Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Fasilitas Umum Selain Tempat Parkir yang Seharusnya Punya Area Laki-Laki dan Perempuan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
16 Juli 2019
A A
area laki-laki dan perempuan - MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pro dan kontra pemisahan area laki-laki dan perempuan di tempat parkir ini sebenarnya lucu juga. Kenapa nggak kita maksimalkan aja sekalian, sih?

Netizen heboh. Pemisahan tempat parkir area laki-laki dan perempuan mendadak jadi sorotan saat mulai tersebar di media sosial. Dari RSUD Depok, foto pemisahan area parkir ini beredar. Tanggapannya pun beragam, baik pro maupun kontra.

Padahal, kalau dipikir-pikir, pemisahan area laki-laki dan perempuan ini sah-sah aja, kok. Coba deh pergi ke Matahari Mall dan cari baju buat perempuan—lantainya pasti dipisah dengan lantai tempat berjualan pakaian laki-laki. Terus, kenapa Matahari Mall nggak menerima pro dan kontra juga??? Hmm???

Apa pun alasannya, baik karena agama atau faktor pemudahan, pemisahan area laki-laki dan perempuan kayaknya seru juga kalau diterapkan di banyak tempat. Biar apa? Ya nggak biar apa-apa—biar seru aja dunia ini~

1. ATM

Asal kamu tahu, selain memiliki kepanjangan “Automatic Teller Machine” dan “Anjungan Tunai Mandiri”, ATM kemungkinan bermakna “Ambil Tunai, Mas” atau “Ambil Tunai, Mbak”. Atas dasar itulah, ATM perlu dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Lagi pula, dengan kebijakan ini, kaum perempuan jelas bisa menunjukkan “taringnya” dalam kesetaraan gender. Artinya, kaum perempuan juga bisa bekerja mandiri dan punya gaji untuk diambil setiap bulan di ATM—nggak melulu nunggu dikasih uang sama suami atau pacar.

Eh bentar, bentar—hari gini memangnya masih ada perempuan yang minta-minta uang sama pacar, ya??? Hadeh~

2. Lampu Merah

Beberapa kali di lampu merah, mas-mas di sebelah saya siul-siul kayak orang lagi manggil burung dara, sampai-sampai saya jadi terganggu. Untuk itu, saya menyarankan bahwa lampu merah, atau bahasa resminya adalah lampu lalu lintas alias traffic light, juga perlu diberi perhatian dan area terpisah laki-laki dan perempuan.

Kalau hal ini terwujud, saya rasa jadinya bakal menyenangkan. Mungkin saja, lampu merah di area perempuan nanti warnanya akan jadi merah muda, sedangkan di area laki-laki warnanya bakal jadi biru—seperti kebiasaan kita semua memisahkan warna pink untuk perempuan, biru untuk laki-laki. Mamam~

3. Mal

Sebagai pusat perbelanjaan dan pusat hangout, mal juga tak luput dari rencana pemisahan area laki-laki dan perempuan. Yah, kalau di parkiran mal dan rumah sakit aja ada pemisahan area, kenapa nggak sekalian bangunannya terbagi jadi dua bagian, biar nggak nanggung???

Dengan pemisahan area laki-laki dan perempuan di mal ini, setidaknya ada beberapa keuntungan; salah satunya: pihak Matahari Mall nggak perlu mengadakan lantai tambahan untuk jualan baju laki-laki di mal khusus perempuan, begitu juga sebaliknya.

4. Jalan Raya

Sering kali, ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor di jalan raya dianggap “mengganggu”. Pasalnya, saat mau belok kiri, lampu sen mereka malah menyala ke sebelah kanan, membuat pengendara lainnya jadi kecele. Padahal, hal yang sama pun bisa terjadi pada bapak-bapak, dan ini serius.

Tapi, baiklah—nggak apa-apa. Sebagai bentuk dukungan sesama perempuan, pemisahan wilayah laki-laki dan perempuan di jalan raya pun rasanya oke-oke aja. Setiap kali ada ibu-ibu yang salah menyalakan sen, pihak yang berwenang (yang tentu saja juga perempuan) akan memberikan semangat dan motivasi sampai lampu sen yang benar bisa dinyalakan.

Ah, perempuan yang membantu perempuan lain itu memang so sweet banget, Gaes~

Iklan

5. Kompleks Perumahan

Bukan apa-apa, tapi—sekali lagi—kenapa nggak sekalian saja kita menggunakan semangat pemisahan laki-laki dan perempuan ini tanpa nanggung, termasuk di area tempat tinggal agar lebih aman dan nyaman?

Apa? Kamu tanya, tujuannya apa?

Loh, kok pakai ditanya lagi? Pemisahan ini jelas bertujuan satu, yaitu agar ada rasa rindu yang membara.

Ha gimana lagi, kadang memang ada orang yang harus dijauhi sejauh-jauhnya dulu hanya untuk kemudian menyadari bahwa dirinya kangen setengah mati, je.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2019 oleh

Tags: area laki-laki dan perempuandipisahMatahari MallRSUD Depoktempat parkirterpisah
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Versus

Dihack, Di Hack, atau Di-hack: Mana Penulisan yang Benar?

27 Agustus 2018
Versus

Penulisan Di dan Pun: Harusnya Dipisah atau Digabung, Sih?

10 Mei 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Cara Jawa Tengah (Jateng) menjaga inflasi dan ketersediaan pangan MOJOK.CO

Cara Jawa Tengah Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan agar Harga Terkendali dan Keterjangkauan Pangan bagi Masyarakat Terjamin

10 Juni 2026
Audiensi antara KPUS dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait anjloknya harga telur di Jateng MOJOK.CO

Upaya Merespons Situasi Harga Jual Telur di Jateng yang Anjlok dan Tidak Terserap

10 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.