Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tren Template Instagram Story

Di Instagram Story, sebuah tren kini sedang ramai bermunculan.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
16 Maret 2018
A A
Tren Template Instagram Story MOJOK.CO

Tren Template Instagram Story MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tren mengisi template di Instagram Story sesungguhnya berpotensi menjadi solusi atas permasalahan birokrasi. Mari sini, saya jelasin.

Mati satu, tumbuh seribu.

Peribahasa di atas sepertinya paling cocok menggambarkan keadaan Instagram. Setelah digoncang dengan kekecewaan pengguna karena algoritmanya yang sulit dipahami, tren-tren media sosial tetap saja muncul di sana.

Terbaru, di Instagram Story, sebuah tren kini sedang ramai bermunculan. Kalau kamu lagi lihat-lihat Instagram Story teman-temanmu, coba perhatikan: apakah ada jenis-jenis Story yang tampaknya hampir semua temanmu pun memasangnya?

Mungkin, Instagram Story seperti ini?

Pernah lihat Instagram Story yang kayak gini?
Pernah lihat Instagram Story yang kayak gini?

Atau Instagram Story yang ini?

Atau, Instagram Story yang kayak gini?
Atau, Instagram Story yang kayak gini?

Yak, selamat datang di Indonesia-waktu-pamer-kepribadian-dan-pilihan-hidup-lewat-Instagram-Story.

Tren Instagram Story yang formatnya mengisi “formulir” ini kian menjamur di mana-mana. Lebih akrab, “formulir”ini disebut dengan template Instagram Story yang kemudian diunggah ulang siapa saja yang tertarik. Mula-mula, template ini memungkinkan pengguna Instagram untuk memberikan GIF agar lebih menarik. Tapi karena GIF di Instagram menghilang tanpa pamit pas lagi sayang-sayangnya, template ini pun lebih menggandalkan tulisan, my lov~

Entah apa motivasinya, sepertinya orang-orang yang mengikuti template-template-an Instagram Story ini sangat ingin dunia tahu bahwa dirinya lebih suka makan jamur krispi daripada terong rebus, lebih doyan lotek daripada gado-gado, sekaligus ingin mengabarkan pada dunia bahwa pacarnyalah yang jatuh cinta duluan padanya, bukan sebaliknya. Pokoknya, dunia kudu tahu hal-hal ini, which is very important!

Tapi kenapa??? Kenapa itu penting??? Kenapa kita harus nemu template Instagram Story yang gitu-gitu terus setiap kali kita tap untuk menghilangkan rasa bosan???

Ternyata, hal ini menjadi bukti dari sebuah penelitian yang pernah dilaksanakan beberapa psikolog. Dalam dunia media sosial, orang-orang memang ingin menunjukkan keeksisannya pada dunia. Namun sesungguhnya, fenomena Instagram Story ini tyda hanya untuk menunjukkan eksis-eksis ini, gaes~

Pengguna Instagram, yang sebagian besar merupakan anak muda yang sehat dan ceria, sebenarnya tetap memahami konsep privasi di kepala mereka. Yang mereka lakukan lewat adanya template ini adalah: membangun sendiri “rumah” mereka di dunia maya.

Ibaratnya, pengguna-pengguna Instagram ini sedang memilah bagian mana dari dirinya yang ingin ditunjukkan, bagian mana yang tidak. Mereka mungkin tyda merasa ada masalah jika dunia tahu bahwa dirinya jauh lebih emosian dibanding partner-nya, atau dirinya lebih suka malak daripada nabung.

Artinya, mereka sedang menunjukkan identitas mereka. That’s it. Sesimpel itu.

Iklan

Selain analisis psikologis, sebenarnya bisa saja fenomena ini muncul karena alasan klasik, yaitu kangen. Ya, mungkin saja, orang yang memulai tren ini adalah orang yang sesungguhnya…

…lagi kangen sama masa kecilnya.

Betul, betul. Ingat-ingat, deh, masa-masa kita tukeran buku diary untuk diisi mafa dan mifa, alias makanan favorit dan minuman favorit, hobi, sampai arti nama, semacam ini:

M: Mojok namanya

O: Oh… Mojok namanya

J: Juara anaknya

O: Oh… Juara anaknya

K: Keren anaknya

Di zaman milenial ini, template Instagram Story muncul dan menjelma menjadi kegiatan “mengisi buku diary secara online”. Maka, biarkan saja mereka ngisi “formulir” ini sampai njebot, sampai bosan dan kangennya terpuaskan.

Tapi, gaes-gaesku, siapa tahu, fenomena template ini sebenarnya adalah solusi yang kita nanti-nantikan. Kemudahan dan kepraktisan pun menjadi nilai utama dari tren ini. Coba bayangin deh kalau kita mau ngelamar kerja atau nikah, kita cukup ngisi formulir lewat IG Story: simpel!

Atau, seperti yang diajukan oleh seorang netizen, kita bisa juga mengunggah surat resign berikut ini:

Masya Allah. Persetan dengan birokrasi, kita punya Instagram Story.

BACA JUGA Instagram Sedang Menggali Kuburannya Sendiri! dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala. 

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2021 oleh

Tags: IG storyinstagram storynetizentemplatetren
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

puan maharani
Pojokan

Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi

13 November 2021
ilustrasi Iklim WhatsApp Story Jauh Lebih Gayeng ketimbang Instagram Story yang Isinya Pamer-pamer mojok.co
Pojokan

Iklim WhatsApp Story Jauh Lebih Gayeng ketimbang Instagram Story yang Isinya Pamer-pamer

16 September 2021
ilustrasi Ayah Ojak Bukan Cuma Ayah Ayu Ting Ting, Mulai Sekarang Blio Itu Ayah Online, Titik! mojok.co
Pojokan

Ayah Ojak Bukan Cuma Ayah Ayu Ting Ting, Mulai Sekarang Blio Itu Ayah Online, Titik!

19 Agustus 2021
Klasemen 5 Teratas Pengguna Instagram Story Paling Memuakkan MOJOK.CO
Pojokan

Instagram Reel yang Terlalu Mirip TikTok Bikin App Ini kayak Tukang Caplok Ide

26 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.