Jalur Pantura (Pantai Utara) dan jalur Pansela (Pantai Selatan) adalah dua koridor jalan nasional yang membentang sejajar di Pulau Jawa. Pantura menyusuri pesisir utara dengan jalan datar, lalu lintas padat, dan deretan kota besar. Pansela menyusuri pesisir selatan dengan jalan berkelok, lalu lintas lebih lengang, dan pemandangan pantai.
Jadi liburan akhir tahun, kamu dan keluarga ingin melakukan perjalanan dari Jakarta menuju ke Malang via darat. Pembahasan yang biasanya muncul adalah full tol, lewat jalur utara atau selatan. Biasanya pertimbangannya adalah, via tol lebih cepat namun ada harga yang harus dibayar, jalur utara relatif cepat dan gratis namun pemandangan kurang bagus. Jalur selatan meski jarak tempuhnya lebih jauh, tapi menawarkan pemandangan yang bagus.
Memahami jalur pantura dan jalur pansela berarti memahami dua cara Jawa menghubungkan ujung barat dengan ujung timur. Pantura adalah singkatan dari Pantai Utara.
Akar Pantura berasal dari Jalan Raya Pos. Gubernur Jenderal Daendels memerintahkan pembangunannya pada 1808, dari Anyer sampai Panarukan. Panjangnya mendekati seribu kilometer. Di Jawa Tengah, jalan itu menumpang pada jalan pesisir lama dari masa Mataram Islam. Kini, Kementerian PUPR mencatat Pantura membentang dari Merak sampai Banyuwangi sepanjang 1.161 kilometer.
Kepadatan menjadi masalah lama Pantura. Volume kendaraan naik dari tahun ke tahun, sementara permukiman dan pabrik di sisi jalan menyulitkan pelebaran. Akibatnya, jalan itu jenuh pada jam sibuk dan musim libur.
Pansela adalah singkatan dari Pantai Selatan. Jalur ini berupa rangkaian jalan nasional di pesisir selatan, dari Banten sampai Banyuwangi. Data PUPR menyebut panjangnya 1.405 kilometer, dengan lebar rata-rata lima sampai tujuh meter. Selain itu, jalur ini melewati 23 kabupaten di lima provinsi. Pemerintah menyiapkan Pansela untuk mengurai beban Pantura dan membuka akses wisata pesisir selatan.
Daftar Kota di Sepanjang Jalur Pantura
Rute klasik Pantura menghubungkan Jakarta dengan Surabaya, lalu menyambung ke ujung timur Jawa. Dari barat ke timur, kamu melewati kota berikut:
- Banten dan DKI Jakarta: Merak, Cilegon, Serang, Tangerang, Jakarta
- Jawa Barat: Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon
- Jawa Tengah: Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang
- Jawa Timur: Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi
Kota-kota ini punya karakter masing-masing. Di Jawa Barat, Cirebon menyajikan empal gentong dan nasi jamblang. Indramayu terkenal dengan mangga. Karawang punya hamparan sawah di tepi jalan.
Masuk Jawa Tengah, Brebes memanen bawang merah dan membuat telur asin. Tegal melahirkan warteg, dan teh poci. Pekalongan merupakan sentra batik serta menawarkan kuliner nasi megono. Di Semarang kamu bisa menikmati suasana pecinan sambil menikmati lumpia, tahu gimbal, dan bandeng presto. Selain itu, Kudus menyajikan soto dan membuat jenang, sedangkan Pati punya nasi gandul.
Di Jawa Timur, Lamongan terkenal dengan soto dan pecel lele. Gresik menyajikan nasi krawu. Surabaya menawarkan dengan rawon, rujak cingur, dan lontong balap. Sebagai penutup rute, kamu bisa menikmati pemandangan Baluran dan menyantap sego tempong di Banyuwangi.
Daftar Kota di Sepanjang Jalur Pansela
Pansela punya beberapa variasi rute. Jalur utamanya melewati kabupaten dan kota berikut:
- Banten: Serang, Pandeglang, Lebak
- Jawa Barat: Sukabumi (Pelabuhan Ratu), Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran
- Jawa Tengah: Cilacap, Kebumen, Purworejo
- DI Yogyakarta: Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul
- Jawa Timur: Pacitan, Blitar, hingga Banyuwangi
Pemerintah memperkenalkan Pansela sebagai rute wisata yang menyambung Sukabumi, Pangandaran, Cilacap, Yogyakarta, dan Wonogiri. Misalnya, pemudik dari Jakarta bisa masuk lewat Pelabuhan Ratu, menembus Cianjur selatan dan Garut selatan, lalu turun ke Pangandaran.
