ADVERTISEMENT

Jangan Buru-Buru Bayar! Cek Dulu 8 Bagian Ini Sebelum Beli Motor Bekas Biar Dapat Harga yang Layak dan Nggak Rugi

Jangan Buru-Buru Bayar! Cek Dulu 8 Bagian Ini Sebelum Beli Motor Bekas Biar Dapat Harga yang Layak dan Nggak Rugi

Beli motor bekas memang punya seninya sendiri. Ini adalah ranah yang tergolong tricky, tapi sekaligus menyenangkan jika sudah tahu seluk-beluknya. Bagi para pembeli, mereka perlu punya keahlian yang lebih untuk bisa menebus sebuah motor bekas tanpa merasa rugi atau tertipu. Pembeli seakan wajib punya kecermatan dan pengetahuan akan beberapa detail motor.

Motor bekas memang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, Jangan cuma terpikat bodi mulus atau harga yang kelihatan murah, sebab kondisi setiap motor pasti akan berbeda. Karena itu, luangkan waktu untuk memeriksa beberapa bagian berikut sebelum memberikan uang muka atau menyelesaikan pembayaran. 

Bagian motor bekas yang perlu dicek terlebih dahulu

Ketika membeli motor bekas, sebisa mungkin cek semua elemen atau bagian motor. Tapi jika tidak sempat mengecek semuanya, setidaknya cek 8 bagian pada motor berikut ini.

1. Kelengkapan surat-surat serta kecocokan nomor rangka dan mesinnya

Bagian pertama yang harus kita cek ketika membeli motor bekas adalah dokumen atau surat-suratnya. Ini meliputi BPKB dan STNK, bahkan termasuk faktur pembelian jika kita beli motornya dari tangan pertama. Setelah itu, sebisa mungkin cocokkan nomor mesin dan nomor rangka pada fisik motor dengan yang tertera di STNK dan BPKB.

Ini jadi pengecekan pertama dan paling wajib kita lakukan. Tujuannya sederhana, supaya motornya valid, bukan motor bodong. Dari pengecekan surat-surat, kita juga bisa tahu apakah motor ini STNK dan pajaknya masih aktif atau tidak. Sebab jika keduanya mati, bisa memengaruhi harga.

2. Kondisi bodi

Setelah mengecek surat-surat, langkah selanjutnya adalah cek seluruh bagian bodi motor. Bodi motor bekas wajib hukumnya untuk kita cek, apakah ada goresan, penyok, dan retak yang diakibatkan jatuh atau kecelakaan. Kita harus menanyakan apakah bodinya masih original bawaan pabrik, atau sudah mengalami modifikasi. Tanyakan juga apakah bodinya pernah dicat ulang atau tidak.

3. Rangka, kaki-kaki, termasuk shockbreaker depan dan belakang

Setelah urusan bodi selesai, jangan lupa untuk cek rangka motor. Pengecekan rangka ini tujuannya agar kita bisa tahu apakah ada bagian rangka yang berkarat atau ada bekas las di rangka motor. Kalau ada, hal ini perlu kita pertanyakan ke penjualnya. Bisa jadi motor tersebut tidak terawat dengan baik atau pernah mengalami kecelakaan hebat.

Ketika cek rangka, sekalian cek juga bagian kaki-kaki motor seperti ban, velg, termasuk bagian shockbreaker depan dan belakang. Cek kondisi bannya apakah sudah halus atau masih aman. Cek juga velg-nya apakah ada penyok atau tidak. Soal velg, tanyakan juga apakah velg-nya bawaan pabrik atau modifikasi. Lalu soal shockbreaker, cek apakah masih empuk atau sudah bocor olinya.  

4. Kondisi oli mesin

Setelah itu, kita harus cek kondisi oli mesin. Ini pengecekannya mudah banget. Kita tinggal buka penutup olinya, lalu ukur dengan pengukur yang sudah ada. Kalau sampai kondisi olinya jelek atau bahkan volumenya sedikit, kita patut curiga bahwa ada yang tidak beres dengan motor ini. Kalau sudah begini, tanyakan bagaimana perawatan motornya selama ini. Perihal oli bisa memengaruhi harga, bahkan memengaruhi apakah orang may beli motor bekas tersebut atau tidak.

