Daerah Istimewa Yogyakarta bakalan punya satu lagi jalur ikonik yang siap mengubah wajah pariwisata pesisir selatan, yaitu JJLS Kelok 23. Jalur ini membelah perbukitan karst ini menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Tidak hanya berfungsi sebagai penghubung saja, jalur ini juga menyuguhkan panorama laut selatan yang memukau.
Bagi wisatawan, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang sering bepergian di jalur Jogja bagian selatan, kehadiran jalur ini menjadi angin segar karena menawarkan akses yang lebih singkat, aman, dan sekaligus menjadi destinasi wisata baru.
Artikel berikut akan mengupas tuntas mengenai profil, akses, hingga fasilitas yang tersedia di JJLS Kelok 23.
Apa Itu JJLS Kelok 23?
JJLS Kelok 23 merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau yang juga dikenal dengan sebutan Jalur Pantai Selatan (Pansela) Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara administratif, jalur ini menghubungkan Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, dengan wilayah Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Nama “Kelok 23” sendiri merujuk pada karakter jalan yang berkelok-kelok tajam sebanyak puluhan kali saat melintasi kontur perbukitan, mirip konsep jalur berkelok yang lebih dulu populer di daerah lain di Indonesia.
Pembangunan jalur ini dimulai sejak Agustus 2023 dan digarap oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Total panjang jalur mencapai sekitar lima kilometer, dengan pembagian wilayah kurang lebih 1,9 kilometer masuk Kabupaten Gunungkidul dan sisanya berada di wilayah Kabupaten Bantul. Ruas ini juga dikenal dengan nama proyek Jalan Baru Kretek–Girijati.
Yang membuat jalur ini istimewa bukan hanya fungsinya sebagai penghubung dua kabupaten, tetapi juga posisinya yang berada di perbukitan menghadap kawasan Pantai Selatan. Dari beberapa titik di sepanjang JJLS Kelok 23, wisatawan dapat menikmati pemandangan garis pantai, termasuk area sekitar Pantai Parangtritis, berpadu dengan hamparan perbukitan hijau khas Gunungkidul.
Perkembangan Terbaru
Proyek JJLS Kelok 23 sempat melalui proses pembangunan bertahap selama beberapa tahun. Pada awal 2026, progres fisik proyek ini tercatat baru mencapai sekitar 89 persen, dengan sisa pekerjaan terkonsentrasi di wilayah Girijati, Gunungkidul, sepanjang 1,9 kilometer, mencakup pembangunan jembatan dan pengaspalan jalan. Salah satu kendala yang sempat menghambat penyelesaian adalah proses pemesanan girder jembatan sepanjang 40 meter yang didatangkan dari Surabaya.
Memasuki akhir Agustus 2026, pembangunan fisik JJLS Kelok 23 dinyatakan telah rampung. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa target pengerjaan yang dimulai sejak Agustus 2023 tersebut akhirnya tuntas, dengan progres fisik sempat mencapai 99,6 persen sebelum benar-benar selesai. Sebagai tahap akhir sebelum beroperasi penuh, pemerintah menggelar uji coba lalu lintas atau open traffic pada 14 hingga 20 September 2026. Selama masa uji coba ini, jalur hanya dibuka pada pukul 06.00 hingga 18.00 WIB setiap harinya, dan hanya kendaraan roda dua serta roda empat pribadi yang diizinkan melintas.
Manfaat dan Tujuan Pembangunan JJLS Kelok 23
Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada keberadaan jalur ini. Setidaknya ada empat manfaat yang ingin diraih melalui pembangunan JJLS Kelok 23 ini, diantaranya adalah:
-
Mengurai Kepadatan Lalu Lintas
Selama ini, jalur utama Yogyakarta–Gunungkidul melalui kawasan utara dan tengah kerap mengalami kepadatan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan ketika arus wisatawan menuju pantai selatan dan Gunung Kidul meningkat tajam. Dengan adanya JJLS Kelok 23, arus kendaraan dari arah Bantul menuju Gunungkidul (atau sebaliknya) dapat dialihkan melalui rute alternatif yang lebih singkat, sehingga diharapkan mampu memecah kepadatan di jalur utama.
