ADVERTISEMENT

Aplikasi AI untuk Membantu Skripsi, dari Berburu Jurnal sampai Merapikan Tulisan

Aplikasi AI untuk Membantu Skripsi, dari Berburu Jurnal sampai Merapikan Tulisan

Mengerjakan skripsi bukan cuma soal menulis berlembar-lembar halaman. Ada jurnal yang harus dicari, puluhan PDF yang perlu dibaca, sitasi yang mesti diperiksa, sampai bahasa akademik yang harus dirapikan. Semua itu bisa bikin pusing, apalagi kalau dosen pembimbing sudah meminta Bab II selesai dalam dua minggu.

Di tengah situasi tersebut, aplikasi AI bisa membantu meringankan sebagian pekerjaanmu. Setiap aplikasi punya fungsi berbeda, mulai dari mencari jurnal ilmiah, merangkum bacaan, hingga memeriksa sitasi. Kamu tinggal memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap penelitianmu.

ADVERTISEMENT

Jika kamu mengalami hal itu, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak mahasiswa lain menghadapi kesulitan serupa. Waktu mereka sering habis untuk urusan administratif, seperti mencari dan membaca jurnal, mencatat referensi, hingga memformat kutipan. Padahal, pekerjaan tersebut bisa dibantu dengan aplikasi AI.

Anggap aplikasi AI sebagai asisten laboratorium. Ia bisa membantumu mencari bahan, meringkas bacaan, dan menunjukkan hal-hal yang perlu diperiksa. Namun, kamu tetap bertanggung jawab merumuskan hipotesis, menafsirkan data, dan memastikan argumen penelitianmu masuk akal.

Misalnya, kamu sedang meneliti pengaruh penggunaan TikTok terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Aplikasi AI bisa membantumu menemukan penelitian terdahulu dan memahami isinya dengan lebih cepat. Namun, merumuskan pertanyaan penelitian, menyusun kuesioner, dan membaca keluaran SPSS tetap membutuhkan pemahamanmu sendiri.

Maka, aplikasi AI terbaik untuk bantu skripsi dan riset akademik bukanlah aplikasi yang menulis satu bab penuh untukmu, melainkan yang membantumu memahami materi dan bekerja lebih efisien. Sebab, saat hari penghakiman tiba, dosen penguji akan bertanya dan kamu tetap harus menjawab dengan isi kepalamu sendiri.

Tahap 1: Mencari dan Memetakan Jurnal untuk Skripsi

Tahap ini paling memakan waktu bagi mahasiswa baru. Tiga aplikasi berikut memangkas waktu pencarian.

Mulai dengan pertanyaan penelitian yang spesifik. Kata kunci seperti “TikTok dan konsentrasi belajar mahasiswa S1” menghasilkan makalah yang lebih relevan daripada sekedar “konten mahasiswa tiktok” atau “ konsentrasi belajar di media sosial”.

Aplikasi seperti Elicit membantumu mencari makalah ilmiah dari pertanyaan dalam bahasa sehari-hari. Kamu mengetik, misalnya, “effect of TikTok use on university students’ concentration”. Elicit menampilkan tabel berisi judul, tahun, metode, dan temuan tiap makalah. Kamu tidak perlu membuka tab satu per satu. Simpan makalah yang relevan, lalu unduh PDF-nya untuk tahap berikutnya. Tulis pertanyaan dalam bahasa Inggris, karena sebagian besar makalah di basis datanya berbahasa Inggris.  

Consensus cocok untuk pertanyaan berjawaban ya atau tidak. Contohnya, “apakah belajar sambil mendengarkan musik meningkatkan konsentrasi?” Consensus menunjukkan sebaran temuan dari berbagai studi. Kamu bisa memakai hasil itu untuk menyusun latar belakang masalah. Ketik pertanyaannya dalam bahasa Inggris di sini juga. 

ADVERTISEMENT

Connected Papers menggambar peta hubungan antara makalah. Kamu memasukkan satu jurnal kunci, lalu aplikasi menampilkan jurnal lain yang berdekatan topiknya. Dari peta itu kamu menemukan makalah yang lolos dari pencarian kata kunci biasa.  

Sebagian besar aplikasi ini mengindeks jurnal berbahasa Inggris. Jika skripsimu membahas UMKM di Bantul atau kebijakan desa di Jawa Timur, lengkapi pencarian dengan Garuda dan Google Scholar. Sinta mencatat jurnal terakreditasi dari Indonesia.

Tahap 2: Membaca, Memeriksa, dan Mengelola Referensi

Setelah jurnal terkumpul, kamu harus membaca semuanya. Tiga aplikasi lain membantu di sini.

