Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Sosok Ole Gunnar Solskjaer dengan Siluet Sir Alex Ferguson di Belakangnya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
29 Januari 2019
A A
Ole Gunnar Solskjaer dan Sir Alex Ferguson MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebetulnya, Manchester United sudah menemukan penerus Sir Alex Ferguson. Namanya adalah Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih bermental juara.

Selain keunggulan teknik, faktor apa yang bikin sebuah klub bisa mendominasi liga? Jawaannya bisa kamu temukan di Liga Inggris periode pertengahan 2000 ketika Manchester United sulit sekali diutundukkan para rival. Sir Alex Ferguson menanamkan dua hal penting bagi armada Setan Merah: mental juara dan determinasi tinggi.

Banyak yang mengakui bahwa United di rezim Sir Alex Ferguson bukan sebuah tim dengan corak permainan indah. Persetan dengan permainan indah, yang diincar United di setiap laga cuma satu, yaitu kemenangan. Dan terkadang, lewat berbagai cara, Setan Merah mengejar kemenangan yang sifatnya tunggal di sepak bola.

Manchester United banyak dibenci banyak orang karena dominasi itu. Memang, ketika kamu berada di level tertinggi, sulit dikalahkan dalam waktu lama, bakal melahirkan banyak haters. Tapi memang begitulah tim dengan mental juara. Saya, seorang fans Arsenal, untuk satu hal ini, mengakuinya secara terbuka.

Rivalitas antara Sir Alex Ferguson dengan Arsene Wenger menyadarkan saya satu hal. Untuk meraih kemenangan, permainan indah saja jelas tidak cukup. Syaratnya sangat mudah, yaitu tidak kalah di semua pertandingan. Dari yang awalnya ikut membenci, setelah bertahun-tahun rivalitas itu terjaga, berubah menjadi rasa respect yang cukup aneh memang.

Nah, selepas Sir Alex Ferguson pensiun, United kehilangan dua hal yang sudah mendarah daging, mental juara dan determinasi, situasi berubah. Yah, kalian sudah paham lah bagaimana proses “mediokerisasi” Manchester United. Dari penantang juara, menjadi klub papan tengah yang bakal merayakan posisi enam dengan gegap gempita.

Mental juara berubah menjadi mental kalahan. United, yang kental dengan nuansa menyerang, diubah secara paripurna menjadi sebuah tim yang takut kebobolan. Padahal, dahulu, United tidak akan berhenti berlari, menyerang lawan untuk mengejar atau menambah gol. Legenda squeaky bum time melekat setelah anak asuh Fergie bisa membalikkan keadaan di detik-detik akhir pertandingan.

Setelah zaman kegelapan itu, setelah identitas medioker melekat kuat, perubahan terjadi. Setelah Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi pelatih menggantikan juru parkir, United berubah wajah.

Setelah Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih, Manchester United sudah delapan kali tidak kalah. Hebatnya, mereka mencatatkan delapan kali kemenangan beruntun. Memang, kemenangan sebanyak ini bukan hal baru di sepak bola. Namun, perubahan dari klub medioker menjadi menangan itu bukan proses singkat yang mudah.

Ole Gunnar Solskjaer tidak banyak melakukan perubahan. Para pemain yang lega setelah Mourinho minggat, tidak membutuhkan banyak treatment untuk kembali bangkit. Ole Gunnar Solskjaer tinggal mengingatkan kembali bahwa mental juara adalah modal dasar mengenakan seragam kebesaran Manchester United.

Ole Gunnar Solskjaer adalah salah satu bagian dari skuat Sir Alex Ferguson yang mencatatkan sejarah. Apalagi, Ole adalah pemain yang berkontribusi secara langsung di sebuah laga final Liga Champions yang melegenda.

Mental juara yang ditunjukkan Ole Gunnar Solskjaer berbanding terbalik dengan mental medioker Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur. Di sebuah wawancara dengan media setelah kegagalan Spurs di Piala FA, Pochettino mengeluarkan pernyataan yang bikin fans tim-tim besar mengernyitkan dahi.

Jadi, Pochettino bilang bahwa mengejar gelar juara hanya akan melahirkan ego. Pernyataan pelatih yang belum pernah juara memang begini. Beliau tidak tahu rasanya menjadi juara sehingga tidak bisa membayangkan hal-hal positif yang akan terbangun ketika sebuah tim menjadi juara. Kok ya masih ada yang menjadi fans tim medioker macam begini.

Coba kita bandingkan dengan pernyataan Ole Gunnar Solskjaer ketika ditanya peluang Manchester United masuk ke posisi empat besar. Pelatih asal Norwegia tersebut menegaskan bahwa posisi empat besar tidak cukup bagus bagi United. Target tim besar seperti United, atau tim mana saja yang merasa mampu, setiap tahun tentu saja menjadi juara.

Iklan

“Posisi empat bukan target. Kami adalah Manchester United jadi target kami adalah selalu menjadi juara,” tegas Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip oleh Guardian.

“Kami masih punya Liga Champions dan Piala FA. Kami tidak akan pernah mengatakan bahwa posisi empat sudah cukup. Kami harus selalu punya pola pikir bahwa kami bisa memenangi sesuatu tahun ini,” tambahnya.

Sudah jelas bukan, siapa yang punya aura Sir Alex Ferguson. Pochettino dijagokan menjadi pelatih United musim depan. Namun, seharusnya, United sudah paham siapa yang punya mental juara, siapa yang punya mental pecundang.

Permainan indah dan atraktif Spurs, bukan apa-apa di depan mesin besar bernama United. Lha wong sama Arsenal saja mereka menjadi pecundang, kok mau menantang sebuah tim yang punya pelatih dengan mental juara.

Nampaknya, United sudah menemukan sosok yang tepat untuk menjadi penyambut tongkat estafet yang sebenarnya dari Sir Alex Ferguson. Namanya adalah Ole Gunnar Solskjaer.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2019 oleh

Tags: liga inggrisManchester UnitedOle Gunnar SolskjaerSir Alex Ferguson
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.