Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

5 Detik yang Memisahkan Arsenal dari Masa Depan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
2 Januari 2020
A A
5 Detik yang Memisahkan Arsenal dari Masa Depan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Satu konsep dasar bernama hukum 5 detik itu yang memisahkan Arsenal dari masa depan. Sebuah konsep yang akan menjadi dasar dari banyak konsep di lain hari.

Arsenal menang. Untuk kali pertama. Setelah sekian lama. Kemenangan yang dirayakan gegap gempita. Oleh para pemain dan suporter di seluruh dunia. Mungkin, kayak gini rasanya jadi fans Crystal Palace atau Newcastle United, yang jarang merasakan kemenangan. Hanya kepada Manchester United kita bisa berharap mendapatkan kemenangan. Makasih, Setan!

Mikel Arteta menghadirkan perubahan itu secara instan. Arsenal, sebuah klub besar yang paling tertinggal dalam soal modernnya sebuah cara bermain, berubah menjadi lebih baik. Setidaknya mereka sudah bermain seperti selayaknya tim besar yang punya niat untuk mendominasi. Apalagi melawan sesama tim medioker seperti United.

Dan satu hal yang menjadi pembeda adalah visi “5 detik”….

Visi “5 detik” yang menjadi pembeda. Menjadi sebuah cara pandang yang ketika hilang, Arsenal kalah dari Chelsea. Lima detik yang saya maksud adalah 5 second law yang dipopulerkan oleh Pep Guardiola. Visi ini merupakan dasar dari counter-press, dari sebuah cara pandang yang juga disebut gegenpress dan dipopulerkan Jurgen Klopp.

Sederhana saja, visi ini menuntut pemain untuk segera merebut kembali penguasaan bola segera setelah direbut lawan. Lima detik saja, penguasaan bola harus direbut kembali. Dengan begitu, biasanya, sebuah tim akan mendapatkan kembali penguasaan di wilayah lawan. Lebih dekat dengan kotak penalti, artinya peluang lebih mudah diciptakan. Secara teori terlihat sederhana.

Teorinya, sih, sederhana. Namun, eksekusinya sangat kompleks. Para pemain Arsenal dituntut punya stamina prima. Terutama untuk terus berlari selama 90 menit. Para pemain juga harus punya kesadaran akan pressing, yang mana tidak mudah untuk ditumbuhkan. Terakhir, koordinasi.

Hukum lima detik ini bukan cara pressing serampangan. Harus terkoordinasi. Para pemain saling mengisi ruang sedemikian rupa sehingga lawan kehabisan opsi umpan. Jika gagal melakukannya, pressing yang dilakukan akan sangat tumpul. Jika tumpul, lawan akan mudah menghindari gelombang pressing itu dan masuk ke wilayahmu.

Arsenal sudah sedikit bisa melakukannya, terutama di babak pertama ketika mengalahkan United. Orang akan melihat Aubameyang dan Lacazette menekan pemain United bersama-sama. Di belakang kedua pemain itu, Mesut Ozil dan Lucas Torreira mengawasi. Salah satu kejadian dalam pertandingan terlihat ketika Harry Maguire, bek termahal United, membuang bola ke tempat duduk penonton karena semua opsi umpan ditutup.

Kejadian kedua adalah ketika David De Gea salah umpan dan dipotong Nico Pepe. Sayang, tendangan melengkung Pepe hanya menerpa tiang gawang.

Hukum 5 detik ini juga yang membuat Arsenal begitu dominan di babak pertama, baik keitka melawan United maupun Chelsea. Bedanya, ketika melawan United, para pemain sudah sadar kalau konsentrasi penuh juga salah satu syarat menerapkannya.

Ketika pemain tidak konsentrasi dan lupa dengan konsep ini, Tammy Abraham menghukum. Mustafi, yang seharusnya langsung menekan Tammy, justru berlari mundur ke gawang sendiri. David Luiz juga alpa dengan tidak mengingatkan Mustafi untuk segera menekan. Tammy yang membelakangi gawang, punya kesempatan berbalik dan berakselerasi dengan bola.

Kesadaran itu sudah muncul ketika melawan United. Selepas laga, David Luiz menekankan kalau Arsenal sudah siap bertarung dengan siapa saja. Namun memang, mereka belum siap secara fisik saja. Yah, paling tidak, secara mental Arsenal sudah memahami betapa pentingnya menerapkan sepak bola intensitas tinggi yang coba dibangun Arterta. Soal stamina bisa menyusul.

Lantas, apakah Gooner sudah boleh puas? Hanya dengan mengalahkan Setan? Jangan bercanda.

Iklan

Hukum 5 detik dan positional play adalah dua konsep yang sudah diresapi secara tuntas oleh Liverpool dan Manchester City. Dua klub itu bukan hanya memahaminya saja, tetapi membuat model baru sebagai bentuk perkembangan lebih lanjut.

Arsenal baru ditahap perkenalan. Proses menjadi “klub modern” masih panjang. Sepak bola Arteta tidak mungkin sempurna hanya dalam satu atau dua bulan saja. Arsenal masih akan kalah. Mereka masih akan lupa dengan konsep yang sudah dipelajari. Proses belajar akan sangat berat dan menyedihkan.

Namun, kamu, Gooner, boleh optimis. Perkembangan ke arah positif adalah perubahan yang bisa dirasakan oleh semua orang. Perubahan yang terlihat, kok. Hanya dari tiga pertandingan terakhir. Dan satu konsep dasar bernama hukum 5 detik itu yang memisahkan Arsenal dari masa depan. Sebuah konsep yang akan menjadi dasar dari banyak konsep di lain hari.

BACA JUGA Pak Arteta, Skuat Arsenal Dibuldozer Saja atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2020 oleh

Tags: ArsenalaubameyangGGMUliga inggrisManchester Unitedmikel artetaMUozilpepe
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.