• 12
    Shares

MOJOK.COMeski berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0, nasib juara Persib Bandung, dan empat besar klasemen Liga 1 belum bisa diprediksi secara pasti.

Koreo badut Pennywise di film “It” menyambut Arema FC. Persib Bandung memang sudah sangat siap menyambut laga perdana mereka setelah jeda Asian Games 2018. Bukan hanya skuat asuhan Mario Gomez tersebut yang sudah siap. Bobotoh pun menyiapkan diri guna memastikan horor kandang mereka dirasakan tim tamu.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi megahnya koreo tersebut. Ditemani kalimat “Don’t playground with us”, koreo Pennywise terlihat menyeramkan. Apalagi untuk pembaca yang punya fobia badut. Apakah para pemain Arema FC takut dengan badut? Ada-ada saja kalimat tanya ini pemirsah.

Satu yang pasti, Persib menang dengan “nyaman” untuk mengamankan posisi puncak klasemen Liga 1 musim 2018/2019 apabila menengok skor akhir 2-0 yang mereka bukukan. Namun, sepanjang babak pertama, Arema FC sebetulnya punya kesempatan untuk meredam laju tuan rumah. Sayang, beberapa kesempatan yang mereka dapatkan tidak berbuah hasil positif.

Persib sendiri menang lewat torehan gol Atep dan Bojan Malisic. Skor klasik ini sukses membantu Maung Bandung menjaga jarak dengan empat tim di bawah mereka. Posisi puncak setelah jeda tentu sebuah catatan apik menyambut jadwal yang kembali padat dan serunya saling balap di klasemen Liga 1. Setelah melawan Arema FC, Pangeran Biru akan tandang ke Borneo FC pada tanggal 19 September 2019.

Meskipun baru saja kalah dari Persija Jakarta dengan skor 0-1, Borneo bukan lawan yang bisa disepelekan. Mengapa? Kalau kamu pembaca setiap rubrik Balbalan di Mojok tentu paham bahwa hasil akhir Liga 1 musim ini sangat sulit ditebak. Kali ini tim besar menang, minggu depan bisa kalah dari tim semenjana. Ini yang menyebabkan perolehan poin di klasemen Liga 1 musim ini sangat rapat.

Baca juga:  Persija Batal Main Lagi? Ini 2 Solusinya

Mempertimbangkan perolehan poin di klasemen Liga 1 yang rapat, aman untuk memprediksi bahwa Persib Bandung dan empat tim besar lainnya baru bisa memastikan gelar juara di paruh akhir musim ini. Empat tim yang tengah mengekor sang capolista adalah Madura United Bhayangkara FC, dan , Bali United. Tiga tim ini sama-sama memetik kemenangan di pekan ke-21.

Madura United berhasil menang dengan nyaman atas Mitra Kukar dengan skor 2-0. Bhayangkara FC irit gol, hanya menang 1-0 ketika menjamu Perseru Serui. Sementara itu, Bali United menundukkan Persela Lamongan lewat pertandingan yang seru dan berkesudahan dengan skor 3-2 untuk tuan rumah. Semua tim di empat besar bermain kandang dan menang. Poin tetap terjaga.

Setelah melawan Mitra Kukar, Madura United dijadwalkan menghadapi Arema FC (tandang), Borneo FC (kandang), dan Persib (tandang). Jadwal Bhayangkara selanjutnya adalah meladeni Persela (tandang), Barito Putera (kandang), dan PS TIRA (tandang). Bali United? Tiga pertandingan selanjutnya adalah menghadapi Barito Putera (tandang), PS TIRA (kandang), dan Sriwijaya FC (tandang).

Nah, bagaimana dengan sang pemuncak klasemen Liga 1? Mereka akan melawat ke Borneo FC, menjamu Persija Jakarta, dan kembali bermain di rumah untuk melawan Madura United. Mempertimbangkan lawan masing-masing, posisi di empat besar sangat mungkin berubah.

Laga tandang Madura United di tiga pertandingan selanjutnya terbilang sulit. Arema FC sudah keluar dari zona degradasi dan menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satu buktinya, mereka sebetulnya sempat bisa mengimbangi Persib.

Kalah di dua laga tandang, Madura bisa terlempar dari posisi dua, bahkan keluar dari empat besar. Melihat klasemen Liga 1, Persija dan Barito Putera mengintip di peringkat kelima dan enam dengan sama-sama mengumpulkan 33 poin.

Bhayangkara FC? Laga paling berat bagi mereka di tiga laga selanjutnya adalah tandang ke Persela. Bermain di Stadion Surajaya, Laskar Joko Tingkir sangat sulit ditundukkan. Istilah jago kandang tersemat di pundak mereka. Jadi, peluang terbesar bagi Bhayangkara adalah mengalahkan Barito (kandang) dan PS TIRA (tandang).

Baca juga:  Prediksi PSMS vs Persib: El Clasico Milik Ayam Kinantan

Bali United? Dua laga tandang mereka sungguh berat, yaitu melawat ke Barito dan Sriwijaya. Dua tim yang terkadang tidak konsisten, namun selalu merepotkan lawan-lawan mereka. Persipura Jayapura, ketika bermain di kandang dan menang dri Sriwijaya, dipaksa bekerja sangat keras. Poin tiga jadi wajib hukumnya ketika menjamu PS TIRA.

Nah, menengok jadwal, jalan Persib sedikit lapang. Sedikti saja tapi. Meski bermain di dua laga kandang, mereka akan menghadapi Persija dan Madura United. Laga melawan Persija selalu sarat emosi dan hasil akhirnya cukup sulit ditebak. Madura United pun sama saja. Demi mengamankan posisi empat besar hingga akhir klasemen, mereka tak akan dengan begitu saja menyerah.

Nah, dengan penjabaran seperti itu, kalian bisa menghitung sendiri. Hanya dari tiga laga ke depan saja, posisi di klasemen Liga 1 sangat mungkin berubah. Maka menjadi masuk akal apabila menjelang pekan ke-22 nanti, narasi “hampir juara” sebaiknya disimpan rapat-rapat seperti yang terasa saat ini.

Liga 1 masih cukup panjang. Konsistensi Persib sejauh ini sangat manjur untuk meladeni laga-laga berat. Namun, jika kamu jeli, baik Madura United, Bhayangkara FC, maupun Bali United belum betul-betul mencapai performa terbaik. Ketiganya bahkan tidak masuk empat besar di paruh awal musim ini. Awal musim, papan atas klasemen Liga 1 dimeriahkan oleh PSM Makassar, Barito Putera, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta.

Ketiga tim ini sudah berada dalam jalur yang benar. Seiring hasil positif, performa mereka akan semakin mantab. Ketika level performa itu berhasil diraih, jalan Persib bakal makin nggronjal. Sangat seru dan sampai akhir musim, kita akan disuguhi laga-laga yang ketat dan mendebarkan. Satu lagi alasan bagi kamu untuk terus mengikuti Mojok, eh maksud saya, klasemen Liga 1 musim ini.


No more articles