ADVERTISEMENT

Berkenalan dengan Wellness Tourism, Tren Wisata Kekinian agar Tubuh Tetap Bugar dan Bahagia

Berkenalan dengan Wellness Tourism, Tren Wisata Kekinian agar Tubuh Tetap Bugar dan Bahagia

Liburan yang seharusnya menjadi waktu untuk melepas penat dan membuang stress, malah kerap jadi waktu paling memuakkan, juga melelahkan. Kita kerap pusing memikirkan tentang pilihan destinasi, menyusun itinerary, hingga perkara barang bawaan. Akhirnya, liburan kita jadi nggak maksimal. Kita jadi capek fisik dan mental. Di sinilah Wellness Tourism hadir.

Turisme jenis ini muncul sebagai jawaban atas pergeseran kebutuhan dan makna liburan yang makin nggak karuan dan melelahkan. Jika biasanya liburan identik dengan mengejar destinasi, kuliner, atau foto-foto untuk media sosial, turisme kebugaran ini menawarkan tujuan yang sedikit berbeda. Wellness Tourism menawarkan pengalaman liburan yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan diri melalui aktivitas yang lebih bermanfaat.

ADVERTISEMENT

Apa itu Wellness Tourism?

Definisi sederhana dari Wellness Tourism ini adalah aktivitas melepas penat yang menggabungkan aspek wisata dan kebugaran. Wellness Tourism mengajak para kita untuk nggak melupakan aspek kebugaran diri saat liburan. Bahkan kalau bisa destinasi wisatanya harus yang berkaitan dengan kebugaran atau perawatan diri. Tujuannya sederhana, selain menjaga kesehatan fisik, juga untuk menjaga kewarasan mental dan spiritual.

Konsep Wellness Tourism ini sebenarnya cukup luas. Wisatawan nggak harus menginap di resort mahal atau mengikuti program kesehatan khusus dengan biaya jutaan rupiah. Wisatawan hanya perlu misalnya ikut kelas yoga, melakukan meditasi sendiri, berjalan kaki di alam, menikmati makanan-makanan sehat, atau mencoba berbagai macam olahraga.

Konsep ini tentu bukan sesuatu yang asing. Kita sering sekali melihat teman atau kenalan kita yang jauh-jauh pergi liburan ke Bali atau ke Lombok hanya untuk spa, yoga, atau main padel. Itulah bagian dari Wellness Tourism. Bahkan sudah banyak tempat-tempat wisata yang mengakomodasi kebutuhan wisata kebugaran bagi para wisatawan.

Tidak mengejutkan, sebab selama sekitar 15 tahun terakhir, Wellness Tourism ini sudah menjadi semacam bisnis besar. Perputaran uangnya miliaran dollar. Ini sudah bukan sekadar tren saja. Global Wellness Institute (GWI) mencatat pengeluaran global untuk Wellness Tourism naik cukup signifikan dari yang hanya USD 439 miliar pada 2012 menjadi USD 894 miliar pada 2024.

Jangan samakan dengan medical tourism, ya!

Konsep Wellness Tourism memang sudah bukan hal asing bagi banyak orang. Banyak dari mereka yang juga sudah menerapkannya. Sayangnya, masih banyak yang keliru atau menganggap bahwa istilah ini sama dengan medical tourism. Jangan mentang-mentang kebugaran dan kesehatan itu mirip, maka layak untuk disamakan. Nggak!

Wellness Tourism dan medical tourism itu punya konsep dan fokus yang berbeda. Sederhananya, Wellness Tourism itu untuk pencegahan, medical tourism itu untuk pengobatan. Contohnya, liburan ke Bali untuk menghadiri kelas yoga dan melakukan spa adalah contoh Wellness Tourism. Tapi kalau kegiatannya adalah berobat, kontrol, atau rehabilitasi di rumah sakit di Penang atau Singapura, itu namanya medical tourism.

Sudah kelihatan dan paham bedanya, kan? Jadi, nggak ada alasan lagi untuk menyamakan antara Wellness Tourism dan medical tourism.

Popularitas Wellness Tourism di Indonesia

Indonesia punya modal yang banyak dan sangat beragam untuk mengembangkan Wellness Tourism. Kekayaan alam, budaya, kuliner, tradisi kesehatan lokal, serta banyaknya destinasi dengan suasana tenang bisa menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Beberapa tempat di Indonesia bahkan sudah menjadi salah satu tujuan Wellness Tourism.

ADVERTISEMENT

Bali menjadi salah satunya. Bali mungkin menjadi wilayah yang paling maju kalau bicara tentang Wellness Tourism. Bali punya segala aspek yang dapat menunjang hal tersebut. Mulai dari faktor alam, budaya, hingga keragaman pangan, hingga penunjang modern lainnya. Gambarannya, lapangan padel atau studio yoga bisa berdampingan dengan restoran lokal Bali atau kedai jamu tradisional.

Maka bukan sesuatu yang mengherankan jika banyak wisatawan yang menjadikan Bali sebagai tujuan wisata kebugaran mereka. Bahkan nggak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan lokal juga sudah mulai banyak yang melakukannya.

Bukan sekadar tren belaka

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu pondasi mengapa Wellness Tourism menjadi populer. Sudah banyak orang yang sadar bahwa liburan dengan cara lama hanya akan dapat capek dan bokeknya saja. Capek dan bokek ini jelas bikin mental kacau. Kalau mental kacau, spiritual juga ngga beres. Makanya, banyak orang yang akhirnya hijrah ke liburan cara baru ini.

Liburan nggak selalu harus tentang jadwal yang padat dan daftar itinerary yang panjang. Liburan bisa saja hanya sekadar bersantai di penginapan, olahraga di pantai atau di gym hotel, atau dengan melakukan spa, yoga, dan meditasi. Memang lebih pelan dan “kurang seru”, tapi yang jelas jauh lebih sehat dan waras.

Itulah mengapa Wellness Tourism tidak seharusnya dipahami hanya sebagai tren belaka. Wisata kebugaran bisa jadi sudah ada di taraf way of life. Ini adalah cara menikmati liburan dengan fokus yang lebih besar terhadap kesejahteraan diri, fokus pada kondisi mental dan fisik. Intinya, wisata kebugaran ini cuma ingin mengembalikan liburan ke makna sebenarnya, yaitu membuang stress, bukan malah menambahnya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.