• 8
    Shares

MOJOK.COSamsung baru saja memperkenalkan tiga seri ponsel flagship Galaxy S10e, Galaxy S10, dan Galaxy S10+. Sanggupkah keluarga Galaxy S10 menarik hati segmen pasar flagship di Indonesia dengan segala keunggulan berikut?

Pada tahun 2018 lalu, Apple meluncurkan lini produk iPhone terbarunya mulai dari iPhone XR sebagai yang termurah, lalu iPhone XS, sampai iPhone XS Max yang menjadi seri termahal dan secara spesifikasi paling tinggi.

Bulan ini Samsung meluncurkan keluarga Galaxy S10 di rentang harga yang kurang lebih sama. Samsung Galaxy S10 juga terdiri dari tiga tipe dengan ukuran layar yang sedikit berbeda, yaitu Galaxy S10e dengan layar 5.8 inch, Galaxy S10 dengan layar 6.1 inch, dan Galaxy S10+ dengan layar 6.4 inch.

Sama-sama didapuk sebagai smartphone kelas flagship termahal di dunia yang masing-masing mewakili perangkat Android dan iOS, simak enam hal menarik Samsung Galaxy S10 yang membuatnya patut bersaing dengan iPhone 2018.

Tampilan Fisik

Ogah menyontek iPhone yang dibekali dengan notch, tetapi ingin tampil kece dengan infinity display, Samsung lebih memilih skema penempatan punch hole alias tompel di bagian kanan atas layar yang mereka sebut sebagai infinity-O display.

Untuk Galaxy S10+, solusi ini lebih enak dipandang dibandingkan penggunaan notch biasa, mengingat dual front camera pastinya membutuhkan banyak ruang dan akan tampil aneh bila diletakkan di tengah. Pada Galaxy S10e dan S10, bentuk waterdrop notch membuat mereka tampil lebih cantik dan rapi seperti halnya Galaxy M20.

Namun, bagi saya keberadaan tompel ini tetap saja mengecewakan dan sudah saatnya Samsung menghapus atau mengganti notch pada layar seperti yang dilakukan di Galaxy Note 9, penggunaan slider camera seperti Oppo Find X, atau pop-up selfie camera seperti di Vivo V15 Pro.

Di bagian belakang, penempatan kamera di bagian tengah masih bertahan seperti di seri Galaxy S dan Note sebelumnya. Hal ini bagi saya pribadi cenderung lebih memudahkan untuk memegang ponsel dan mengatur angle saat mengambil foto dibandingkan kamera iPhone yang letaknya ada di pojok kiri atas.

Dapur Pacu

Untuk pasar Indonesia, Samsung akan mengapalkan versi Exynos 9820 buatan in-house-nya sendiri. Jangan berharap dukungan untuk konektivitas 5G tersedia karena Galaxy S10 5G merupakan varian tersendiri yang belum akan masuk ke Indonesia.

Baca juga:  Ponsel Terbaik Semester Pertama 2019, Dari Sisi Fotografi Sampai ‘Value for Money'

Prosesor Exynos 9820 terdiri dari dua inti Mongoose M4 eksklusif Samsung, dua inti Cortex A-75, dan empat inti hemat daya Cortex A-55 yang diproduksi dengan fabrikasi 8 nm, lebih primitif dibandingkan pesaingnya yaitu Kirin 980 dan Snapdragon 855 dengan 7 nm sehingga sedikit berpengaruh ke perbedaan konsumsi daya dan produksi panas.

Berita yang cukup mengecewakan datang dari kartu grafisnya yaitu ARM Mali-G76 MP12 yang menurut benchmark dari NotebookCheck hanya setara dengan Snapdragon 845. Perbedaan performanya mungkin tidak terlalu terasa jika hanya digunakan untuk bermain game PUBG atau Mobile Legends, tetapi cukup terasa jika memainkan game yang lebih berat lagi misalnya Fortnite.

Meskipun hadir ke pasaran pada tahun ini, unjuk kerja Samsung Galaxy S10 dinilai masih kalah dari iPhone 2018. Ke depan, persiapan lebih baik ya Samsung, jangan main-main!

Memori dan Penyimpanan Internal

Secara global, Samsung membekali produknya dengan empat kombinasi, yaitu RAM/ROM 6GB/128GB (S10e), 8GB/128GB (S10 dan S10+), 8GB/256GB (Galaxy S10e), 8GB/512GB (Galaxy S10 dan Galaxy S10+), dan 12GB/1TB (hanya Galaxy S10+). Sayangnya, tidak semua varian masuk ke Indonesia demi menjaga terjangkaunya harga banderol bagi konsumen.

