salah satu buku terlaris di Italia. Setahun kemudian, versi bahasa Inggris buku ini terbit, dan langsung menjadi salah satu buku terlaris di Britania Raya. Tiga tahun kemudian, tahun 2018, buku ini terbit di Indonesia, diterbitkan oleh Gramedia dengan judul: ‘Tujuh Pelajaran Singkat Fisika’. Saya kurang tahu apakah akan menjadi buku laris atau tidak.

Bagi seorang pembenci angka-angka dan fisika seperti saya, buku ini menakjubkan. Saya hanya butuh waktu kurang dari 2 jam untuk melumat karya salah seorang pakar fisika teoritikus dari Italia ini, nyaris tanpa kesulitan. Lewat tangan Rovelli, saya jadi sadar: ada ilmu yang menatap kehidupan tidak dengan muka murung. Kehidupan ditatap dengan mata kanak-kanak yang terbuka dan terpana. Dan dengan sikap mental seperti itulah, relativitas umum, mekanika kuantum, gravitasi, lubang hitam, dan ratusan sub-tema lain, digerakkan serta tumbuh di dunia ini.

Menurut saya, buku ini bukan hanya mudah dibaca dan dimengerti, tapi tidak berupaya keras untuk menyederhanakan atau meringkas. Dengan begitu, pesona teori-teori fisika tak hendak diringkus dan didinginkan. Saya kira pada titik inilah, kekuatan Rovelli. Magnet dari sains adalah sikap ingin tahu manusia sekaligus rasa takjub. Tapi begitu dia ingin tahu, tiba-tiba sekian rumus dan pengertian dijejalkan begitu saja. Hasrat ingin tahu dan rasa takjub itu kemudian membentur tembok angkuhnya rumus-rumus. Perjalanan yang mestinya penuh dengan citarasa petualangan alam pikir dan imajinasi, tiba-tiba harus mengikuti kaidah yang baku dan beku.

Saya kira, di sanalah mungkin, anak-anak muda atau setidaknya saya, tak lagi suka pada angka. Tentu itu bukan salah angka. Mungkin itu persoalan filosofi pengajaran, penyusunan silabus, dan metode ajar.

Sebetulnya hal ini mirip betapa banyak anak Indonesia yang suka membaca buku cerita. Suka didongengi, dan suka mendongengi. Tapi mendadak gairah itu seakan lenyap justru ketika bertemu dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran mengarang. Ini aneh sekali.

Kembali ke soal Rovelli. Dan pada buku ini, saya menemukan sekali lagi, membaca fisika semudah membaca buku cerita. Sederhana. Mudah dimengerti. Tapi tetap mampu menjaga pesona ilmu ini.

Buku tipis ini membuat saya berpikir, jika sebagian besar orang yang sudah menganggap selesai dengan dunia pencarian uang lalu lari ke sejarah dan spiritualitas, mungkin perlu ada 6 atau 7 orang yang akan memasak bersama lalu membicarakan dengan hangat, rasa jatuh hati mereka kepada fisika sebagaimana puber kedua. Sebuah kehidupan yang ditatap tidak dengan doa dan dosa.

 

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2018 oleh

Tags: Buku FisikaCarlo Rovellisejarah
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO
Esai

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO
Bidikan

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
Mohammad Hatta : Mudur dari Kursi Wapres Bukan Karena Kalah
Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.