MOJOK.COLihatin kolom komentar Twitter cuma, “Tweet ini tidak tersedia”. Ini tujuan para akun Twitter yang di­-protect pada komentar, apaan, sih? Kok, kayak lagi bisik-bisik.

Berselancar di media sosial memang menjadi hiburan sekaligus menambah pengetahuan—setidaknya update soal masalah paling viral menit ini. Dari proses perselancaran tersebut, selain melihat postingan orang-orang, saya juga senang sekali membaca komentar-komentar di dalamnya. Biasanya kalau di Instagram, akan muncul komentar-komentar dari akun-akun panjat sosial, dengan komentar yang sok asyique dan begitulah. Sementara di Twitter, ehm, nggak ada masalah, sih. Cuma, anu, saya sering merasa penasaran atau lebih tepatnya terganggu dengan komentar yang isinya, “Tweet ini tidak tersedia.” Kayak gini,

Hadeeeh, kira-kira, komentar mereka itu isinya apa, sih? Mereka-mereka yang punya akun Twitter di-protect dan ikutan komentar di situ, memang sengaja banget ya bikin orang lain penasaran? Para pemilik akun Twitter yang di-protect dan ikutan komentar nih, kayak tipe-tipe orang yang dalam situasi lagi ngumpul sama banyak orang, terus bisik-bisik cuma sama satu orang aja.

Bukan supaya pembicaraannya itu nggak menganggu “acara” yang tengah berlangsung. Namun, mereka melakukan itu semua dengan tujuan agar hal yang dibicarakan tersebut terjaga kerahasiannya. Iya sih, rahasianya terjaga, tapi dampak selanjutnya, malah bikin orang lain di sekitarnya jadi ngerasa curiga, was-was, tersinggung, sebel, dan berpikir: jangan-jangan mereka lagi ngomongin aku, nih~

Sungguh, keadaan kayak gini, bikin orang lain nggak nyaman. Pasalnya, aktivitas bisik-bisik itu menjadi terasa nggak sopan. Dan kita jadi ngerasa, kalau kita yang sedang dibicarakan karena ada yang sesuatu yang salah dengan diri kita. Membuat kita yang tidak terlibat dalam bisik-bisik itu jadi overthinking, kikuk, nggak percaya diri. Bikin kita jadi menerka-nerka, apakah bisik-bisik itu karena ada resleting atau kancing kita yang terbuka? Ataukah, ada sisa cabe di gigi kita yang tertinggal setelah makan lotek tadi siang?

Baca juga:  Ada yang Lebih Sakti dari Roy Kiyoshi, dan Dia Akun Twitter

Lebih parah lagi, kita-kita yang cuma bisa melihat sosok-sosok yang sedang berbisik-bisik asoy itu, merasa dikacangin. Padahal kan, lebih enak makan kacang, ya~

Oke, jadi seperti itulah kira-kira dinamika psikologis seseorang yang sedang membaca postingan dengan komentar, “Tweet ini tidak tersedia.” Bikin sebuah pertanyaan besar, kalian yang punya akun Twitter yang di-protect, pada komentar apa, sih? Kalian ngomongin aku di prosotan, ya? Iya? Iya, kan? Udahlah ngaku aja.

Ngomong-ngomong, lagian kenapa Twitter nggak langsung ngehapus komentar-komentar semacam itu aja, sih? Sekalian biar kita nggak tahu sama sekali. Daripada cuma tahu ada yang komentar, tapi kita nggak tahu apa yang mereka komentarin. Itu rasanya sungguh menyakitkan, Malih!!! Kalau memang kita nggak boleh tahu, yaudah nggak usah mancing-mancing dengan ngasih clue yang nanggung gitu, dong!

Kayaknya, dulu komentar-komentar yang justru kelihatan jadi kayak spam ini, nggak ada, deh. Atau saya yang nggak ngeh, ya? Akan tetapi, yang jelas komentar-komentar yang sungguh menganggu dan lebih baik dihempaskan itu, nggak muncul sesering ini. Yang mana, parahnya lagi tanpa rasa bersalahnya, malah dibikin lucu-lucuan sama para pemilik akun Twitter yang di-protect ini. Padahal, apa yang kalian lakukan itu jahat! Nggak ada lucu-lucunya sama sekali. Nggak ada ya. Paham?

Mereka-mereka ini, sepertinya memang perlu diingatkan lagi soal adab berbisik-bisik di depan umum, deh. Eh, atau emang pada belum ngerti, ya?

Baca juga:  Ada yang Lebih Sakti dari Roy Kiyoshi, dan Dia Akun Twitter

Jadi, wahai kalian para pemilik akun Twitter yang di-protect, yang nggak pengin dunia maya kalian tersentuh dan dicawe-cawe sama sembarangan orang. Mendingan, nggak usah banyak-banyak komen, deh. Percuma. Komenan lucu kalian itu, nyatanya nggak bisa dibaca sama semua orang. Jadi, nggak ada pengaruhnya bisa menghibur semua orang juga. Kalaupun kalian penginnya komenan sama orang yang udah saling follow-followan, mbok udah, mending lanjut di DM aja~

Sadarlah, bahwa komentar-komentar yang nggak bisa dilihat itu, sungguh mengganggu kenyamanan dalam nge-scroll kolom komentar.

Lagian, bukankah obrolan kalian yang sangat seru dan panjang itu, lebih nyaman ketika dilakukan melalui DM, saja? Jadi, obrolan yang kayak-kayaknya rahasia itu, jadi beneran terjaga kerahasiannya. Sungguh menjadi sebuah rahasia yang bukan kaleng-kaleng~