Di Jakarta, hampir semua orang punya satu cerita tentang parkir. Ada yang berputar tiga lantai demi satu slot, ada yang harus adu argumen soal tarif, dan ada juga yang pulang membawa dendam kecil yang awet sampai bulan depan. Cerita-cerita itu jarang masuk berita, tetapi ia menumpuk di tempat yang tidak kita duga. Ya, kolom ulasan Google Maps. Salah satunya di gedung parkir Mayapada Tower 1, yang oleh 28 pengulas di Google Maps diberi nilai 3,3.
Di Google Maps, alamatnya tercatat di Jl. Penjernihan I, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Itu bukan alamat menara kantornya yang di Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28. Menurut satu ulasan lama, gedung parkirnya memang berada di belakang gedung utama. Jadi kalau kamu mengira parkir di Sudirman pasti pintunya di Sudirman, ternyata tidak. Jakarta memang gemar bermain petak umpet.
Banyak Sumber Menyebut, Gedung Parkir Mayapada Tower Dulu Namanya Wisma Bank Dharmala
Sebelum bicara parkir, kenalan dulu dengan induknya. Menara di depannya awalnya dikenal sebagai Wisma Bank Dharmala, selesai dibangun pada 1992, dan direnovasi besar pada 2005. Nama Mayapada Tower baru dipakai sejak 2005.
Riwayat lengkapnya dicatat blog sejarah Setiap Gedung Punya Cerita, yang merujuk majalah Konstruksi terbitan 1992. Gedung ini dikembangkan PT Putra Surya Perkasa dan dikenal sebagai kantor pusat Bank Dharmala. Ketika dibuka untuk umum pada Januari 1992, 70 persen ruang kantornya sudah terisi di tengah kelebihan pasokan gedung kantor, dan pada 1994 keterisiannya naik ke 92 persen. Tingginya sekitar 94,5 meter, 20 lantai plus 2 basement. Artinya sejak awal gedung ini laku. Orang-orang datang, dan orang-orang itu membawa mobil.
Menurut catatan yang sama, kompleks ini punya dua bangunan, menara kantor dan gedung parkir berlantai 12 berkapasitas 700 mobil, yang disebut dibangun agak terlambat. Rasanya tidak ada yang lebih Indonesia daripada menara yang sudah berdiri, penyewa yang sudah masuk, baru semua orang sadar bahwa mobil perlu tempat tinggal. Sejak itu gedung parkir Mayapada Tower 1 hidup sebagai solusi yang datang setelah masalahnya sendiri.
Berapa Sebenarnya Lantai dan Slotnya?
Di sinilah saya menggaruk kepala. Ada tiga versi angka:
- Catatan sejarah di atas, terdiri 12 lantai dan 700 mobil.
- Satu ulasan lama di Google Maps (ditulis sekitar tujuh tahun lalu), 10 lantai, dengan basement 2 sampai lantai 5 untuk tenant member.
- Banyak listing broker properti: 240 lot untuk penyewa dan tamu. Angka yang sama muncul di sewakantor-online, sewajualkantor, dan inproperti.
Kalau 240 dibagi 12 lantai, hasilnya 20 mobil per lantai. Itu bukan gedung parkir, itu galeri. Saya tidak tahu mana yang benar, dan tidak ada sumber yang menjelaskan selisihnya. Mungkin 240 adalah jatah tertentu, mungkin angka lama yang disalin dari satu listing ke listing lain. Yang jelas, gedung parkir Mayapada Tower 1 Jakarta punya kapasitas yang tidak bisa diseragamkan bahkan oleh orang yang menjualnya.
Mobil Panther yang Tak Mau Mengalah
Sekarang keluhan yang paling banyak. Seorang pengulas di Google Maps menulis bahwa parkir sulit karena dikuasai mobil operasional gedung, dan ia menyebut jenisnya, Panther. Ia bertanya dengan polos, “sebenarnya yang membayar itu penyewa atau mobil operasional gedung?” Menurutnya lantai 3 sampai 5 paling banyak dikuasai. Keluhan serupa muncul di situs sewa kantor, parkir mobil penuh perjuangan karena tiap lantai terasa dikuasai kendaraan milik gedung, dan pengulasnya berharap kendaraan gedung mau mengalah.
Ini keluhan sepihak dari penyewa yang kesal, dan saya tidak bisa memverifikasinya. Tetapi bayangkan sensasinya. Kamu naik ke lantai tiga dan berputar. Lantai empat, berputar lagi. Lantai lima, mulai membaca doa. Di ujung lorong ada celah, kamu hampir bersorak, ternyata itu bayangan tiang. Hidup memang semenyenangkan itu, yang kita kira kosong ternyata cuma pilar beton.
Ulasan lain di Maps menyebut tempat parkirnya sempit dan satpam yang ditanya menjawab dengan judes. Lorong sempit dan jawaban judes adalah resep klasik untuk pagi yang buruk di gedung parkir Mayapada Tower 1.