-
Mempermudah Akses Wisatawan ke Pantai Selatan
Jalur ini dirancang sebagai koridor wisata yang menghubungkan deretan pantai di kawasan selatan Bantul dan Gunungkidul. Wisatawan yang ingin menjelajahi pantai-pantai selatan DIY, mulai dari kawasan Parangtritis di Bantul hingga deretan pantai di Gunungkidul, kini punya opsi rute yang lebih cepat, efisien, dan minim risiko kemacetan.
-
Pemerataan Ekonomi Kawasan Selatan
Selaras dengan visi Pemerintah Daerah DIY yang ingin menjadikan kawasan pantai selatan sebagai “halaman depan” wilayah, kehadiran JJLS Kelok 23 diharapkan dapat membuka akses dan mengurangi keterisolasian kawasan selatan. Dengan semakin terbukanya kawasan, diharapkan investasi, akomodasi, hingga UMKM lokal dapat tumbuh.
-
Akses Lebih Cepat Menuju Bandara YIA
JJLS memangkas waktu tempuh masyarakat dari arah timur, seperti Gunungkidul, Bantul maupun wilayah selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur yang hendak menuju Bandara YIA. Jalur ini menawarkan akses yang lebih langsung tanpa harus memutar melalui pusat Kota Yogyakarta yang kerap padat.
Fasilitas di Sepanjang JJLS Kelok 23
Untuk mendukung fungsinya sebagai jalur wisata sekaligus penghubung antar kabupaten, pemerintah daerah merencanakan sejumlah fasilitas penunjang di sepanjang JJLS Kelok 23, di antaranya:
-
Gardu Pandang (Viewpoint)
Terdapat tiga titik gardu pandang di sepanjang jalur ini. Dua titik berada di wilayah Kabupaten Bantul, sementara satu titik lainnya berada tepat di perbatasan Bantul-Gunungkidul. Gardu pandang ini menghadap langsung ke kawasan Pantai Selatan, menjadikannya spot favorit untuk berhenti sejenak dan menikmati pemandangan maupun berfoto.
-
Rest Area
Di titik gardu pandang yang berada di perbatasan dua kabupaten, akan dibangun rest area yang nantinya dikelola bersama oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
-
Gerai UMKM
Kawasan rest area juga direncanakan menjadi lokasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk membuka gerai, sehingga keberadaan jalur ini diharapkan turut mendongkrak perekonomian warga sekitar.
-
Jembatan dan Pengaman Jalan
Mengingat kontur jalan yang berkelok dan melewati perbukitan, jalur ini dilengkapi jembatan penghubung serta pagar pengaman di titik-titik rawan untuk menunjang keselamatan berkendara.
Daya Tarik Baru Rute Bantul-Gunungkidul
JJLS Kelok 23 hadir sebagai solusi konektivitas sekaligus daya tarik wisata baru di kawasan pesisir selatan Yogyakarta. Dengan panjang sekitar lima kilometer yang membentang dari Girijati, Gunungkidul, hingga Kretek, Bantul, jalur ini tidak hanya berfungsi memecah kepadatan lalu lintas di jalur utama Yogyakarta menuju Gunungkidul, tetapi juga menjadi rute alternatif yang memanjakan mata dengan panorama laut dan perbukitan.
Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, JJLS Kelok 23 berpotensi menjadi ikon wisata baru yang melengkapi pesona pantai-pantai selatan DIY. Kalau penasaran dan ingin menjajal jalur ini selama masa uji coba, tetap patuhi aturan yang berlaku dan jangan lupa untuk selalu hati-hati dalam berkendara.
