Naik travel atau bus ber-AC memang terasa nyaman. Kursinya empuk, bahkan ada yang menyediakan colokan di setiap baris. Namun, AC yang terlalu dingin dan aroma tak sedap dari penumpang lain bisa membuat perjalanan terasa menyiksa. Perut mulai mual, kepala pusing, hingga keringat dingin keluar saat mabuk perjalanan melanda.
Kalau kamu sering mengalami hal seperti ini, ada beberapa tips agar tidak mabuk perjalanan yang bisa dicoba. Sebelum membahasnya, ada baiknya kita mengenali dulu penyebab tubuh merasa mual saat kendaraan melaju.
Mabuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal yang berbeda dari mata dan telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan, sedangkan mata bisa saja melihat bagian dalam kendaraan yang tampak diam. Perbedaan sinyal inilah yang dapat memicu mual, pusing, hingga muntah. Kondisi ini dikenal sebagai motion sickness atau kinetosis.
Selain gerakan kendaraan, kondisi di dalam kabin juga bisa membuat rasa mual semakin parah. AC yang terlalu dingin dan aroma menyengat, seperti bau kaki atau minyak gosok, dapat menambah rasa tidak nyaman selama perjalanan. Karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar perjalanan tetap nyaman dan kamu tidak mudah mabuk.
Atur Posisi dan Arah Pandang Sejak Naik
Salah satu cara agar tidak mabuk perjalanan adalah memilih posisi duduk yang tepat. Jika memungkinkan, pilih kursi di bagian depan atau tengah kendaraan yang terasa lebih stabil. Posisi ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gerakan kendaraan.
Setelah duduk, arahkan mata ke titik jauh di depan. Garis cakrawala atau lampu kendaraan di depan membantu mata menangkap gerakan yang sama dengan telinga. Penumpang yang melihat jalan merasakan gerak yang cocok dengan tubuhnya. Jangan buka ponsel atau membaca. Membaca novel atau menggulir TikTok memaksa mata menatap objek diam, sehingga mual datang lebih cepat.
Siapkan Perut dan Bekal Sebelum Berangkat
Selain mengatur posisi duduk dan arah pandangan, kamu juga perlu mempersiapkan kondisi tubuh sebelum berangkat. Salah satunya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan bekal yang dibawa selama perjalanan.
1. Makan ringan sebelum berangkat
Kondisi lambung yang kosong bisa memicu mual, sedangkan lambung yang terlalu penuh juga dapat memperburuknya. Karena itu, makanlah satu sampai dua jam sebelum berangkat dengan porsi sedang. Contohnya, nasi putih dengan telur rebus atau roti tawar sudah cukup.
Sebaliknya, hindari makanan bersantan atau terlalu pedas, seperti soto bersantan dan seblak pedas, karena bisa membuat lambung terasa tidak nyaman selama perjalanan. Setelah berangkat, usahakan tetap minum air putih sedikit demi sedikit agar tubuh tidak kekurangan cairan.
2. Bekal yang layak masuk tas
Selain menyiapkan kondisi perut yang optimal, kamu juga bisa membawa beberapa bekal untuk membantu mengatasi rasa mual. Salah satunya jahe. Kamu bisa membawa permen jahe atau membeli wedang jahe dari warung terdekat, lalu masukkan ke dalam tumbler agar lebih mudah dibawa.
Pilihan lainnya adalah gelang akupresur. Sebagian orang memakai gelang akupresur di titik P6, sekitar tiga jari dari lipatan pergelangan tangan. Bukti ilmiahnya beragam, tetapi alat ini murah dan aman kamu coba. Selanjutnya, siapkan kantong plastik dan tisu basah untuk jaga-jaga.
Bagi orang yang mabuk parah di setiap perjalanan, obat berisi dimenhidrinat, seperti Antimo, bisa menjadi pilihan. Minum obat itu 30 sampai 60 menit sebelum berangkat. Tapi efek sampingnya kamu bakal mengantuk jadi obat ini tidak disarankan jika kamu mengemudi.
Kelola Udara dan Aroma Agar Tidak Mabuk
Selain mengatur posisi duduk dan menyiapkan bekal, kondisi udara di dalam kendaraan juga perlu diperhatikan. AC yang terlalu dingin dan aroma menyengat bisa membuat perjalanan terasa tidak nyaman, terutama bagi kamu yang mudah mabuk perjalanan. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya.
1. Saat AC bus terlalu dingin
Banyak bus antarkota menurunkan suhu kabin sampai penumpang menggigil. Suhu yang terlalu dingin menyebabkan otot tegang dan perut tidak nyaman. Karena itu, bawa jaket dan kaus kaki tebal. Syal tipis menutup hidung dan leher, jadi kamu menyaring bau sambil menghangatkan badan.
Putar lubang AC di atas kursimu sampai embusan kecil mengenai wajah. Tutup lubang itu bila embusan terasa kencang. Namun, AC yang mati membuat kabin pengap dan memicu mual. Kamu dan penumpang lain juga bisa meminta kru menaikkan suhu. Di mobil pribadi, buka celah jendela saat jalan sepi untuk menukar udara.
2. Saat bau kabin menyengat
Kabin bus yang rapat menyimpan bau badan dan bau kaki, dan bau bahan bakar yang bercampur jadi satu. Penumpang yang membawa bekal menyebarkan bau gorengan ke baris sekitarnya. Saat bus mengantre keluar terminal, bau solar masuk lewat ventilasi. Hidung peka memicu mual sebelum bus mencapai jalan tol. Bau itu mengendap di kabin sampai kru membuka pintu di rest area.
Untuk itu, pakai masker dan teteskan minyak kayu putih di bagian luarnya. Kalau kursi sebelah kosong, pindahlah dan jauhi sumber bau. Jika tidak ada kursi kosong, minta bantuan kru untuk mencari solusi yang memungkinkan.
3. Parfum mobil dan rest area
Bukan hanya bau badan atau bahan bakar, pengharum mobil yang terlalu menyengat juga bisa memicu mual dan mabuk. Banyak sopir travel memasang pengharum berlapis. Jika aromanya mengganggu, kamu bisa meminta sopir mengurangi atau melepas pengharum tersebut sebelum perjalanan dimulai. Pilihan lainnya, pindah kursi jika tersedia.
Selain menghindari aroma yang mengganggu, manfaatkan waktu istirahat di rest area. Saat bis atau travel berhenti di rest area turunlah dan jalan kaki lima menit. Hirup udara luar, lalu minum seteguk air mineral sebelum naik lagi. Dengan cara itu, kamu memutus siklus mual sebelum memuncak. Jika travel jarang berhenti, minta sopir menepi saat mual menguat.
Tips ini juga perlu diperhatikan jika kamu bepergian bersama anak-anak. Anak usia 2 sampai 12 tahun paling rentan mabuk perjalanan, jadi orang tua perlu mengenali tanda awalnya. Wajah pucat dan menguap berulang kali menandakan muntah akan keluar sebentar lagi. Hentikan kendaraan di tempat aman, lalu beri udara segar. Jika keluhan berlangsung lama setelah perjalanan atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera periksakan anak ke dokter.
Praktikkan Tips agar Tidak Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan memang bisa mengganggu kenyamanan. Namun, beberapa tips di atas bisa kamu praktikkan untuk membantu mengurangi rasa mual selama perjalanan. Lagipula, perjalanan panjang akan terasa lebih melelahkan jika disertai mual.
Coba beberapa cara sampai kamu menemukan yang paling cocok. Dengan begitu, kamu bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Mudik ke kampung halaman atau bepergian menggunakan kendaraan pun bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan.