Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Khotbah Jumat Tentang Pemimpin yang Mencintai Rakyatnya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
15 Maret 2019
A A
pemimpin
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Khotbah jumat di masjid dekat kantor saya siang ini sangat menyenangkan. Membahas soal kepemimpinan, tapi sama sekali blas tidak menyangkut tentang dunia politik. Maklum saja, di tengah kondisi masyarakat yang terpolarisasi oleh dua kubu calon presiden, khotbah yang tidak ada hubungannya dengan politik menjadi barang yang amat mahal harganya.

Khatib yang bertugas menyampaikan khotbah tadi siang bercerita tentang salah satu kriteria yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni rasa cinta yang amat besar terhadap rakyatnya.

Iklan

Saya duduk di baris ketiga, menyimak dengan teliti apa saja yang disampaikan oleh khatib. Ia khatib langganan di masjid dekat kantor saya. Dalam satu bulan, setidaknya dua-tiga kali ia menjadi khatib jumat.

Kelihatannya, ia memang khatib spesialis pendingin politik. Sudah beberapa kali terakhir ini, dirinya selalu membawakan khotbah tentang bersikap menjadi warga negara yang baik tanpa ada embel-embel mengkampanyekan dukungan terhadap salah satu calon presiden-wakil presiden.

“Baiknya rakyat itu juga tergantung dari baiknya pemimpinnya, itulah kenapa, jika seorang pemimpin adalah sosok yang penuh cinta, maka rakyatnya pun akan mengikutinya,” ujarnya khatib kebanggaan kita ini.

Saya mantuk-mantuk mendengarkannya sembari sesekali menggerakkan pantat saya dan menggesek-gesekkannya ke karpet sebab tak mungkin tangan saya menggaruknya. Kasihan jamaah di belakang saya, jadi kepikiran dan tidak nafsu makan setelah jumatan.

“Salah satu contoh yang bisa kita teladani adalah khalifah Umar,” terang Pak Khatib yang sampai sekarang saya tak tahu siapa namanya itu. “Khalifah Umar itu begitu mencintai rakyatnya, dia suka berkeliling menemui rakyatnya dan menanyakan bagaimana kabar, kondisi ekonomi, sampai kesehatan rakyatnya.”

Khatib kemudian bercerita tentang kegemaran Khalifah Umar bercanda dan membelai anak-anak. Kata khatib, bagi khalifah Umar, salah satu bentuk rasa cintanya pada rakyat adalah dengan mencintai anak-anak yang kelak bakal menjadi generasi penerus masa depan.

“Khalifah Umar itu suka sekali dengan anak-anak. Ia sering membelai dan mencium kening anak-anak dan mendoakannya,” ujar Pak Khatib.

Khotbah kemudian berlanjut dengan kisah khalifah Umar saat akan mengangkat seorang pemimpin di salah satu wilayah di daerah kekhalifahannya.

Saat itu, calon pemimpin yang akan dilantik bertanya kepada Umar tentang kebiasannya bercanda dan mencium kening anak-anak.

“Ya Khalifah, kenapa engkau suka sekali bercanda dan mencium kening anak-anak?” Begitu kata si calon Gubernur.

Ditanya begitu, khalifah Umar justru balik bertanya. “Apakah engkau tidak pernah melakukan apa yang aku lakukan?”

“Tidak, Ya Khalifah.”

Iklan

“Kalau begitu, aku batal mengangkatmu menjadi pemimpin.”

Sampai pada taraf begitulah khalifah Umar mencontohkan bagaimana seorang pemimpin seharusnya mencintai rakyatnya sendiri.

“Para hadirin, semoga pemimpin kita saat ini dan di masa depan adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya.” Pungkas Pak Khatib.

Khotbah pun berakhir. Doa penutup dipanjatkan. Dan salat jumat pun dimulai.

Salat dipimpin oleh khatib kita. Ia memulai bacaan salatnya. Dan alhamdulillah, surat yang dibaca adalah surat yang menyenangkan: Sabihisma dan Kulhu. Bukan surat-surat panjang yang susah diikuti dan dihafal.

Dalam hati saya membatin, “Sungguh Imam yang sangat mencintai makmumnya.”

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2019 oleh

Tags: Khotbah Jumatpemimpin
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10
Video

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

3 April 2025
Ambisi Kuasa Togog dalam Dunia Pewayangan yang Berakhir Tragis
Video

Ambisi Kuasa Togog dalam Dunia Pewayangan dan Nasib Tragis Drama Politik Nasional

18 Maret 2024
patrimonialisme demokrasi
Kotak Suara

Mengenal Patrimonialisme: Racun Demokrasi, Teman Dekat Dinasti Politik

9 Februari 2023
walhi kerusakan lingkungan mojok.co
Kotak Suara

Walhi Ajak Pilih Pemimpin yang Sadar Isu Lingkungan

3 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.