ADVERTISEMENT

Tips Memilih Babysitter Agar Anak-Anak Aman, Orang Tua Pun Tenang

Tips Memilih Babysitter Agar Anak-Anak Aman, Orang Tua Pun Tenang

Memilih babysitter sudah menjadi sebuah seni yang harus orang tua miliki. Memilih babysitter itu bahkan sama seperti memilih pemimpin atau presiden. Perlu kejelian, kehati-hatian, dan perlu adanya background checking terhadap calon yang akan kita pilih. Kalau pilihannya tepat, maka akan aman. Tapi kalau salah pilih, ya akan berantakan.

Itulah mengapa memilih babysitter perlu ketelitian dan tinggi. Memilih babysitter nggak cukup hanya melihat apakah orangnya ramah dan terlihat sayang anak. Orang tua juga perlu mengecek lembaga penyalurnya, pengalaman kerja, cara atau kemampuan merawat anak, hingga bagaimana ketika menghadapi situasi darurat.

Semua ini wajib dilakukan, sebab babysitter-lah yang akan menghabiskan cukup banyak waktu bersama anak ketika orang tua sedang bekerja atau harus meninggalkan rumah. Jangan buru-buru, jangan asal dapat. Pertimbangkan semua aspek, jangan sampai salah pilih. Maka dari itu, beberapa tips di bawah ini mungkin bisa jadi pegangan sebelum memilih babysitter.

7 Tips memilih babysitter supaya anak-anak aman

1. Periksa latar belakang yayasan/perusahaan penyalur babysitter

Hal pertama yang harus orang tua lakukan ketika ingin mencari babysitter adalah mencari penyalur. Jika penyalurnya adalah perorangan (dari saudara atau kerabat), maka cek saja langsung ke yang bersangkutan. Tapi kalau penyalurnya adalah yayasan/perusahaan penyalur babysitter, maka wajib hukumnya untuk mencari tahu latar belakangnya.

Cari saja di internet soal seluk-beluk perusahaannya. Kalau ada kerabat atau teman yang pernah punya pengalaman, dengarkan testimoninya sekaligus minta saran dari mereka. Selain itu, orang tua harus memastikan bahwa perusahaannya resmi, legit, dan bertanggung jawab. Jangan sampai asal pilih sehingga dapat babysitter dari perusahaan yang mencurigakan. Kalau sudah begini, nasib anak-anak jadi sangat terancam.

2. Periksa latar belakang dan pengalaman kerja calon babysitter

Kalau sudah ada beberapa calon, hal pertama yang harus orang tua lakukan adalah mengecek latar belakang calon babysitter. Sebisa mungkin cek semuanya. Cek identitas pribadi mulai dari nama, usia, asal, riwayat pendidikan, hinga status pernikahan. Cek juga pengalamannya, pernah jadi babysitter atau nggak, dan kalau pernah berapa lama dan di mana saja.

Sebisa mungkin cari yang latar belakangnya nggak mencurigakan atau bermasalah, serta yang punya pengalaman menjadi babysitter. Bisa dapat babysitter yang latar belakangnya bagus dan pengalamannya tinggi jelas akan membuat orang tua tenang. Selain itu, anak-anak juga akan lebih aman.

3. Pastikan babysitter dalam keadaan sehat fisik dan mental, dan memperhatikan kebersihan

Kesehatan dan kebersihan juga jadi pertimbangan penting. Kedua aspek ini harus jadi pertimbangan dalam memilih babysitter. Pastikan calon babysitter pilihan orang tua dalam keadaan sehat, baik fisik maupun mental. Kalau ini sampai luput dan kecolongan, anak-anak yang akan jadi korbannya.

Selain itu, cari babysitter yang bersih. Bersih ini bukan berarti harus sampai level freak atau OCD kebersihan. Terlalu berlebihan kalau seperti itu. Cari saja yang tampilannya rapi, badannya (rambut, kuku, bahkan kelakuannya) bersih. Ini bisa terlihat bahkan dari pertemuan pertama, kok.

