Dunia pertahanan maritim Indonesia sepertinya sedang berbunga-bunga. Sebab kapal induk KRI Sriwijaya (KRI Sriwijaya-100) akhirnya resmi memperkuat TNI Angkatan Laut, sekaligus menjadi kapal induk pertama milik Indonesia. Kapal ini sebelumnya merupakan kapal perang Italia bernama ITS Giuseppe Garibaldi, sebelum berganti bendera dan nama menjadi KRI Sriwijaya.
Kehadirannya bukan sekadar menambah satu kapal berukuran besar dalam armada TNI AL. KRI Sriwijaya menjadi pusat komando operasi laut, membawa kemampuan penerbangan dari laut, dukungan operasi jarak jauh, hingga misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Kapal ini menjadi bagian dari pembangunan dan modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia.
Berkenalan dengan Kapal Induk Pertama Indonesia KRI Sriwijaya
Kapal induk ini memang bukan kapal baru. Nama sebelumnya adalah ITS Giuseppe Garibaldi, kapal induk kategori ringan (light aircraft carrier) milik angkatan laut Italia, buatan Fincantieri S.p.A. Usia kapal ini juga tidak bisa dibilang muda. Peluncuran pertamanya berlangsung pada 1983. Dua tahun berselang, kapal ini mulai berlayar.
Kapal ITS Giuseppe Garibaldi punya karier yang cukup panjang. Kapal ini pernah terlibat dalam beberapa operasi militer gabungan, mulai dari Kosovo, Afghanistan, hingga Libya. Setelah puluhan tahun, kapal ini akhirnya pensiun pada Oktober 2024. Belum genap dua tahun, kapal ini bangkit dari masa pensiunnya, dan resmi berubah menjadi KRI Sriwijaya, kapal induk milik Indonesia.
KRI Sriwijaya diresmikan sebagai armada baru Angkatan Laut pada 24 September 2026 di Tanjung Priok. Kapal yang memiliki panjang sekitar 180,2 meter dengan bobot perpindahan mencapai 13.850 ton ini dinamakan Sriwijaya karena merujuk pada salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara, yaitu Kerajaan Sriwijaya.
Beragam keunggulan KRI Sriwijaya
KRI Sriwijaya diambil alih kepemilikannya oleh Indonesia tentu bukan tanpa alasan. Usianya memang sudah tidak muda dan sudah pernah pensiun. Tapi bukan berarti kapal induk ini tidak punya hal-hal yang bisa diunggulkan.
Performa mesin yang tangguh dan manuver yang cukup gesit
KRI Sriwijaya memang bukan golongan kapal induk besar. Secara ukuran, kapal ini jelas kalah jika dibandingkan dengan USS Harry S. Truman milik Amerika Serikat. Namun, dengan ukurannya saat ini, kapal ini sudah cukup untuk kebutuhan Indonesia. KRI Sriwijaya memiliki panjang sekitar 180,2 meter, lebar 23,4 meter, dan dek penerbangan sepanjang sekitar 173,8 meter.
Soal mesin dan performa, KRI Sriwijaya menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 dengan total daya sekitar 60.400 kilowatt (setara 80.998 tenaga kuda). Sistem tersebut membuat KRI Sriwijaya mampu melaju hingga sekitar 30 knot (56 km/jam). Jangkauannya juga mencapai sekitar 7.000 mil laut. Kemampuan tersebut membuat kapal tidak hanya berguna untuk operasi di sekitar perairan Indonesia, tetapi juga memberikan fleksibilitas untuk menjalankan pelayaran jarak jauh.
Dek penerbangan yang juga jadi keunggulan
Salah satu nilai plus terbesar KRI Sriwijaya tentu berada di dek penerbangannya. Kapal ini memang dirancang sebagai pangkalan udara terapung (mobile floating airbase) yang bisa menampung 10-18 helikopter, serta mendukung pesawat dengan kemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL). Kemampuan tersebut menjadikan kapal ini bisa membawa dukungan udara (dalam bentuk apapun) tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pangkalan darat.
Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, keunggulan tersendiri. Sebab banyak wilayah Indonesia memiliki pulau-pulau yang sulit dijangkau dengan cepat melalui jalur darat. Itulah mengapa TNI AL mengatakan bahwa kapal ini juga akan mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam penanganan bencana alam dan bantuan kemanusiaan.
Di sinilah ukuran dan kemampuan penerbangannya bisa menjadi keuntungan besar. Ketika bencana memutus akses jalan atau membuat suatu wilayah sulit dijangkau, kapal dapat menjadi salah satu titik dukungan bergerak di laut. KRI Sriwijaya dapat membawa personel dan logistik, sementara helikopter serta drone membantu menjangkau area yang tidak mudah diakses dari kapal.
Menjadi pusat dukungan di area laut
Keunggulan lain KRI Sriwijaya adalah kapasitasnya sebagai kapal berukuran besar yang dapat membawa banyak personel dan armada. Dalam misi kemanusiaan, misalnya, kapal ini dapat berperan sebagai bagian dari rantai distribusi bantuan menuju wilayah terdampak bencana. Kapal juga dapat menjadi titik koordinasi bergerak ketika operasi berlangsung di kawasan kepulauan.
Bahkan di situasi perang sekalipun, kapal ini bisa jadi pusat komando di laut. Kapal ini bisa jadi titik penerbangan helikopter, drone, atau pesawat tempur seperti yang pernah dilakukan ketika masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Selain itu, kapal ini juga bisa membantu serangan dengan menembakkan torpedo atau rudal.
Memiliki sistem pertahanan sendiri
Sebagai kapal yang dulunya merupakan kapal perang, KRI Sriwijaya tentu saja dilengkapi sistem pertahanan untuk melindungi dirinya dari berbagai ancaman. Kapal kelas Garibaldi memiliki sistem pertahanan seperti peluncur rudal anti pesawat Aspide, sistem senjata DARDO, serta meriam Breda 40/70.Kemampuan tersebut membuat KRI Sriwijaya tidak hanya berperan sebagai tempat pengoperasian unsur penerbangan. Kapal juga memiliki kemampuan pertahanan diri ketika menjalankan misi di laut.
Sayangnya, semua ini belum akan berfungsi dengan maksimal, sebab selain Indonesia tidak sedang berada dalam situasi perang, kapal ini ditujukan untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tapi ya tidak apa-apa, setidaknya Indonesia sudah siap kalau amit-amit nanti terjadi perang.
Peran penting KRI Sriwijaya bagi Indonesia
Melihat dan mengamati fitur serta keunggulan KRI Sriwijaya, kita bisa tahu bahwa kapal ini akan punya peran penting bagi Indonesia. Hadirnya KRI Sriwijaya (KRI Sriwijaya-100) juga menandai perubahan penting dalam kemampuan TNI AL. Selain karena ini adalah kapal induk pertama Indonesia, TNI AL juga punya banyak pilihan dalam menyusun operasi atau misi di laut.
Tidak ada harapan yang muluk-muluk terhadap KRI Sriwijaya. Semoga kapal yang “tidak muda” ini bisa memberikan yang terbaik dan tidak jadi pembelian yang sia-sia. Semoga juga bisa jadi legenda seperti Sriwijaya, serta bisa sesukses dan semasyhur Sriwijaya.
Baca Artikel lain TNI AL Punya Perjanjian dengan Nyi Roro Kidul, dan Ini Beneran
