Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Harmoni Itu Dijaga Baik Real Madrid, tapi Dirusak Barcelona

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 Februari 2020
A A
real madrid, barcelona, el clasico, hazard, rodrygo, ansu fati

real madrid, barcelona, el clasico, hazard, rodrygo, ansu fati

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kritik yang datang kepada klub harus diterima dengan lapang dada, bukan dengan amarah. Dalam hal ini, petinggi Barcelona yang sekarang sepertinya harus belajar ke Real Madrid.

Meneteskan perasan jeruk di atas luka mungkin adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perilaku Barcelona yang membajak striker dan top scorer Leganes, Martin Braithwaite. Leganes baru mencetak 24 gol musim ini, dan mereka tidak diperkenankan mencari pengganti Martin. Tertatih-tatih di perjalanan, masih harus dijegal oleh Barcelona.

Iklan

Perilaku Barca musim ini memang aneh. Menjual pemain muda berpotensial yang harusnya diberi kesempatan bermain, membajak pemain, dan berselisih paham dengan Messi. Merasa belum cukup, Bartomeu diduga mengerahkan para buzzer untuk menyerang tiap orang yang mengkritiknya di Barcelona. Barcelona sedang tidak harmonis, berbeda dengan kondisi rivalnya, Real Madrid.

Real Madrid, meskipun mereka gagal di Copa del Rey juga ditahan imbang Celta Vigo, sedang adem ayem. Mereka fokus menatap Liga Champion serta baru saja mengenalkan rekrutan anyar mereka, Reinier Jesus. Sambutan hangat Florentino dan tangis haru bahagia keluarga Reinier Jesus di acara pengenalan menegaskan Real Madrid bahagia.

Dulu, Real Madrid dianggap tim yang tidak bisa menghargai pemain mereka. Mendepak Raul dengan mudah, tidak memberikan penghormatan yang pantas untuk Casillas, dan rela menendang Makelele demi wajah-wajah penghasil uang adalah contoh sahih kejahatan Real Madrid. Tapi kali ini Real Madrid menghargai tiap unsur yang membuat tim ini berjaya. Pemain seperti Bale masih bisa mengisi starting line up, meski kontroversi tentang dirinya selalu mengisi hari-hari Madrid.

Barcelona membuat kesalahan fatal dengan menyerang tiap unsur yang mengkritik Bartomeu demi menjaga nama baik. Padahal kritik yang dilancarkan para pemain dan fans semata karena rasa cinta yang begitu besar terhadap klub. Menyerang mereka demi menjaga nama baik adalah hal idiot yang orang bisa pikirkan.

Semua orang yang mengidolai Real Madrid sempat benci pada Perez ketika Ronaldo pergi. Legenda yang belum tentu ada dalam satu siklus kehidupan dipersilakan pergi begitu saja adalah penghinaan. Tapi Perez bergeming dan tidak menyerang balik. Perez bergerak dengan membeli pemain yang membuat Madrid lebih kuat secara kolektif dan tidak lagi bergantung pada satu pemain. Kritik yang dilayangkan padanya ia terima tanpa menyerang balik.

Reputasi petinggi klub memang patut dijaga, tapi ketika menyerang pemain dan pahlawan klub atas nama harga diri adalah bunuh diri. Messi, Pique, Xavi, dan Guardiola adalah perwujudan dari keajaiban yang membuat Barcelona mencetak sejarah yang sulit diulang tim lain, dan menghina mereka adalah langkah idiot. Bayangkan petinggi Real Madrid memaki Zidane dan Ramos, yang akan kau dapati adalah kekacauan.

Barcelona harus melihat masalah yang dihadapi Real Madrid sekarang, yaitu kontrak Ramos. Kalau masalah Barcelona adalah perpecahan di dalam klub, Madrid menghadapi masalah tentang durasi kontrak. Ramos meminta 2 tahun perpanjangan kontrak, Los Merengues menyodorkan 1 tahun dengan opsi tiap tahun akan diperpanjang. Jenis masalahnya sudah berbeda, dan masalah Madrid justru memberikan satu hal manis, yaitu bahwa pemainnya begitu mencintai klub dan klub tahu bahwa mereka dicintai dan berusaha memberikan tenaga yang sama.

Masalah yang berbeda tersebut membuat kita bisa melihat kalau Barcelona sedang mengalami masa krisis dan Madrid justru sedang membentuk tim dengan rencana yang jelas. Ketika Barca harus berbuat jahat dengan membajak pemain tim kecil yang tertatih, Madrid sudah mengalihkan pandangan untuk membeli pemain muda berpotensial di musim panas agar pemain tersebut makin berkembang. Camavinga diproyeksikan akan menjadi pelapis Casemiro, dan tidak akan mengejutkan jika nasibnya seperti Mendy, pemain yang dibeli untuk jadi pelapis namun malah jadi andalan utama.

Tagar #BartomeuOut sempat muncul di media sosial, menandakan bahwa fans Barcelona begitu muak akan skandal tak penting yang menggerogoti tim. Sedangkan forum diskusi pecinta Real Madrid selalu membincangkan apakah mereka akan punya presiden yang mencintai Madrid seperti Perez. Catalan ingin menendang Bartomeu, Bernabeu tidak ingin kehilangan Perez.

Andai Barcelona tidak meraih gelar di musim ini, para jajaran petinggi tim harus belajar ke Real Madrid tentang bagaimana sebuah tim menjaga keharmonisan yang terjaga selama bertahun-tahun. Mes que un club atau lebih dari sebuah klub harusnya bisa dimaknai dengan mudah, bahwa Bartomeu tidak lebih dari Barca itu sendiri.

BACA JUGA Bukayo Saka, Little Chilli, dan Pemain Senior Arsenal yang Dipermalukan dan artikel menarik lainnya di BALBALAN.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2020 oleh

Tags: BarcelonaReal Madrid
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong
Video

Kezaliman Barcelona Terhadap Frenkie De Jong

11 Agustus 2022
Xavi Hernandez Terlahir untuk Barcelona
Video

Xavi Hernandez Terlahir untuk Barcelona

19 Maret 2022
Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Sisi Gelap Sepak Bola Dibongkar MOJOK.CO
Balbalan

Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Sisi Gelap Sepak Bola Dibongkar

19 November 2021
Manchester United Butuh Serial Winner, Conte dan Zidane Mungkin Belum Cukup MOJOK.CO
Balbalan

Manchester United Butuh Serial Winner, Conte dan Zidane Mungkin Belum Cukup

26 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.