Keuntungan Bisnis Habis Melulu Gara-gara Ketagihan Judi Bola

Ulama Kok Berteman dengan Pemabuk dan Pejudi? gus baha gus miek gus miftah

Ulama Kok Berteman dengan Pemabuk dan Pejudi? gus baha gus miek gus miftah

Tanya

Halo, Om Agus.

Salam kenal. Nama saya Tyo. Saya sekarang sedang punya masalah yang sangat serius, Mas. Siapa tahu dengan curhat ke Mas Agus, saya bisa mendapatkan solusi atas masalah ini.

Begini, Mas. Saya ini sekarang sedang getol-getolnya bikin semacam usaha jual beli iphone bekas. Berkat koneksi dan nebeng sama popularitas pacar saya, bisnis jual beli iphone ini sekarang berjalan cukup bagus. Gerai bisnis jual beli iphone saya ini sekarang bahkan cukup punya nama di daerah saya.

Namun, semakin besar usaha yang saya rintis, keuntungan yang saya dapatkan dari bisnis tersebut selalu saja menguap karena satu hal: judi bola.

Dua bulan saya memulai usaha ini, dua bulan pula keuntungan dari bisnis tersebut melayang. Saya sempat berhenti berjudi bola saat banyak liga menghentikan pertandingan saat pandemi, namun begitu mulai banyak pertandingan dimulai lagi, judi jalan lagi. Ini memang penyakit kambuhan saya.

Jujur, saya sebenarnya punya semacam penyesalan atas apa yang saya lakukan. Sudah tahu kalau judi itu ujung-ujungnya bakal merugi, tapi selalu saja terus saya ulangi. Padahal seandainya keuntungan bisnis jual beli iphone itu saya gunakan dengan baik, pastilah itu akan jauh lebih bermanfaat ketimbang jatuh sia-sia ke tangan bandar.

Nah, Apakah Mas Agus punya solusi atau semacam saran bagi permasalahan saya ini?

Salam, Tyo.

Jawab

Dear, Tyo. Silakan berjudi, monggo saja. Wong ya sejatinya seluruh yang ada di dunia adalah perjudian belaka. Hidup ini juga sebuah perjudian. Bahkan, pacarmu yang populer itu ternyata mau pacaran sama kamu saja itu sudah merupakan perjudian besar, perjudian yang sebenarnya ia rugi besar tapi tetap ia lakukan.

Tapi mbok ya kalau berjudi itu jangan goblok-goblok amat.

Begini. Sedari awal kan Kamu sudah tahu kalau dalam pengalaman perjudianmu, kamu hampir selalu kalah dan ujung-ujungnya merugi, dari situ saja sebenarnya sudah ada pijakan sikap yang seharusnya kamu ambil.

Dari dulu, prinsip perjudian itu selalu sama, menang ketagihan, kalah penasaran. Dan sialnya, orang-orang baik ketagihan maupun penasaran sama-sama bermuara pada hal yang sama: mengulangi.

Kalau sudah begitu, sebenarnya saran saya ya cuma satu, berhentilah berjudi.

Namun tentu saja itu saran yang sangat Depdikbud dan Imtaq sekali. Dan juga kemungkinan besar tidak akan Kamu ikuti. Maka, saran cadangan saya adalah, cobalah untuk mulai memanajemen kekalahan perjudianmu.

Begini, sekali lagi, sedari awal, kamu sudah tahu kan kalau kamu akan lebih banyak kalah ketimbang menangnya. Kalau begitu, kekalahanmu harus kamu atur.

Misal, keuntungan bisnismu dalam satu bulan sekitar 10 juta, maka, pakailah uangmu untuk berjudi itu 2 juta saja. sukur-sukur bisa kurang dari itu. Sisanya kamu gunakan untuk memperbesar bisnismu atau kamu pakai untuk hal yang bermanfaat, misal kulakan salak pondoh dan kamu jual kembali, atau kamu tabung buat beli lukisan seniman yang agak terkenal agar bisa kamu jual kalau nanti senimannya sudah sangat terkenal.

Anggap 2 juta tadi sebagai ongkos kesenangan. Imbalan atas kerja kerasmu setelah bekerja sebulan penuh.

Saat berjudi Kamu harus penuh perhitungan. Sekalah-kalahnya kamu, kalau uang 2 juta itu sudah habis, ya sudah, jangan berjudi lagi. Tunggu sampai bulan depan kamu dapat untung lagi.

Ingat, alokasi uang judi bulan Juli hanya boleh kamu gunakan bulan Juli pula. Uang buat judi bulan Agustus ya pakai keuntungan uang bulan Agustus.

Nah, tapi kalau ternyata kamu menang (walau saya sangat meragukannya), sisihkan keuntungan tersebut senilai 2 juta buat berjudi bulan depan, sehingga keuntungan bisnismu bulan depan bisa kamu gunakan sepenuhnya.

Ingat, anggap berjudi itu murni hanya cari senang. Jangan cari uang. Sebab kalau memang murni cari uang, ya jangan berjudi, lebih baik kerja atau pasang pesugihan sekalian.

Ini sama seperti orang yang hobi mancing di pemancingan, mereka memang tujuannya murni buat cari senang, bukan cari uang. Kalau niat cari uang, uang yang dipakai buat iuran mancing itu mending langsung dibelikan lele.

Sekali lagi, Tyo, silakan berjudi, yang penting mikir.

Salam, Agus Mulyadi.

Exit mobile version