Milan Kokoh, Inter Bingung, Roma Kreatif, Juventus Menyusul, Atalanta Mengintip: The Beauty of Serie A

Milan Kokoh, Inter Bingung, Roma Kreatif, Juventus Menyusul, Atalanta Mengintip: The Beauty of Serie A MOJOK.CO

Milan Kokoh, Inter Bingung, Roma Kreatif, Juventus Menyusul, Atalanta Mengintip: The Beauty of Serie A MOJOK.CO

MOJOK.COMilan, Inter, Roma, Juventus, dan Atalanta tengah berpacu. Rapat. Sajian yang membuat Serie A musim ini sangat menarik.

Saya tidak habis pikir ketika ada seseorang yang mendaku seorang pelatih, pengamat sepak bola, analis, pundit, tapi tidak bisa menemukan “keindahan” dari Serie A. Seseorang ini, antara memang nggak tahu apa yang sedang dia tonton atau membohongi diri sendiri demi retweets dan likes. Jiwanya sudah tergadai.

Di mata saya, Serie A itu sekumpulan pemain yang mirip pesawat terbang. Tidak ada “pemain tua”, tetapi pemain yang memang masih layak untuk terbang menggapai kemenangan. Dan terbukti memang, “para aki-aki” ini menyajikan sepak bola yang menyenangkan untuk penonton netral.

AC Milan sedang dalam momentum kebangkitan, Inter antara stabil dan tidak stabil, AS Roma menjadi tim yang mencatatkan jumlah tembakan ke gawang terbaik di Eropa, Juventus perlahan menyusul, Atalanta selalu mengejutkan dan Napoli masih menguntit.

Pertarungan yang terjadi justru lebih menarik. Pertandingan tidak monoton. Tim-tim besar tidak takut untuk menyerang secara keras dan melepaskan tembakan ke gawang lawan. Meskipun ketika transisi bertahan, mereka sering kepayahan. Namun, dari sisi hiburan, Serie A musim ini menyajikan pemandangan yang bikin gairah melonjak.

Serie A sering dibandingkan dengan Liga Inggris. Serie A, yang sudah berbenah, masih dipandang sebagai liga yang lambat. Kalau ada yang bilang seperti itu, sekali lagi, dia tidak memahami apa yang sedang dia lihat atau tengah membohongi diri sendiri. Dia sudah menggadai kecerdasannya alias goblok.

Coba saja tengok jumlah gol yang dicetak oleh tim-tim papan atas Serie A. Milan sudah mengumpulkan 37 gol, Inter 43 gol, Roma 37 gol, Juventus 35 gol, Atalanta 40 gol, dan Napoli 34 gol. Jumlah gol yang mereka cetak tidak jauh berbeda dibandingkan Liga Inggris. Bahkan Inter dan Atalanta mencetak lebih banyak gol ketimbang Liverpool.

Tahukah kamu, saat ini, Roma menjadi tim di Eropa dengan jumlah tembakan yang berkualitas ke gawang? Maksudnya, Roma melepaskan tembakan dengan kemungkinan gol (expected goal(s) atau xG) tertinggi di Eropa? Catatan mereka bahkan lebih tinggi ketimbang PSG, Dortmund, Bayern, dan Barcelona.


Saya curiga, kemampuan ini yang membuat Roma menjadi tidak mudah dikalahkan musim ini ketika bertemu tim besar.

Ketika melawan Juventus, mereka bisa unggul dua gol terlebih dahulu. Meski akhirnya harus puas berbagi angka setelah mengakhiri laga dengan skor 2-2. Melawan Milan, Roma selalu bisa membalas gol. Skor akhir adalah 3-3. Salah satu laga paling menghibur musim ini.

Memang, meski tim-tim papan atas seperti Milan, Inter, Roma, Juventus, Atalanta, dan Napoli bisa membuat banyak gol, lini pertahanan mereka bikin fans selalu jantungan di setiap laga. Masalah mereka tidak jauh berbeda, yaitu koordinasi di lini pertahanan.

Di laga Roma vs Inter misalnya. Inter, ketika sudah unggul 1-2, menurunkan tempo dan salah melakukan pergantian pemain. Setelah itu, koordinasi pertahanan mereka ikut menurun. Hasilnya, Roma bisa menyamakan kedudukan di ujung babak kedua.

Laga Milan vs Juventus. Milan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan setelah Juventus unggul lewat Federico Chiesa. Namun sayang, di babak kedua, koordinasi Milan ketika meladeni switch play dari Juventus menjadi kendur. Skor akhir 1-3 untuk Juventus. Kemenangan yang membuat Serie A bakal membara sampai akhir musim.

Bagi mereka yang meremehkan Serie A dengan menyebut pertandingannya bikin ngantuk, sudah pasti tidak pernah menonton Atalanta. Di tiga laga terakhir, mereka bisa membuat 12 gol! Tim asal Bergamo ini hampir selalu bisa membuat banyak gol di sebuah pertandingan.

Tahukah kamu, saat ini Atalanta sedang punya masalah internal. Namun, hebatnya, masalah itu tidak meruntuhkan konsistensi mereka untuk selalu berpesta gol. Sangat profesional. Sangat berbeda dengan seseorang yang mengaku ngantuk ketika nonton Serie A.

Saya yakin dia sedang berbohong. Dia pasti terjaga sepanjang pertandingan karena seru sekali nonton Roma vs Inter. Dia bilang ngantuk demi ego, ketidakstabilan mental, dan menjual jiwanya demi status edgy di media sosial yang malah bikin dirinya jadi semacam badut.

Milan, Inter, Roma, Juventus, Atalanta, Napoli dan tim-tim lain di Serie A bakal menyajikan pertarungan sengit sampai akhir musim. Bagi penonton netral, liga ini sangat menjanjikan. Tidak kalah menjanjikan jika dibandingkan dengan Liga Inggris di mana perolehan poin juga sangat ketat.

Akhir kata, kita punya pilihan untuk menghargai sebuah sajian yang memang berkualitas ketimbang mencela dan meledek. Sikap yang membuat kita tidak berkembang. Baik sebagai penikmat sepak bola dan sebagai manusia yang mendapat anugerah budi pekerti dari Tuhan.

Ketimbang mencela padahal membohongi diri sendiri dan menjual jiwa dengan status badut, lebih baik menghargai the beauty of Serie A. La strada del super soccer!

BACA JUGA AC Milan dan Liverpool: Kematangan Ibrahimovic dan Diogo Jota, il Personaggio Principale Menghancurkan Keterbatasan dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Exit mobile version