5. Kondisi kelistrikan

Let’s say kondisi oli aman. Setelah itu, kita harus mengecek bagian kelistrikan motor. Kita harus cek fungsi-fungsi motor yang berkaitan dengan listrik. Mulai dari lampu depan, lampu belakang, lampu sein, klakson, hingga starter motor. Cek juga aki motornya, jangan sampai dapat motor yang akinya sudah soak. Intinya, usahakan semua aspek kelistrikan ini dalam kondisi yang sehat dan tidak ada masalah yang berarti.

6. Fungsi speedometer

Speedometer kerap jadi bagian yang luput dari pengecekan saat beli motor bekas. Banyak orang yang tidak peduli dengan bagian ini. Padahal, speedometer adalah bagian yang cukup krusial. Dari speedometer, kita bisa tahu jumlah kilometer sebuah motor, kecepatan, lampu mana yang menyala, hingga sebanyak apa bensin yang kita punya.

Kalau speedometer di sebuah motor bekas tidak berfungsi dengan baik, ya sebaiknya jangan dibeli dulu. Kalaupun kalian mau beli harganya harus turun. Itulah mengapa bagian ini sangat perlu untuk kita cek.

7. Suara mesin dan keluarannya

Setelah pengecekan fisik beres, jangan lupa lakukan pengecekan mesin. Caranya sederhana, tinggal nyalakan motornya, lalu dengarkan suara mesin dan keluarannya. Jika perputaran mesinnya stabil, tidak ada suara aneh dari mesin, dan suara keluarannya dari knalpotnya normal, maka motornya sudah bisa dipastikan aman. Tapi kalau terjadi sebaliknya, kita jelas perlu curiga.

8. Test ride, rasakan performa

Setelah pengecekan fisik dan suara selesai, langkah terakhir adalah dengan mengetes motornya secara langsung. Lakukan test ride yang memadai. Kendarai motornya untuk berkeliling sebentar, bawa ke tanjakan dan turunan (jika ada), lalu coba tarik gasnya lebih dalam untuk merasakan performa maksimalnya.

Dari test ride ini kita bisa tahu kondisi motor yang sebenarnya. Kita bisa tahu bagian dalam mesinnya seperti CVT dan roller sehat atau tidak. Kalau test ride-nya mulus, tarikannya aman, tidak ada getaran, berarti motornya sehat. Tapi kalau tarikan motornya berat dan ada getaran-getaran aneh, berarti ada yang tidak beres dengan kondisi mesin dan motornya.

Test ride ini hukumnya wajib. Kalau sampai ada penjual motor bekas yang menolak kita untuk melakukan test ride (termasuk dengan pendampingan penjual), ini jelas jadi sesuatu yang mencurigakan. Pasti ada yang nggak beres dengan motornya.

Lakukan pengecekan dengan teliti, atau ajak orang yang tahu soal motor

Beli motor bekas memang tidak mudah, tidak seperti beli motor baru yang tinggal bayar dan pakai. Ada banyak pengecekan mandiri yang harus kita lakukan sebelum membelinya. Tentu akan memakan waktu dan tenaga, tapi semua itu demi kenyamanan dan keamanan kita.

Lalu kalau tidak paham motor dan mesin bagaimana? Tinggal ajak teman atau saudara yang mengerti motor. Kalau mau lebih merasa aman lagi, minta bantuan mekanik untuk melakukan pengecekan.

Intinya, beli motor bekas itu harus sabar. Kita jangan sampai buru-buru membayar atau melunasinya. Cek dulu semua bagian motornya, biar kita bisa dapat harga yang layak, dan biar nanti kita tidak merasa tertipu. Kalau semua sudah aman, baru kita bisa lanjut ke tahap pembayaran.

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.

Exit mobile version