Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Waini

Walau Berbeda-beda Usia, tapi Tetap Cinta Jua

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
7 Juli 2017
A A
nikah mojok

nikah mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kehidupan dan cinta jika dilihat dari jarak jauh tampak datar dan bersifat ritual. Dalam bahasa penyair Chairil Anwar, “Kau kawin, beranak dan berbahagia.” Tapi, lihatlah dari dekat, detail-detail kisah keseharian manusia justru kerap membuat terpana.

Ambil contoh candaan milenial “Jangan-jangan kamu jomblo karena jodohmu belum lahir”. Daripada sebagai sebuah ramalan, candaan begini lebih dimaksudkan sebagai hinaan pedih lahir batin buat para jomblo yang meski usia tembus 25, mantan belum kunjung punya.

Iklan

Mirip candaan itu, Pidi Baiq pernah membuat lagu berjudul “Cinta Kandas Beda Usia” yang makin menggarami luka hati para jomblo. Dari judulnya, sudah bisa ditebak isi lagu ini.

Sayang engkau masih di TK

Sedang aku S2

Sudut pandang kita berbeda

Usia kita jelas tak sama

Cinta kandas karena usia

Mengapa kita berjumpa

Selamat tinggal kekasihku

Tak mungkin ku menunggumu

Kelak engkau tambah usia

Sedang aku semakin tua

Mungkinkah kau akan terima

Sedang aku si tua bangka

Separuh dari tahun 2017 yang telah berjalan membuktikan candaan itu telah kehilangan elemen candaannya dan dunia ini tak sepesimis lagu Haji Pidi. Empat kisah ini membuktikannya.

Pernikahan Selamat dan Rohaya

Kisah ini baru lima hari lalu terjadi. Selamat (16 tahun) menikahi Rohaya (ada yang menyebut berusia 71 tahun, ada yang menyebut 67 tahun) di Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatra Selatan. Menurut cerita kepala desa setempat, keduanya sempat mengancam akan bunuh diri jika tidak diizinkan menikah.

Iklan

Bersatunya generasi telegram dan generasi Facebook ini bermula sejak tiga tahun lalu, kemudian menguat ketika Selamat kena malaria empat atau lima bulan lalu. Karena sakit yang dideritanya, pemuda broken home ini pindah dari kediamannya di rumah orang tua angkatnya ke rumah Rohaya—dengan sebab yang tidak jelas.

Cinta beda usia sih tidak jadi soal, yang jadi masalah Selamat masih terhitung di bawah umur menurut UU Perkawinan yang mensyaratkan pengantin pria minimal berusia 19 tahun. Masalah umur ini yang membuat keduanya menikah siri: pernikahan pertama untuk Selamat, ketiga untuk Rohaya.

Pernikahan Rokim dan Tampi

Kisah serupa terjadi di Madiun, 15 Maret 2017. Rokim (ada yang menulis Rokhim), 24 tahun, menikahi Tampi, 67 tahun. Kedekatan keduanya bermula dari kebiasaan Rokim pijat di tempat Tampi, yang memang tukang pijat, sejak delapan tahun lalu. Rokim yang belum pernah pacaran ini kemudian jatuh cinta pada janda Tampi.

Sebelum berhasil melaksanakan akad, Rokim sempat mengancam akan menabrakkan diri ke kereta api jika keinginannya meminang Tampi dihalang-halangi. Astaga, mz.

Pernikahan Sofian dan Martha

Kisah lebih dahsyat terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara. Gara-gara telepon nyasar, Sofian Lohodandel (atau Sofyan, 28 tahun) jadi ketagihan ngobrol via telepon dengan Martha Potu (82 tahun). Ketika akhirnya kopdar, Sofian yang seumur-umur belum pernah pacaran sempat kaget Martha setua itu—lebih tua dari ibu Sofian yang baru 60 tahun. Tapi, malaikat juga tahu, cinta mereka yang jadi juaranya.

Sayangnya, setelah menikah 18 Februari lalu, pasangan yang saling panggil mami papi ini masih harus menjadi sorotan media. Pasalnya, dua bulan kemudian Sofian ditikam seseorang yang mengolok-oloknya karena menikah dengan oma-oma. Ini siapa yang ngejek, siapa yang nikam coba.

Pernikahan Irfan dan Rubiyem

Sebenarnya kisah nikah beda usia pernah pula terjadi pada Oktober 2013. Di Yogyakarta, Irfan (27 tahun) mengawini Rubiyem (53 tahun) pada perhelatan nikah massal. Keduanya bertemu enam tahun sebelumnya kala sama-sama kursus sebagai tukang pijat. Ketika ditanya wartawan, Irfan yang tunanetra mengaku ingin segera punya momongan. “Ya nanti pengin cepet pijat-pijatan,” ucapnya sambil tertawa ketika ditanya tentang rencana malam pertama.

Kisah-kisah cinta seperti tiga cerita di atas tentu mengundang tawa. Cuma, bakal lain soal jika pasangannya adalah kakek-kakek menikahi gadis, apalagi jika di bawah umur. Tidak mau tidak orang teringat kepada Sitti Nurbaja atau R.A. Kartini.

Yang jelas, pertama, selama tidak melanggar aturan batas umur, cinta beda generasi sah-sah saja. Ini yang ditulis Soe Hok Gie dalam puisi “Sebuah Tanya”: Kita begitu berbeda dalam semua. Kecuali dalam cinta.

Disclaimer: kalau kamu punya kisah atau foto tentang hal-hal unik sehari-hari yang sulit dipercaya tetapi benar-benar terjadi? Jangan ragu untuk mengirimkannya ke [email protected]. Satu cerita sepanjang 100 kata atau satu foto dengan caption pendek sudah cukup, lebih juga boleh, sepanjang masih karya sendiri. Btw, sebelum ngeklik “kirim” di email, tolong ketikkan “WAINI” di subject email-mu ya. Cerita atau foto dimuat akan diganjar honor yang lumayanlah buat beli paket data.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2017 oleh

Tags: cintacinta beda usiajomblomarthapernikahanrohayarokimselamatsofiantampi
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.