Soal Tarif Gedung Parkir Mayapada Tower 1 dan Tiket Orang Lain
Ada ulasan tiga tahun lalu di Maps yang bikin geleng kepala. Pengulasnya parkir kurang dari satu jam, tetapi dikenai tarif dua jam, Rp8.000. Waktu minta tiket, ia diberi tiket orang lain dengan tarif Rp12.000. Ketika protes, petugas yang bicara kepadanya disebutnya lebih galak daripada dirinya sendiri. Ia berharap parkirnya nanti pakai e-wallet saja. Harapan yang wajar, tetapi ulasan itu berusia tiga tahun. Saya tidak tahu apakah sistemnya sekarang sudah berubah.
Motor, Jukir, dan “Uang Kopi”
Ada pengulas yang mengantar paket dan kesulitan memarkir motor sebentar. Menurut tulisannya, motor akhirnya parkir di jalan umum dan di sana ada juru parkir liar. Entah kondisinya sudah berubah, atau memang berbeda untuk tenant dan tamu, karena listing sewa kantor justru mencantumkan tarif langganan parkir motor tahunan. Ada juga ulasan yang menuduh petugas keamanan meminta uang kopi. Itu keluhan dari satu ulasan tanpa bukti yang bisa saya periksa, jadi di sini saya catat saja, bukan fakta. Ulasan lain menyebut petugas keamanan dan resepsionis buruk, sementara di situs sewa kantor tadi ada yang memuji petugas keamanannya ramah dan selalu siaga. Kalau gedungnya besar, pengalaman orang bisa beda.
Ulasan Pinjaman Online yang Nyasar
Bagian ini mengejutkan saya. Dari 28 ulasan di Maps, empat isinya sama sekali bukan soal parkir, melainkan soal pinjaman online, uang yang sudah ditransfer tetapi tidak kembali, dan seseorang yang hampir tertipu sebuah aplikasi. Tidak ada satupun yang menyebut mobil atau tiket.
Kenapa keluhan pinjaman muncul di halaman gedung parkir? Saya tidak tahu, dan saya tidak bisa memverifikasi klaim mereka. Mungkin salah halaman, mungkin ada hubungannya dengan alamat yang dipakai pihak lain. Yang pasti, halaman Maps gedung parkir Mayapada Tower 1 sesekali jadi papan pengaduan darurat. Kalau mereka memang korban, semoga uangnya kembali.
Sepi juga di tempat lain. Di Foursquare, gedung parkir ini hanya tercatat dengan satu foto dari 2013 dan tanpa satu pun tips.
Sisi Manis Gedung Parkir Mayapada Tower 1 Jakarta, Ayam dan Sambalnya Juara
Supaya adil, tidak semua pahit soal Gedung Parkir Mayapada Tower 1 Jakarta. Seorang pengulas menulis bahwa jajan di gedung Mayapada itu enak, terutama ayam dari sebuah gerai dengan sambal aneka jenis. Ada juga yang mampir untuk mengambil paket sembako kantor. Ekosistem kompleks ini ternyata bukan cuma mobil dan tiket, tetapi juga ayam, sembako, dan paket ojek online. Sisi lainnya, ada ulasan yang menyebut toilet lantai dasar kotor dan banyak kecoa. Umurnya hampir setahun, jadi bisa jadi sudah dibersihkan.
Duit Langganan
Untuk penyewa yang berlangganan, ada dua kelas. Reserved (slot dijamin) dan unreserved (ikut lomba). Sewakantorcbd menulis Rp7,5 juta untuk reserved dan Rp5,28 juta untuk unreserved, dengan label tahunan. Sementara listing Colliers untuk satu unit menulis Rp63,36 juta per tahun tanpa reservasi dan Rp90 juta dengan reservasi.
Angkanya tepat 12 kali lipat, jadi kemungkinan besar Rp7,5 juta dan Rp5,28 juta itu tarif per bulan yang salah diberi label tahunan. Itu dugaan saya dari pola angka, bukan konfirmasi resmi. Kalau benar, reserved itu bukan membeli tempat parkir, melainkan membeli ketenangan batin. Harganya mahal karena memang tidak ada versi diskonnya.
Cara Bertahan (Versi Orang Sabar)
- Datang lebih pagi dari atasanmu. Ini nasihat tertua di dunia parkir.
- Minta struk atau tiket yang jelas, dan cek jamnya. Tiga tahun lalu tiket orang lain sempat tertukar.
- Kalau membawa motor, jangan asumsikan ada tempatnya. Tanyakan dulu.
- Jangan percaya lantai yang kelihatan kosong dari jauh.
- Kalau bisa, naik MRT. Salah satu listing menyebut Stasiun MRT Setiabudi Astra, halte Transjakarta, dan JPO Karet Sudirman di sekitar gedung. Kereta tidak pernah bertanya kamu sudah dapat slot atau belum.
Jadi apa yang bisa kita simpulkan tentang gedung parkir Mayapada Tower 1 Jakarta? Rating 3,3 dari 28 ulasan bukan kiamat, tetapi cukup membuat pengunjung menarik napas dulu sebelum masuk. Keluhannya berputar di soal slot, tarif, dan sikap petugas.
Di sisi lain ada ayam bersambal dan lokasi yang strategis. Sebagian besar keluhan parkir berumur dua sampai tujuh tahun, jadi kondisi sekarang bisa berbeda, kondisinya mungkin lebih baik.
