Vasektomi mungkin masih menjadi frasa yang mengerikan di telinga orang-orang, khususnya para laki-laki. Mereka masih menganggap bahwa vasektomi adalah proses untuk membuat laki-laki selamanya jadi mandul. Padahal prosedur ini punya cara kerja, tujuan, dan konsekuensi yang lebih spesifik.
Vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) merupakan metode kontrasepsi permanen untuk pria. Dalam proses ini, dokter memotong atau menutup secara permanen saluran (vas deferens) yang membawa sperma dari testis menuju saluran reproduksi. Dengan begitu, sperma tidak lagi ikut keluar bersama air mani saat ejakulasi. Seperti metode kontrasepsi lainnya, prosedur ini bertujuan untuk mencegah kehamilan dari sisi laki-laki.
Vasektomi punya tujuan yang sebenarnya baik. Sayangnya, masih banyak orang yang salah paham terhadap prosedur ini. Kesalahpahaman itu muncul salah satunya dari minimnya pengetahuan orang terhadap metode tersebut. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan luruskan terkait vasektomi.
1. Vasektomi tidak sama dengan kastrasi atau kebiri
Ini jadi kesalahpahaman paling banyak muncul. Masih banyak orang-orang yang menganggap vasektomi itu sama dengan kastrasi atau kebiri. Padahal, kenyataannya tidak begitu. Kebiri itu mengangkat testis atau mematikan gairah/libido, sedangkan vasektomi hanya menutup/memotong saluran sperma saja.
Pasca vasektomi, organ reproduksi seperti testis tetap tidak berubah. Testis tetap memproduksi hormon testosteron dan sperma. Bedanya, sperma tidak bisa melewati saluran yang sudah dokter putus atau tutup. Tubuh kemudian menyerap kembali sperma tersebut secara alami. Karena itu, prosedur ini tidak otomatis membuat laki-laki kehilangan gairah atau libido. Jadi, nggak perlu takut.
2. Laki-laki tetap bisa ereksi dan ejakulasi setelah vasektomi
Kesalahpahaman bahwa vasektomi itu sama dengan kebiri juga merembet ke masalah ereksi dan ejakulasi. Banyak orang yang masih percaya bahwa prosedur ini bisa menyebabkan laki-laki tidak bisa ereksi dan ejakulasi. Sederhananya, prosedur ini bisa menurunkan bahkan menghilangkan identitas kejantanan laki-laki.
Kenyataanya tidak seperti itu. Vasektomi tidak menghentikan produksi testosteron sehingga umumnya tidak menghilangkan gairah seksual. Laki-laki tetap bisa mengalami ereksi, orgasme, dan ejakulasi setelah menjalani prosedur tersebut. Cairan air mani pun tetap keluar saat ejakulasi. Hanya saja, air mani sudah tidak lagi membawa sperma setelah semua proses beres. Jadi, secara kasat mata, perubahan setelah tindakan tersebut tidak seperti yang sering ada di bayangan orang-orang.
3. Prosesnya cepat karena bukan termasuk operasi besar
Selain masalah fungsi, banyak orang yang masih salah paham soal prosedur dan prosesnya. Masih banyak yang menganggap bahwa vasektomi ini prosesnya lama, ribet, operasinya menyakitkan, hingga butuh waktu lama untuk pemulihan.
Padahal kenyataannya malah sebaliknya. Vasektomi itu termasuk operasi kecil yang prosesnya cepat. Hanya sekitar 30 menitan saja, dan hanya perlu bius lokal. Bahkan setelah tindakan operasi, laki-laki sudah bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun perlu waktu pemulihan 1-3 hari.
4. Biaya vasektomi tidak semahal yang dibayangkan, dan bisa pakai BPJS
Orang-orang juga masih banyak yang menganggap bahwa vasektomi ini adalah prose atau operasi yang membutuhkan biaya mahal. Tidak sepenuhnya salah, sebab biayanya memang beragam, tergantung tempat, jenis layanan, hingga metode yang digunakan. Kisaran biayanya merentang dari 3 juta sampai 15 juta.
Tapi, banyak orang yang juga belum tahu bahwa tindakan operasi ini bisa pakai BPJS. Program ini membuat akses terhadap vasektomi menjadi lebih terjangkau. Prosedur ini bisa gratis asalkan melalui program Keluarga Berencana (KB). Caranya pun mudah. Kita tinggal hubungi petugas atau penyuluh KB setempat, lalu mendaftar serta melakukan konsultasi. Setelah itu akan ada proses pendataan yang dilanjut dengan penjadwalan di rumah sakit mitra BPJS. Kalau semua persyaratannya sudah terpenuhi, kita tinggal operasi dan tidak perlu mikir biaya lagi.
5. Vasektomi tidak langsung efektif mencegah kehamilan hari itu juga
Betul bahwa vasektomi sangat efektif dalam mencegah kehamilan secara permanen. Tapi bukan berarti langsung efektif hari itu juga. Perlu ada proses dan waktu untuk menuju titik efektivitas tersebut. Sebab, tubuh masih menyimpan sperma di saluran reproduksi sehingga pasangan tetap perlu menggunakan kontrasepsi tambahan untuk sementara.
Itulah mengapa pihak medis selalu menyarankan untuk menunggu sekitar tiga bulan sebelum mengandalkan prosedur vasektomi sebagai kontrasepsi. Dokter biasanya meminta pemeriksaan sperma beberapa waktu setelah masa tindakan. Laki-laki mungkin membutuhkan sekitar 20 kali ejakulasi atau lebih untuk membantu membersihkan sperma yang masih tersisa. Setelah semua sperma habis, barulah metode ini bisa kita katakan benar-benar efektif.
6. Bukan berarti bebas Penyakit Menular Seksual (PMS)
Ini yang harus kita ingat dan kita bedakan. Vasektomi itu bertujuan untuk mencegah kehamilan secara permanen. Prosedur ini tidak mencegah risiko terkena Penyakit Menular Seksual (PMS). Risiko terkena PMS tetap ada meskipun sudah melakukan tindakan ini.
Jadi, jika seseorang masih memiliki risiko tertular atau menularkan PMS (masih berganti-ganti pasangan, dsb), peran kontrasepsi lain seperti kondom tetap diperlukan. Jangan mentang-mentang sudah melakukan tindakan operasi lalu bisa melakukan aktivitas seksual dengan seenaknya sendiri.
7. Pertimbangkan matang-matang
Vasektomi cocok menjadi salah satu pilihan bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Namun, perlu diketahui juga bahwa vasektomi merupakan kontrasepsi permanen. Sekali terjadi, sudah tidak bisa kembali lagi. Prosedur ini bukanlah kontrasepsi yang bisa dengan bebas dilepas-pasang seperti kondom.
Makanya, perlu ada pertimbangan yang matang sebelum melakukannya. Jangan sampai ambil keputusan yang terburu-buru. Konsultasikan ke dokter dan orang-orang terdekat seperti pasangan atau orang tua sebelum yakin melakukannya. Satu hal yang terpenting, vasektomi harus dilakukan secara sukarela dan dengan kesadaran sendiri, bukan karena paksaan dari siapapun.
Pada akhirnya, vasektomi memang perlu dikenalkan lagi agar tidak selalu disalahpahami. Beberapa penjelasan di atas semoga menjadi salah satu upaya agar vasektomi mendapatkan cap dan posisi yang seharusnya.