Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Masa Depan Arsenal Ada di Kaki-kaki Lelah Lacazette

Saya rasa, masa depan Arsenal musim ini sudah digambarkan oleh kaki-kaki lelah Lacazette.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 Oktober 2021
A A
Masa Depan Arsenal Ada di Kaki-kaki Lelah Lacazette MOJOK.CO

Masa Depan Arsenal Ada di Kaki-kaki Lelah Lacazette MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Masa depan Arsenal sudah digambarkan oleh kaki-kaki lelah Lacazette. Bermain lebih agresif dan jangan terlalu banyak buang peluang.

Arsenal tidak boleh menurunkan kecepatan. Awal musim yang begitu buruk membuat mereka tercecer di papan bawah. Cenderung reaktif di beberapa laga, The Gunners kehilangan poin-poin krusial. Kini, mereka sudah berjarak satu poin saja dari zona Liga Champions.

Iklan

Konsep bermain Mikel Arteta, sampai tulisan ini tayang, masih dipertanyakan banyak orang. Sebetulnya, namanya sebuah konsep pasti tidak ada cacat. Tujuannya selalu baik. Namun, di sepak bola, semuanya jadi ribet karena konsep tersebut diperagakan manusia, bukan robot. Yang sebetulnya baik adanya, menjadi penuh cacat.

Berkaca dari kemenangan Arsenal dari Aston Villa, satu hal kembali terbayang di kepala saya. Saya tidak ingat berapa kali menyampaikan hal ini, yaitu Meriam London itu lebih cocok bermain secara lebih sederhana, lebih direct, bahkan pada titik tertentu, lebih ke counter-based team.

Jangan salah, yang saya maksud dengan counter bukan dengan menumpuk pemain di kotak penalti lalu menyerang balik secepat mungkin. Counter, bisa juga diterjemahkan sebagai usaha untuk menekan lawan sedini mungkin. Misalnya dengan menekan fase pertama build-up lawan.

Ketika mengalahkan Aston Villa, corak itu bisa sekilas kita lihat dari kaki-kaki lelah Alexandre Lacazette. Striker senior yang bermain di belakang Aubameyang itu terus berlari untuk menekan pemain Aston Villa yang mencoba membangun serangan dari bawah.

Determinasi dan kesadarannya untuk menekan lawan secara konsisten membantu Arsenal merusak kenyamanan cara bermain Aston Villa. Inilah yang saya maksud dengan sikap proaktif. Ketika Arsenal bermain lebih reaktif, mereka lebih sering kesulitan. Misalnya ketika ditahan imbang Brighton dan Crystal Palace.

Memang, situasi di dua pertandingan itu sangat berbeda. Tidak selalu usaha menekan dari garis depan bisa dilakukan. Namun, maksud saya, Arsenal harus berani mengambil risiko dan bermain agresif seperti Lacazette. Memang melelahkan, seperti yang dialami Lacazette. Dia tumbang selepas menit 60.

Sejak era Arsene Wenger, jujur saja, saya selalu merasa tidak nyaman ketika tim ini terlalu banyak menguasai bola. Kalau mau ditarik benang merahnya, Arsenal selalu kesulitan menembus pertahanan lawan yang cenderung negatif. Inisiatif di sepertiga akhir lapangan seperti tidak terlihat.

Arsenal sendiri malah lebih nyaman ketika bermain lebih sederhana. Menyambungkan dua hingga tiga umpan vertikal untuk langsung menyerang ruang kosong. Toh pemain-pemain dengan mereka, termasuk Lacazette, punya koordinasi umpan pendek yang baik, plus kecepatan yang bisa diandalkan.

Saya rasa, situasi sekarang justru sangat mendukung pilihan bermain ini. Arsenal tidak lagi dianggap sebagai klub yang dominan. Tidak masalah, karena dominan atau tidak, tidak berhubungan dengan skor akhir. Gol-gol mereka ke gawang Spurs dan Aston Villa adalah rekaman terbaik untuk dipelajari.

Kata “proaktif” yang saya maksud di atas tidak selalu berhubungan dengan menguasai bola selama mungkin. Proaktif adalah pilihan untuk merespons keadaan. Artinya, meski The Gunners terteka hampir 90 menit, mereka punya solusi untuk keluar dari situasi itu.

Bermain lebih agresif, baik dengan atau tanpa bola, juga cocok untuk beberapa pemain. Misalnya, Nico Pepe. Bagi saya, dia bukan tipe winger atau second striker yang nyaman bermain di dalam konsep penguasaan bola. Pepe seperti pistol dengan peluru yang melesat di momen-momen khusus.

Dia hanya butuh satu momen serangan balik, ketegasan Arteta untuk memintanya lebih efisien, dan ruang kosong untuk melakukan akselerasi. Pepe memang tidak secepat Kieran Tierney atau Aubameyang. Namun, jika menengok lagi laga-laga Pepe bersama Lille, kita bisa melihat dirinya mekar dalam konsep counter-based team.

Iklan

Sama kasusnya seperti Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka. Keduanya lebih berbahaya dalam momen transisi cepat. Selain punya kecepatan, keduanya pandai untuk menemukan ruang untuk akselerasi, melakukan umpan cepat, dan membuat peluang, bahkan bikin gol.

Pemain-pemain Arsenal bakal sangat lelah selepas pertandingan. Namun, hal itu adalah kompensasi dari buruknya intensitas pressing mereka selama ini. Tahukah kamu, saat ini, Arsenal, bersama Norwich City, menjadi dua tim terbawah dalam parameter intensitas pressing. Padahal, di sepak bola modern, pressing sangat penting.

Hal ini diamini oleh Smith Rowe selepas kemenangan atas Aston Villa. “Saya rasa, pressing yang terorganisasi sangat penting bagi kami sebagai sebuah tim. Kami bekerja keras ketika latihan, pressing high, mencoba untuk memenangi bola sedini mungkin jadi kami bisa langsung menyerang. Hasilnya, kami banyak memenangi bola lebih dini.”

Saat ini, di dunia sepak bola, konsep possession football akan selalu dianggap lebih “mulia”. Ia dianggap sebagai wujud nyata sebuah dominasi. Sementara itu, counter-based team akan dianggap “dosa” karena dianggap wujud inferior manusia.

Namun, pada titik tertentu, persetan dengan segala konsep. Dominasi 90 menit, dengan penguasaan bola mencapai 80 persen tidak ada maknanya jika sebuah tim kalah dengan skor 0-1. Konsep harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi skuat, tidak asal dipakai karena terlihat lebih sophisticated.

Saya rasa, masa depan Arsenal musim ini sudah digambarkan oleh kaki-kaki lelah Lacazette. Determinasi, inisiatif untuk menekan lawan, kesadaran untuk berlari lebih jauh dan bergerak lebih cepat yang akan jadi kunci. Sudahi “muter-muter nggak jelas”, perbanyak sprint jarak pendek, passing cepat, dan maksimalkan peluang. Sudah, bagi Arsenal, itu semua cukup.

BACA JUGA Kembalinya Alexandre Lacazette Memang Dibutuhkan Aubameyang dan Arsenal dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2021 oleh

Tags: Arsenalaubameyangbukayo sakalacazetteliga inggrismikel artetasmith rowe
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.