MOJOK.CO Kenaikan harga di Indonesia tidak diikuti dengan kenaikan gaji. Lantas, bagaimana semestinya para pekerja bertahan hidup di tengah serbuan harga naik ini?

Belakangan, kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari di Indonesia tengah terjadi. Beras, telur, hingga bensin—semuanya mengalami peningkatan harga. Sedikit atau banyak, kenaikan harga ini pastilah memberi dampak bagi masyarakat.

Bagi para pekerja, misalnya: kenaikan harga yang menyerbu ini tentu membuat mereka khawatir. Khawatir duit bulanan cepat habis, maksudnya. Bukan apa-apa, nih, tapi harga-harga yang naik ini tidak dibarengi dengan kenaikan gaji, sih!

Ya, ya, ya, benar. Para pekerja—terutama yang gajinya segini-segini aja kayak kita—harus memiliki kemampuan bertahan hidup yang kreatif menghadapi harga naik, tapi gaji tidak. Berikut ini telah kami rangkumkan hal-hal yang bisa kita lakukan bersama sebagai pekerja yang SNSP, alias Senasib Sepenanggungan:

1. Menangis

Hal ini adalah hal yang paling manusiawi yang bisa kita lakukan saat mendapati diri tidak cukup kaya untuk membeli sepatu terbaru keluaran Brodo atau sekadar membeli bensin Pertamax full tank. Menyadari dompet menipis dengan cepat padahal koleksi lip-tint kita belum lengkap memanglah hal yang mengiris hati sangat dalam.

Untuk itu, sobat-sobatku, menangislah. Keluarkan kegundahan itu, jangan ragu-ragu!

2. Perbanyak Ibadah dan Puasa

Dasar manusia, kita umumnya akan cenderung mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan tertekan dan sedih. Tercekik oleh harga naik adalah salah satu contoh momen mendadak tobat tersebut.

Baca juga:  Hikmah Pernikahan Pangeran Harry dari Sudut Pandang Islam

Mendekatkan diri kepada Tuhan bisa menyiram diri kita dengan percikan-percikan rohani yang menenangkan hati. Dengan mengingat kehidupan akhirat, kita tentu jadi tersadar bahwa kehidupan di dunia tidaklah abadi.

Ingat, kafe-kafe kekinian yang Instagramable itu tidaklah lebih penting dibandingkan salat lima waktu dan puasa sunah. Bersabarlah, lalu simpan gajimu untuk ditabung demi masa depan.

3. Meditasi

Memiliki gaji yang berbanding terbalik dengan harga naik melatih kita untuk bersikap sabar dan menahan diri. Alih-alih kalap membeli barang A dan B, kita bisa bermeditasi sekaligus membuang keegoisan pribadi untuk berfoya-foya.

Ingat cerita 13 orang yang terjebak di gua Thailand? Mereka bertahan hidup dengan meditasi, loh~

4. Membeli Barang Menggunakan Uang Hasil Judi, Bukan Gaji

Baiklah, baiklah, jika kamu memang sangat ingin membeli suatu barang, kamu harus memikirkan matang-matang mengenai uang yang akan kamu pakai. Nah, karena gajimu segitu-segitu saja, ada baiknya jika kamu mulai mempertimbangkan untuk menggunakan…

…uang hasil judi!!!

Ya, di masa-masa Piala Dunia 2018, judi bola bertebaran di mana-mana. Kalau kamu adalah salah satu pelakunya, kini tibalah waktunya bagimu menggunakan keuntungan tersebut.

5. Membeli Barang Online dengan Tagar #Preloved

Tidak hanya membeli barang di toko atau warung kelontong, ternyata kita tetap bisa membeli barang secara online meskipun harga-harga naik, sedangkan gaji tidak. Hmm, bagaimana caranya?

Baca juga:  Curhat Ibu Rumah Tangga untuk Pemerintah yang Tidak Konsisten

Jurus paling efektif berbelanja online secara irit adalah dengan memilih barang yang menggunakan tagar #Preloved. Dalam dunia belanja online, preloved berarti barang-barang bekas yang masih layak pakai, misalnya baju, kosmetik, atau sepatu.

Harga barang preloved jelas lebih murah ketimbang barang baru. Sungguh sebuah penyelamatan drastis bagi dompet yang menipis!

6. Menagih Utang

Jika uang kian seret karena gaji yang cepat habis, berinisiatiflah untuk mengingat-ingat siapa saja teman yang pernah meminjam uang kita. Bukan apa-apa, nih, tapi hal ini perlu kita lakukan agar tidak kehabisan uang dengan sia-sia.

Tapi, gimana caranya menagih utang teman tanpa harus merasa tidak enak? Gampang: datangi saja dirinya, lalu ajak makan bersama. Dengan santai, katakanlah, “Makan bareng, yuk, sekalian pakai utang lu yang kemarin itu aja. Hehe.”

7. Mengeluh ke Media Sosial

Jika merasa kemiskinan ini terus menghantui, wajar-wajar saja jika sebagian dari kita memilih untuk mengeluh ke media sosial. Di sana, kita bisa membuat thread atau post yang berpotensi viral. Dengan viral, kita bisa jadi terkenal.

Kalau terkenal, kita punya banyak followers, bahkan penggemar. Kita akan diingat sebagai simbol kemiskinan online, tapi punya peluang besar jadi orang kaya karena kita bisa melakukan langkah selanjutnya, yaitu…

8. Buka Endorsement

Endorsement, atau yang biasa dikenal dengan endorse saja, adalah peluang menambah pundi-pundi penghasilan secara online melalui akun media sosial yang kita punya. Jika memiliki banyak followers, cara ini tentu bisa kamu lakukan…

Baca juga:  Kok Tumben Saf Salat Jamaah di Kampanye Prabowo Disebut “Haram” sama PBNU?

…tapi kalau followers-mu masih 300-an, ya, nggak usah ngoyo!

9. Demo

Sudah merasa lelah harus berhemat tapi gagal terus-menerus? Jika ya, tak ada salahnya kamu dan teman-teman satu divisimu berkumpul dan melakukan demo pada manajer keuangan, atau langsung pada pimpinan utama.

Agar lebih meyakinkan, sodorkan pula struk-struk belanjaan untuk menggambarkan betapa perihnya kehidupanmu selama ini. Meski sedih, persiapkanlah pula mentalmu sebaik-baiknya jika pimpinan perusahaanmu hanya membalas dengan dua kata,

“BODO AMAT!”

Yah, kalau kayak gitu, ulangi kembali seluruh tips di atas secara berurutan, sampai bulan baru datang lagi dan gajimu cair kembali.