Di Kebumen, sate Ambal layak jadi tempat singgah. Satu ruas Pansela di Purworejo memakai nama Jalan Daendels. Pada Lebaran 2023, Kementerian PUPR membuka posko mudik di ruas Tepus-Jerukwudel, Gunungkidul.
Sebelum berangkat, cek kondisi ruas terbaru. Pada 2023, Kemenhub menilai ruas Cilacap sampai Kebumen sepanjang 15 kilometer belum layak untuk mudik karena medannya terlalu ekstrem. Ruas terberat antara Kebumen dan Cilacap ini bisa ditemui di tanjakan Ayah yang terkenal sempit dan curam.
Perbedaan Kedua Jalur dari Sisi Jalan, Lalu Lintas, dan Wisata
Perbedaan jalur pantura dan jalur pansela terasa saat kamu berada di jalan. Pantura menghubungkan kota besar dan pusat ekonomi. Pansela menghubungkan pantai dan kawasan wisata. Perbedaan itu muncul pada tiga hal: kondisi jalan, lalu lintas, dan fasilitas.
Kondisi dan karakter jalan
Pantura melintasi dataran pesisir, jadi jalannya lurus dan lebar di banyak ruas. Namun kepadatan dan muatan berlebih membuat aspalnya cepat rusak. Pansela punya medan berkelok dan naik-turun bukit dari Garut sampai Pangandaran. Lebar rata-rata Pansela berkisar lima sampai tujuh meter, jadi bus dan truk perlu menurunkan kecepatan di tikungan. Di Kebumen, selepas Pantai Logending, tikungan tajam menunggu pengemudi. Banyak ruas Pansela tidak punya lampu jalan, jadi berangkatlah pagi.
Lalu lintas dan waktu tempuh
Pantura adalah urat nadi logistik Jawa. Truk, bus, dan motor berbagi jalan yang sama. Pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur memadati jalur ini setiap tahun. Kemacetan Brebes Exit pada mudik 2016 membekas di ingatan pemudik.
Sementara itu, Pansela lebih sepi, dan pemerintah mendorong pemudik memakainya saat Pantura ramai. Namun rute selatan lebih panjang dan berkelok, sehingga waktu tempuh bertambah. Tanpa tol, kamu menempuh seluruh jarak lewat jalan biasa.
Fasilitas dan wisata
Pantura penuh SPBU, rumah makan, bengkel, dan penginapan. Pilihan tempat berhenti melimpah. Warga Jakarta yang mudik ke Semarang, misalnya, bisa makan di Tegal lalu menginap di Pekalongan tanpa keluar jalur.
Di sisi lain, Pansela terkenal lebih lenggang sehingga kamu tidak bisa mencari penginapan semudah Pantura. Beberapa spot pantai yang bisa kamu kunjungi diantaranya adalah Ranca Buaya, Santolo, Sayang Heulang, dan Pangandaran di Jawa Barat.
Di Bantul ada Parangtritis. Meski begitu, fasilitas di beberapa ruas lebih jarang. Isi bensin sampai penuh sebelum memasuki ruas sepi.
Memilih jalur sesuai kebutuhan
Pilih Pantura kalau kamu membawa anak kecil, orang tua, atau jadwal ketat. Fasilitas lengkap memudahkan kamu berhenti kapan saja. Pilih Pansela kalau liburmu panjang dan kamu menikmati menyetir. Rute selatan cocok untuk touring motor atau mobil dengan lebih dari satu pengemudi.
Apa pun jalurnya, periksa rem, ban, dan lampu sebelum berangkat. Jalan berkelok di selatan menuntut rem yang sehat. Di utara, jalan lurus memancing kantuk, jadi istirahatlah setiap dua jam.
Pilih Mana?
Kedua jalur lahir dari kebutuhan yang sama, yaitu menghubungkan Jawa dari barat ke timur. Kalau waktu mepet dan bagasi penuh, Pantura menjadi pilihan praktis. Saat libur panjang dan kendaraan sehat, Pansela memberi opsi perjalanan dengan pemandangan yang memanjakan mata.