Konfigurasi tertinggi dengan RAM 12GB dan ROM 1TB boleh dibilang mubazir. Samsung sebetulnya bukan pionir di sini. RAM sebesar itu sudah dimiliki ponsel sekelas Lenovo Z5 Pro GT, sementara ROM sebesar itu juga sudah dimiliki ponsel bernama Smartisan R1, besutan Tiongkok yang bahkan mungkin saja Anda belum pernah mendengar namanya.

Kembali ke persaingan dengan iPhone, kapasitas RAM yang jauh lebih besar ini belum tentu menghasilkan performa yang lebih baik mengingat efisiensi iOS OS biasanya lebih baik ketimbang Android OS.

Kamera

Dari sektor kamera belakang, Galaxy S10 dan S10+ lebih unggul dengan tiga lensa sekaligus dan fitur dual aperture di lensa wide berupa bukaan yang bisa diatur secara otomatis antara f/1.5 atau f/2.4, sehingga kualitas foto bisa maksimal, baik dalam kondisi gelap maupun terang.

Meskipun Galaxy S10e harus kehilangan lensa telephoto, tetap saja fitur dual aperture tak hilang dan masih menyisakan dua lensa. Bandingkan dengan iPhone 2018 yang sama sekali tak memiliki fitur dual aperture ini sehingga akan sedikit kesulitan untuk menangkap jumlah cahaya yang pas dalam kondisi terang.

Baca juga:  Mi Mix 3: Tiga Hal Baru yang Bikin Smartphone Lain Serupa Remah-Remah

Soal resolusi kamera depan, Samsung juga lebih unggul dengan 10 MP untuk kamera utamanya, dibandingkan iPhone 2018 yang cuma punya 7 MP. Selain itu, Galaxy S10+ juga dilengkapi dengan RGB depth sensor beresolusi 8MP untuk menghasilkan foto bokeh yang lebih baik dibandingkan dengan iPhone 2018, Galaxy S10e, dan S10.

Di atas kertas, keluarga Galaxy S10 memang lebih menjanjikan. Samsung jelas unggul dalam urusan pengaturan dan pemilihan resolusi foto, tetapi Apple dianggap lebih jujur dalam menampilkan hasil foto yang sesuai dengan mata manusia tanpa berusaha untuk membuatnya tampak lebih indah.

Kapasitas Baterai dan Pengisian Daya

Samsung Galaxy S10e dibekali baterai berkapasitas 3100mAh, S10 dibekali 3400mAh, dan S10+ dengan 4100mAh. Cukup variatif untuk ketiga seri Galaxy S10 dan yang paling tinggi kapasitasnya ada pada S10+. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman di seri S sebelumnya, besaran kapasitas ala Samsung ini tidak akan cukup untuk bertahan lebih lama dari 7 jam penggunaan sehari-hari.

Soal pengisian daya, Samsung masih setia dengan adaptive fast charging 15W melalui port USB Type-C, yang menyebalkan, seperti di Galaxy C9 Pro. Sudah tak bisa pinjam-pinjam kabel, casnya kalah cepat dengan smartphone lain, lebih lagi kabelnya tak seawet microUSB di Galaxy S7 biasa.

Setidaknya harus lebih bersyukur dibandingkan iPhone 2018 yang lebih primitif lagi, masih setia dengan charger Lightning berdaya 5W! Sudah mengecasnya lama, hanya bisa meminjam charger dari sesama pengguna Apple lagi. Duh!

Harga

Ketiga seri Samsung Galaxy S10 dibanderol dengan harga yang beragam sesuai dengan jenis dan spesifikasi RAM/ROM, mulai dari Rp10,5 juta sampai Rp24 juta. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca pada tabel spesifikasi di bawah. Banderol tersebut tampak lebih murah dari iPhone 2018 untuk segmen yang bersesuaian ditambah memori yang lebih besar.

Secara global, warna perangkat yang tersedia untuk Samsung Galaxy S10 cukup beragam, yaitu hitam, putih, hijau, biru, kuning (khusus S10e), dan pink dalam varian prism serta putih dan hitam dalam varian ceramic khusus S10+ varian 8GB/512GB dan 12GB/1TB.

Spesifikasi Samsung Galaxy S10