4. Ajak ngobrol santai panjang lebar, terutama mengenai anak

Sederhananya, ini adalah tahap interview. Tapi jangan dibungkus terlalu formal. Ajak ngobrol panjang lebar seperti biasa saja. Ajak ngobrol soal hidupnya, lalu arahkan perlahan topiknya ke urusan anak. Intinya buat obrolannya jadi mengalir dan senyaman mungkin. Dari obrolan ini, orang tua bisa tahu bagaimana pandangan si calon babysitter soal anak dan pengasuhannya.

Ini jadi cara yang lebih manusiawi dan lebih egaliter ketimbang interview formal pada umumnya. Plus, ada banyak hal yang bisa keluar kalau formatnya ngobrol santai. Tapi jangan terlalu santai, ya. Elemen seriusnya juga tetap harus ada, karena ini untuk tumbuh kembang anak.

5. Ajak berinteraksi dengan anak

Setelah ngobrol panjang lebar, ajak si calon babysitter berinteraksi dengan anak. Tentu tetap dalam pengawasan orang tua. Perhatikan bagaimana caranya memegang anak, bagaimana caranya mengajak bermain, berkomunikasi, merespons ketika anak rewel, dan menghormati batasan anak.

Terlihat akrab saja juga nggak cukup. Hal yang lebih penting adalah apakah calon babysitter ini memperlakukan anak dengan sabar dan nggak memaksakan kehendak. Intinya, sebelum memilih babysitter, orang tua harus tahu dulu bagaimana calon babysitter ketika berinteraksi dengan anak.

6. Pastikan nilai dan pola asuhnya sesuai, serta paham pertolongan pertama

Dari tahap ngobrol sampai interaksi dengan anak, orang tua harusnya sudah bisa membaca bagaimana pola asuh si calon babysitter. Kalau sudah terbaca, kita tinggal cocokkan apakah pola asuhnya sama dengan nilai-nilai yang ada di keluarga. Beri tahu si calon babysitter soal bagaimana nilai dan pola asuh di keluarga, serta aturan-aturan di rumah, agar bisa menyesuaikan.

Selain urusan nilai dan pola asuh, pemahaman pertolongan pertama juga penting sebagai pertimbangan. Kemampuan pertolongan pertama dan CPR dapat menjadi nilai penting, terutama jika babysitter akan menjaga bayi atau anak kecil. Sesederhana tahu apa yang harus dilakukan ketika anak atau bayi tersedak, itu sudah nilai plus, kok. Kalau dapat babysitter yang tahu akan hal ini, anak-anak akan lebih aman, orang tua juga lebih tenang.

7. Nggak ada salahnya menerapkan masa percobaan

Kalau sudah punya pilihan babysitter, terapkan masa probation atau percobaan selama 2 minggu sampai satu bulan. Awasi juga bagaimana kerjanya, bagaimana interaksinya dengan anak. Dengarkan juga bagaimana testimoni dari anak (kalau anaknya bukan bayi, apakah senang atau nggak. Jadikan masa percobaan ini sebagai penilaian awal. Kalau semuanya oke, ya silakan lanjut. Tapi kalau ada yang nggak oke, apalagi anak-anak nggak senang, ya nggak ada salahnya untuk nggak lanjut dengan babysitter ini.

Jangan buru-buru pilih babysitter

Memilih babysitter untuk anak memang tidak mudah. Cerita gagalnya sudah banyak beredar, dan beberapa kali sudah terulang. Itulah mengapa 7 tips di atas bisa jadi landasan utama bagi orang tua sebelum memilih babysitter. Kalau mau anak aman dan orang tua tenang, sebisa mungkin lakukan semuanya, jangan ada yang terlewat.

Intinya, memilih babysitter tidak bisa buru-buru. Pelan-pelan saja, cari tahu semuanya. Jangan terkecoh dengan harga murah atau bisa langsung kerja dengan cepat, yang ada malah mencurigakan. Risikonya terlalu besar dan terlalu berbahaya. Pokoknya hati-hati dan jangan sampai salah pilih, lah.

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.