Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Berhenti Merokok Cara Gorontalo

Febriandy Abidin oleh Febriandy Abidin
12 Juli 2017
A A
merokok mojok

merokok mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berhenti Merokok

Atinggola adalah satu kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Kecamatan itu merupakan batas antara Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara. Oleh karena perbatasan, di sana terdapat pos DLLAJ yang memungut pajak dari kendaraan yang melintasi jalur tersebut.

Iklan

Di pos DLLAJ, ada seorang pegawai bernama Kolobi. Ia perokok superaktif. Setiap minggu ia harus pergi ke pasar untuk membeli rokok satu slop yang dia nikmati sendiri. Merek kesukaannya Gudang Garam Surya yang terkenal karena menendang keras di dada.

Pada suatu hari Kolobi memutuskan berhenti merokok karena merasa boros. Aktivitas membeli rokok satu slop di pasar ia ganti dengan membeli permen. Satu pak permen setiap minggu.

Dua bulan ia berhenti merokok. Suatu ketika, saat melihat temannya sedang merokok Surya, ia ingin menguji imannya. Ia mintalah satu batang Surya kepada si teman, dan dihabiskannya. Apalah daya, ternyata imannya goyah dan setelah mengisap sebatang Surya itu, ia kembali merokok rutin. Sejak itu, saban minggu ia harus membeli rokok satu slop dan permen satu pak.

Badan Tahan Hujan, Rokok Tidak

Selain menjadi penjaga pos DLLAJ, Kolobi bertani. Ia punya kebun tak jauh dari rumahnya. Jaraknya sepuluh menit saja dengan jalan kaki.

Jika Kolobi menjalani tugas di malam hari, paginya ia libur. Waktu libur itulah yang dimanfaatkannya untuk berkebun.

Mengenakan pakaian compang-camping ala petani, hari itu ia pergi ke kebun jagung. Membersihkan rerumputan dan menyemprot tanaman agar sehat. Namun, saat itu alam tak bersahabat. Hujan lebat turun sehingga Kolobi harus berlari ke pondok.

Di pondok ia bukannya mengambil baju hujan, melainkan selembar daun yang pohonnya tumbuh di samping pondok. Lebar daun itu setelapak tangan, ia manfaatkan untuk memayungi rokok yang terselip di bibirnya dengan satu tangan. Dengan rokoknya dipayungi daun itu, ia kembali membersihkan rerumputan dengan satu tangan.

 

Mandi Cara Begini Tak Bisa Sambil Berenang

Hujan berhenti dan hari telah sore. Kolobi kembali ke rumah untuk mengambil peralatan mandi. Ia kemudian menuju ke sungai di belakang rumahnya.

Baju dan celana ia lepaskan satu per satu. Sambil merokok, Kolobi melakukan aktivitas pelepasan pakaian. Jika tangan kanan beraktivitas, tangan kiri memegang rokok. Jika kedua tangan dipakai, rokok Surya ia jepitkan di bibir.

Kolobi menyisakan celana dalam lalu perlahan berjalan ke bagian sungai yang tak dalam airnya. Di posisi air sampai di pusar, berhentilah Kolobi.

Meski Kolobi telah mencapai sungai, ia tak kunjung melepas rokok yang masih setengah batang. Jika ia membasuh badan, salah satu tangan yang memegang rokok. Jika ia menggunakan sabun, rokok diselipkan di bibir. Begitu seterusnya hingga ia selesai mandi. Jika rokok habis, ditambah lagi. Terus menyala sampai ia kembali ke rumah.

 

Haram Ditambah Halal Sama dengan Halal

Iklan

Paginya Kolobi kembali menjaga pos DLLAJ. Ia dibantu dua rekannya. Sebagai penjaga paling senior, Kolobi tak lagi berdiri di jalan menunggu mobil lewat. Ia hanya duduk di pos saja.

Menjelang siang, ia meminta izin kepada dua rekannya untuk keluar sebentar karena ada satu urusan. Ia akan kembali saat pergantian piket jaga. Sebelum berlalu ada satu pesan yang ia titipkan kepada dua rekannya, “Uang pungutan dari mobil yang muat babi dan anjing dipisah dari mobil yang muat penumpang.”

Uang hasil pungutan pos itu memang dibagi dua, setengah untuk pemasukan daerah, setengah lainnya untuk dibagi kepada yang berjaga. Kolobi menganggap uang hasil pungutan dari mobil yang muat babi dan anjing haram baginya, karena itulah ia mengingatkan kedua rekannya dengan tegas.

Sore telah tiba, Kolobi sudah balik ke pos penjagaan. Sesampainya di sana, ia menanyakan uang hasil jaga.

“Uang dari mobil babi dan anjing ini, dari mobil penumpang itu,” ucap salah seorang rekannya sembari menunjukan letak uang.

Uang dari mobil penumpang hanya 20 ribu, hasil dari mobil babi dan anjing 200 ribu. Dengan keadaan seperti itu, tentu Kolobi akan mendapat hasil bagi yang minimalis.

“Hiii! Kalau begitu campur saja!” Kolobi mengatakan itu sambil mencampur uang itu segera.

 

Bapak Anak Sama Saja

Seminggu sebelum Idul Fitri, penduduk desa biasanya membersihkan rumah dan mengecat rumah. Begitu pula Kolobi.

Hari itu, saat sedang mengecat, seorang debt collector datang ke rumahnya. Tak lain dan tak bukan untuk menagih utang Kolobi yang sudah tiga bulan ditunggak. Permasalahannya (bagi si kolektor, bukan Kolobi), ini pertama kali dia akan menjumpai Kolobi. Sebelumnya, dia tak pernah tahu macam apa rupa si Kolobi.

Di muka rumah, si kolektor mengucap salam dan bertanya sopan.

“Permisi, Pak Kolobi adakah?”

Kolobi langsung pasang muka datar dan menjawab cepat, “Sedang tidak ada.” Tak jauh dari situ, anak Kolobi sedang bermain, agar lebih meyakinkan Kolobi bertanya kepada si anak.

“Bella, Papa di mana?”

“Papa sedang di luar.”

Kolektor itu pun meninggalkan rumah dengan tangan kosong.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2017 oleh

Tags: atinggolaberhenti merokokgorontaloGudang Garam Suryamerokok
Febriandy Abidin

Febriandy Abidin

Artikel Terkait

Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat.mojok.co

Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat

12 Februari 2024
 Pengalaman Saya Curhat ke Nomor Layanan Berhenti Merokok. MOJOK.CO

Pengalaman Saya Curhat ke Nomor Layanan Berhenti Merokok

24 Juni 2023
Benarkah Saya Membela Rokok dan Perokok? MOJOK.CO

Benarkah Saya Membela Perokok?

4 Oktober 2021
Merokok di kendaraan apalagi di jalan raya berisiko merugikan orang lain.

Misuhlah Pada Mereka yang Merokok di  Kendaraan

11 Juni 2021
5 Kebiasaan yang Sebetulnya Berbahaya MOJOK.CO

5 Kebiasaan Berbahaya tapi Kita Nggak Ambil Pusing Ketika Melakukannya

28 Mei 2020

Pneumonia alias Paru-Paru Basah: Sering Dikira Flu Nggak Sembuh-Sembuh

21 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.