ADVERTISEMENT

Selain Jurnal SINTA, Inilah 7 Platform Jurnal Ilmiah Populer Untuk Mencari Referensi

jurnal ilmiah populer

Mahasiswa dan akademisi di Indonesia kerap menjadikan jurnal SINTA sebagai sumber referensi utama ketika mengerjakan skripsi, penelitian, atau karya ilmiah. Mereka juga kerap menjadikan indeksasi tersebut sebagai pertimbangan saat memilih publikasi atau jurnal ilmiah yang kredibel.

Namun, jurnal SINTA bukanlah satu-satunya sumber referensi penelitian. Ada banyak platform jurnal ilmiah yang menawarkan berbagai macam publikasi nasional maupun internasional. Setiap platform juga memiliki karakteristik dan fokus bidang yang berbeda.

Apa itu jurnal SINTA?

SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem indeksasi publikasi ilmiah yang dikelola Kemendiktisaintek. SINTA menghimpun, mengindeks, dan memetakan berbagai publikasi ilmiah di Indonesia. Bagi mahasiswa dan peneliti, SINTA menjadi salah satu rujukan untuk menemukan jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi. Selain itu, SINTA juga bisa menjadi etalase bagi mahasiswa, peneliti, dan institusi untuk memamerkan hasil publikasi mereka.

Meski jurnal terindeks SINTA menjadi salah satu rujukan penting untuk kebutuhan akademik, peneliti tetap perlu memperluas referensi mereka. Peneliti harus tetap mencari rujukan jurnal dari platform lain. Beberapa platform berikut bisa membantu pencarian referensi selain SINTA.

Platform jurnal selain SINTA yang populer

1. Google Scholar

Google Scholar merupakan salah satu mesin pencari jurnal akademik yang paling populer dan mudah digunakan. Platform ini memungkinkan para pengguna mencari jurnal ilmiah, buku, hingga berbagai macam publikasi dari berbagai bidang. Pengguna juga tidak perlu mendaftar atau membayar biaya langganan untuk bisa mencari publikasi di Google Scholar. Tinggal masukkan kata kunci, maka akan keluar semua publikasi yang terkait.

Hanya saja, Google Scholar adalah mesin pencari akademik. Hasil pencarian yang keluar adalah hasil keseluruhan dari berbagai sumber yang terkait dengan kata kunci. Jadi, para pengguna harus tetap mengecek kredibilitas sumber dan publikasi ilmiah yang ditemukan agar tetap kuat sebagai referensi penelitian.

2. GARUDA

Namanya memang tidak terdengar seperti platform jurnal akademik. Tapi GARUDA atau Garba Rujukan Digital punya pamor yang tidak kaleng-kaleng. Sama seperti SINTA, GARUDA adalah platform jurnal yang dikelola oleh Kemendiktisaintek. GARUDA menyediakan berbagai macam jurnal ilmiah Indonesia dari berbagai macam bidang yang bisa dibaca dan diunduh secara gratis.

Selain itu, GARUDA juga berperan sebagai platform untuk mempublikasikan jurnal. Makanya, GARUDA bisa jadi platform jurnal yang cocok sebagai pengganti SINTA.

3. DOAJ (Directory of Open Access Journal)

Seperti namanya, DOAJ atau Directory of Open Access Journal merupakan sebuah direktori jurnal terbuka. Artinya, DOAJ mengindeks dan menyediakan berbagai macam jurnal berkualitas dari seluruh dunia yang bisa diakses secara bebas atau terbuka (open access). Para peneliti atau akademisi bisa mengakses jurnal-jurnal secara gratis, tanpa perlu biaya langganan.

Platform ini tentu cocok bagi para mahasiswa yang sedang mencari referensi untuk mengerjakan skripsi. Apalagi mahasiswa yang uangnya pas-pasan dan tidak mampu berlangganan platform jurnal. Maka dari itu, platform jurnal open access seperti DOAJ tentu bisa jadi pilihan terbaik.

4. JSTOR

JSTOR (Journal Storage) merupakan perpustakaan digital yang menyediakan berbagai sumber literatur akademik. Koleksinya mencakup jurnal ilmiah, buku, dan sumber primer dari berbagai bidang. Pengguna bisa menemukan referensi untuk berbagai macam ilmu, mulai dari ilmu humaniora, ilmu sosial, sejarah, seni, hingga bidang akademik lainnya.

Sebagian koleksi JSTOR memerlukan langganan untuk mengakses teks lengkapnya. Namun, platform ini juga menyediakan sejumlah jurnal dan publikasi open access yang bisa dibaca secara gratis. Pengguna dapat memanfaatkan JSTOR untuk mencari literatur akademik, terutama ketika membutuhkan referensi dari bidang humaniora dan ilmu sosial.

5. PubMed

PubMed merupakan pusat data global terkait jurnal di bidang kesehatan, kedokteran, dan biomedis. PubMed menjadi salah satu rujukan utama bagi mahasiswa kedokteran dan peneliti di bidang medis dalam mencari jurnal berstandar internasional. Bahkan dokter dan tenaga medis juga masih menggunakan PubMed untuk mencari rujukan-rujukan ilmiah.

Berbeda dengan platform jurnal yang lain, PubMed memang fokus di bidang tertentu saja. Namun itu menjadi kelebihan PubMed, bahwa platform ini punya spesialisasi di bidang tertentu. Jadi, siapapun yang masuk ke PubMed, pasti akan cari jurnal terkait ilmu kesehatan, bukan yang lain.

6. ScienceDirect

ScienceDirect merupakan platform database online milik penerbit Elsevier asal Belanda. Sebagai platform jurnal online, ScienceDirect menyediakan banyak jurnal dan publikasi ilmiah internasional. Jurnal dan publikasi ilmiah yang tersedia dari berbagai macam disiplin ilmu, mulai dari ilmu kesehatan hingga ilmu humaniora.

Sayangnya, platform ini kurang cocok bagi mahasiswa, sebab hampir semua akses terhadap jurnal dan publikasi perlu biaya langganan.

7. e-Resource Perpusnas

e-resource Perpusnas bisa jadi platform andalan bagi siapapun yang sedang sibuk mencari jurnal untuk keperluan apapun. Sebab platform ini menyediakan akses ke berbagai macam jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional. Perpusnas juga sudah berlangganan ke platform penyedia jurnal nasional dan internasional. Jadi, kita bisa mengakses semuanya dengan cuma-cuma. Syarat mengaksesnya pun sangat mudah, hanya perlu mendaftar sebagai anggota.

Pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan

Setiap platform memiliki spesialisasi dan fungsi yang berbeda. Jurnal SINTA bisa menjadi titik mula untuk mencari rujukan ilmiah di lingkup Indonesia. Sedangkan platform lain seperti DOAJ, JSTOR hingga PubMed bisa menjadi rujukan selanjutnya guna memperkuat perspektif.

Oleh karena itu, jangan hanya menjadikan jurnal SINTA sebagai sumber tunggal ketika mencari rujukan ilmiah. Gunakan beberapa jurnal dari platform lain sebagai sumber rujukan agar bisa menemukan literatur yang relevan. Tingga menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan saja.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.