NotebookLM dari Google bekerja dari dokumenmu sendiri. Kamu mengunggah PDF, lalu bertanya soal isinya. Misalnya kamu mengunggah empat puluh jurnal dan bertanya, “Apa perbedaan teknik sampling di semua makalah ini?” Jawaban muncul bersama kutipan yang bisa kamu klik untuk membaca paragraf aslinya. Kamu juga bisa meminta ringkasan per jurnal atau daftar istilah kunci.  

Untuk tinjauan pustaka, minta NotebookLM membuat tabel perbandingan metode dan hasil dari semua jurnalmu. Buka jurnal aslinya untuk mengecek tiap baris tabel. Kamu mengurangi risiko salah kutip dengan cara itu.

Scite mengecek nasib sebuah sitasi. Aplikasi ini menunjukkan apakah makalah-makalah berikutnya mendukung atau membantah temuan sebuah jurnal. Misalnya, kamu memakai teori motivasi lama sebagai landasan skripsi psikologi. Scite memberi tahu apakah peneliti lain sudah menggugurkan teori itu.  

Zotero berguna untuk mengelola referensimu. Aplikasi ini menyimpan data jurnal, membuat daftar pustaka dalam format APA atau Harvard, dan terhubung ke Microsoft Word. Pasang pluginnya, lalu sisipkan sitasi dengan satu klik. Beri tag per bab, misalnya “metodologi” atau “teori”, supaya kamu menemukan jurnal yang tepat saat menulis. Kamu tidak perlu membayar, dan kodenya terbuka. 

Tahap 3: Merapikan Bahasa dan Menjaga Etika

Gunakan Paperpal untuk memeriksa tata bahasa dan gaya penulisan akademik dalam bahasa Inggris. Banyak kampus mewajibkan abstrak bahasa Inggris, dan di situlah Paperpal akan sangat membantu. Ia mengusulkan kalimat yang lebih ringkas dan menandai istilah yang janggal. Kalimat berbelit di abstrakmu muncul sebagai saran penyederhanaan, lengkap dengan alternatifnya. Kamu bisa memilih saran yang cocok dan menolak sisanya.  

Pilihan aplikasi untuk bahasa Indonesia lebih terbatas. Cek ejaan lewat KBBI daring dan ikuti pedoman penulisan kampusmu. Tanyakan kepada dosen pembimbingmu gaya tulisan yang dia inginkan.

Aturan main supaya skripsimu aman

  • Pertama, buka sumber asli setiap kali aplikasi menyebut sebuah kutipan. Beberapa aplikasi pernah mengarang judul jurnal yang tidak ada. Mahasiswa yang memasukkan jurnal fiktif ke daftar pustaka bisa mendapat teguran saat sidang.
  • Kedua, baca kebijakan kampusmu soal penggunaan AI. Aturannya berbeda tiap kampus dan sebagian kampus mewajibkan mahasiswa melaporkan pemakaiannya. Tanyakan kepada dosen pembimbingmu sebelum memakai aplikasi untuk menganalisis data.
  • Ketiga, tulis argumen utamamu sendiri. Pakai ringkasan dari aplikasi sebagai bahan. Tulis analisisnya dari pemahamanmu sendiri.
  • Keempat, jaga data responden. Simpan identitas dan hasil wawancara responden di laptopmu, lalu hindari mengunggahnya ke aplikasi online.

Banyak kampus memeriksa kemiripan teks skripsi lewat Turnitin atau perangkat sejenis. Parafrasekan bacaanmu dengan kata-katamu sendiri dan cantumkan sumber di setiap kutipan. Mahasiswa yang menyalin ringkasan aplikasi tanpa mengubahnya mengambil risiko skor kemiripan tinggi.

Soal harga, mayoritas aplikasi menyediakan versi gratis dengan fitur terbatas. Mahasiswa dengan anggaran tipis bisa memulai dari Zotero, NotebookLM, dan Consensus. Tarif dan batas pemakaian bisa berubah, jadi cek situs resminya sebelum berlangganan. Tanyakan juga diskon mahasiswa kepada penyedia.

Skripsi Selesai dengan Capat

Kamu akhirnya menyerahkan bab dua yang diminta tepat waktu. Dosbingmu mencoret dua paragraf dan memintamu menjelaskan satu teori. Kamu tenang karena sudah membaca jurnalnya dan menjelaskannya dengan santai.

Aplikasi AI terbaik untuk bantu skripsi dan riset akademik bukan yang menuliskan semua isi skripsi atau riset untukmu tapi yang membantumu merangkum, merapikan, dan menyusun. 

Dengan aplikasi tersebut, kamu menghemat waktu. Pakai waktu luang itu untuk menelaah dua atau tiga jurnal inti sampai paham, menguji argumen, dan lebih banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing. 

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2026 oleh .

Armandoe Gary Ghaffuri

Sehari-hari menganalisis media, sisanya menulis cerita.