Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Gawat! Kita Tidak Bisa Memilih Prabowo di Pilpres 2019 dan Indonesia Bakal Punah

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
18 Desember 2018
A A
serangan fajar
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jika Pak Prabowo tidak bisa menjadi imam salat, Indonesia bakal punah. Ujung-ujungnya kita menjadi penduduk asing dan aseng. Duh, gawat!

“Maka kita angkat pemimpin yang bisa soooo?” Tanya Ustaz Abdul Somad di sebuah ceramah memancing respons jamaah. Tak sampai satu detik, jamaah menyahut bersama-sama: “Soooolaaaat!!!1!!!1”

“Solat! Bukan Somad!” Ustaz Abdul Somad menimpali sambil bercanda. “Angkat pemimpin yang bisa jadi imam solat! “Tak bisa solat Maghrib, Pak Ustaz” Tak apa, solat Dzuhur saja dulu.”

Petikan ceramah Ustaz Abdul Somad di atas bikin saya cemas. Bahkan sudah pada tahap khawatir. Mengapa? Karena baru-baru ini Pak Prabowo, capres yang didampingi oleh Sandiaga Uno sebagai cawapres, mengaku bahwa dirinya tak pantas menjadi imam salat. Ini bahaya. Semoga Pak Prabs hanya sedang merendah, bukan karena memang tidak bisa salat.

Lho, kamu tidak percaya Pak Prabowo mengakui bahwa dirinya tidak pantas menjadi imam salat dan bakal terancam gagal menang Pilpres 2019 karena Ustaz Abdul Somad menyarankan kita memilih pemimpin yang bisa menjadi imam salat?

Tanggal 17 Desember 2018 yang lalu, Pak Prabowo sudah mengakuinya secara terbuka. Bahkan direkam, ditulis, dan diunggah oleh banyak wartawan dan media seperti permintaan Ketum Gerindra bahwa media-media di Indonesia harus adil memberitakan.

“Saya gak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri, yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya. Betul? Saya tidak takut mengakui saya merasa tidak pantas saya menjadi imam salat, lebih baik saya ikuti orang yang lebih tinggi ilmunya dari saya,” aku Pak Prabs seperti dilansir oleh Tribun, yang seperti punya cabang dari Sabang sampai Merauke itu.

Ini lho yang saya khawatirkan. Begini, Pak Prabowo. Anda kan tahu kalau di Indonesia ini “beragama dan punya iman sundul langit” itu kelasnya sangat tinggi di kontestasi politik. Sensitifitas terkait masalah rakyat, paham masalah ekonomi-sosial, budaya, masalah internasional itu kan urusan remeh. Yang penting adalah agamis. Titik. Lha kalau Pak Prabs mencoba merendah, nanti malah diserang banyak orang.

Nanti Anda dibilang memang tidak bisa salat, apalagi menjadi imam ketika menjalankan rukun Islam yang kedua tapi sok-sokan merendah biar terhindar dari disuruh-suruh. Eeh tapi, Pak Prabs bisa salat dan menjadi imam, kan? Nanti saya sudah capek membela Pak Prabs ternyata memang tak bisa salat apalagi menjadi imam.

Apalagi ketika Ustaz Abdul Somad, salah satu calon wakil presiden pilihan Ijtima Ulama itu bilang bahwa:

“Aslinya yang menjadi imam itu adalah pemimpin. Makanya selama Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak ada yang maju ke depan (memimpin), kecuali atas titah Baginda (Nabi Muhammad), maka majulah Sayyidina Abu Bakar Ash Siddiq Radiallahu Anh,” kata Ustaz Abdul Somad, yang kembali dicatat oleh Tribun, yang cabangnya nauzubillah banyak banget itu. Itu kalau di Planet Mars boleh buka kantor berita, Tribun pasti udah pesan kaveling sejak lama.

Nah, kalau pemimpin harus bisa menjadi imam salat, sedangkan Pak Prabowo mengaku tidak pantas (tidak mampu?), lalu kita harus memilih siapa? Masak milih Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Ya sebetulnya sih tidak masalah kalah kudu memilih Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin. Jokowi sudah beberapa kali menjadi imam salat. Soal bacaan yang salah, itu urusan lain. Yang sedang dipermasalahkan itu kan keberanian dulu untuk maju memimpin salat, menjadi imam. Berani dulu, baru dibenahi kemudian kalau salah. Ingat, seperti kata iklan Rinso, “Berani kotor itu baik!”

Tapi, Pak Prabowo, ada satu masalah besar kalau kami kudu memilih Jokowo dan Kiai Ma’ruf Amin. Masalahnya cuma satu sih, yaitu Indonesia bakal punah karena Bapak kalah.

Iklan

Seperti kata Pak Prabowo sendiri, kalah kalah di Pilpres 2019, Indonesia ini bakal punah.

“…Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dri rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah.”

Ketika pemilih memilih Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin karena bisa menjadi imam salat, artinya Pak Prabowo akan kalah. Indonesia lalu punah. Takut, Pak. Saya takut tidak bisa julid dan ghibah lagi di medsos.

Apalagi ketika nanti Indonesia punah dan kita pindah kewarganegaraan. Masak kita kudu gabung ke Cina dan Amerika Serikat. Masyaallah, Pak. Anda kan menyerukan kalau kita kudu anti-aseng dan anti-asing. Masak malah mengingkari nasihat Bapak.

Jadi, Pak. Ayo jadi imam salat. Biar Indonesia tidak punah dan kita jadi penduduk asing dan aseng. Nanti biar dibantu Ahmad Khadafi, redaktur Mojok yang lulusan pesantren Al Muayyad di Surakarta.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2018 oleh

Tags: abdul somadIndonesia punahPilpres 2019prabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Cara Jawa Tengah (Jateng) menjaga inflasi dan ketersediaan pangan MOJOK.CO

Cara Jawa Tengah Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan agar Harga Terkendali dan Keterjangkauan Pangan bagi Masyarakat Terjamin

10 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.