Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

7 Jenis Relawan Politik di Indonesia Menjelang Pilpres

Puthut EA oleh Puthut EA
8 November 2018
A A
kepala suku
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada berbagai jenis relawan politik menjelang sebuah pemilihan umum, terutama pilpres. Berikut ini 7 relawan politik di Indonesia yang jamak terlihat.

Relawan dalam hajatan politik elektoral, terutama pilpres jamak terjadi. Mesin relawan politik dianggap lebih mudah masuk ke masyarakat secara langsung karena tanpa embel-embel partai politik. Lebih mudah dibanding mesin partai.

Tapi, relawan tak pernah bisa seragam. Ada banyak motif seseorang memutuskan menjadi relawan politik. Berdasarkan motif itulah, setidaknya ada 7 kategori relawan politik.

1. Relawan Naif

Relawan ini biasanya punya keterikatan emosi yang kuat dengan jagoan atau calon yang diusungnya. Mereka tidak peduli program politik dan sejenisnya. Apa pun yang dilakukan jagoannya, pasti dianggap benar atau dicari pembenarannya. Dan apa saja yang dilakukan lawan politiknya, harus dianggap salah.

2. Relawan Kritis

Relawan politik yang berupaya memasukkan agenda-agenda untuk kepentingan publik dalam program politik calon yang didukungnya. Relawan seperti ini biasanya agak terisolasi dalam gelombang besar relawan.

3. Relawan Berbayar

Relawan yang bekerja karena tahu dirinya bakal dapat keuntungan pribadi, entah dibayar tunai saat ini maupun kelak, jika calonnya menang. Relawan berbayar ini punya kecenderungan membuat situasi seperti atau seolah-olah selalu genting: lawan kuat, posisi mau kalah, lawan makin menanjak, dan lain-lain.

Itu semua dibikin agar ada anggaran yang bisa diturunkan. Kalau kondisi damai, adem, atau posisi kemenangan begitu besar dan jelas, tentu tidak mereka sukai. Sebab itu berarti tak ada uang mengucur ke rekening mereka.

4. Relawan Ikhlas

Relawan politik yang memilih membantu, bahkan bukan hanya tenaga melainkan harta. Biasanya didasarkan atas rasa suka. Mereka biasanya juga tidak terlalu mencolok dan terlihat heroik. Tapi relawan seperti ini yang justru bekerja dengan baik. Sebab dorongannya adalah rasa suka.

5. Relawan Ganda

Percaya atau tidak, banyak jenis relawan seperti ini. Relawan yang main dua kaki. Kaki kanan menancap ke jagoannya, kaki kiri diletakkan di musuhnya. Biasanya motifnya untuk memperbesar keuntungan pribadi. Bagi mereka, tidak ada istilah kalah, yang ada hanya menang. Kalah di sini, berarti menang di sana.

6. Relawan Politik Akar Rumput

Relawan jenis ini tak banyak tingkah. Mereka biasanya di lapis paling bawah. Mereka yang sibuk bekerja di lapisan bawah. Isinya menerima instruksi dari atas. Mereka biasanya ada di kampung-kampung, memasang atribut, mengondisikan pertemuan warga, mendistribusikan sembako atau uang ke warga.

7. Relawan Hore

Relawan politik hore atau relawan “waton keplok” atau sebutan lainnya massa cair, adalah relawan yang hanya berfungsi untuk membikin ramai kampanye. Biar terkesan meriah. Bagi relawan seperti ini, kalah atau menang calonnya tak begitu menjadi persoalan. Bagi mereka, yang penting datang, ada atribut kampanye, uang transportasi, konsumsi, dan tentu saja ada amplop.

Kamu termasuk relawan yang mana?

Terakhir diperbarui pada 8 November 2018 oleh

Tags: kepala sukuPilpres 2019relawan politik
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan
Video

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera
Video

Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera

4 Oktober 2024
ratna sarumpaet
Kotak Suara

Lama Tak Terdengar, Ratna Sarumpaet Luncurkan Buku dan Bongkar Liarnya Dunia Politik

19 Februari 2023
ilustrasi Kita Boleh Menyerah Kalah uthut EA mojok motivasi kesuksesan kegagalan keberhasilan kita boleh menyerah
Kepala Suku

Mari Berbisnis Buku Bajakan: Cara Cepat Jadi Kaya, Tanpa Risiko, dan Dipuja Banyak Orang

27 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.