Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sikap Penolakan Orang Indonesia terhadap Pengungsi Rohingya Bikin Hitler Jadi Kelihatan Nggak Jahat-jahat Amat

Mohammad Ali Dosti oleh Mohammad Ali Dosti
5 Januari 2024
A A
Sikap Penolakan Orang Indonesia terhadap Pengungsi Rohingya Bikin Hitler Jadi Kelihatan Nggak Jahat-jahat Amat

Sikap Penolakan Orang Indonesia terhadap Pengungsi Rohingya Bikin Hitler Jadi Kelihatan Nggak Jahat-jahat Amat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Komentar (beberapa) orang Indonesia terhadap Rohingya adalah contoh bahwa Hitler dan Netanyahu nggak keliatan jahat-jahat amat

Jika ingat-ingat masa kecil, ada satu fragmen yang begitu membekas di kenangan saya: Bapak senang nampung orang di rumah. Beragam orang yang biasanya Bapak tampung di rumah. Ada cowok mokondo, suami dari kakak sepupu saya, ada supir trayek Depok Timur, ada juga yang coba-coba peruntungan di Pasar Inpres Lenteng Agung. Bermacam orang dari latar berbeda. Tapi, ada satu kesamaan dari orang-orang yang Bapak tampung. Mereka adalah orang-orang yang ingin memulai kehidupan, tapi pemerintah nggak kasih garis start-nya.

Fragmen kenangan itu muncul lagi bulan lalu waktu saya tertarik dan tersenyum simpul membaca komentar di X (transformasi nama yang jelek dari twitter) tentang pengungsi Rohingya. “Tampung aja di rumah kalian kalo kasian!”, begitu komentarnya. Oke, tanda seru itu tambahan dari saya biar ada efek dramatis. Tapi, substansinya masih sama, si pengkomentar keberatan kalau pemerintah membantu pengungsi Rohingya.

Menurut saya, itu ide brilian sekali. Apalagi, setelah saya beralih ke Instagram, dan makin tenggelam ke dalam komentar-komentar di situ, ada satu komentar yang tidak kalah brilian. Katanya, “hati-hati, jangan sampai Indonesia menjadi Palestina kedua.” Wow! Itu berarti, daripada dibantu pemerintah, sebaiknya ditampung saja di rumah-rumah warga (yang kasihan). Itu dilakukan agar ada pengawasan. Takutnya pengungsi Rohingya yang jumlahnya sekitar 1000-an orang saat ini mencoba mengambil alih Indonesia yang berpenduduk menuju 300 juta orang. Persis yang dilakukan warga Israel terhadap Palestina pada 1948.

1000 Rohingya bisa menaklukkan Indonesia? Ajaib

Yang kontra tentu akan menjawab, “Logika dong, gimana caranya pengungsi yang jumlahnya cuma 1000 orang bisa menjajah 300 juta orang?!”. Lha, menurut Anda gimana caranya warga DePeEr yang cuma 500-an orang bisa ngeprank orang se-Indonesia? Ya pake kekuasaan, dong. Pasti ada cara orang-orang pengungsian yang jumlahnya satu batalion itu menguasai kejulidan netizen Indonesia yang bikin gentar Israel.

Untuk kalian yang pro Rohingya, nih dengerin ya, pengungsi Rohingya juga menimbulkan berbagai keresahan sosial. Misalnya, kasus pengrusakan rusun di Sidoarjo yang dijadiin konten oleh akun @hamzali_abradinezad (Ali Hamza) dan banyak dikomentari oleh akun-akun berekor angka. Meskipun pada akhirnya disanggah oleh petugas di rusun kalau itu bukan kerjaan pengungsi Rohingya, tapi, saya yakin kejadian itu pasti dipengaruhi oleh mereka. Buktinya, sampai sekarang kontennya belum di-take down sama pengunggahnya. Berarti bener, kan?!

Tanya orang Myanmar langsung

Oke, kalau Anda nggak percaya juga sama kontennya @hamzali_abradinezad, ada juga selebgram, namanya Buk @Aishamaharaniquote. Belio dulu sempat peduli dan bahkan menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya. Plus, Beliau ini pakar kehalalan produk. Berarti argumen-argumennya valid dong.

Belio pernah tanya langsung ke orang Myanmar, bernama Than. Saya ulang lagi ya, ke orang Myanmar, bernama Than. Buk Icha tanya apa sih yang sebenarnya terjadi di Myanmar. Lalu, orang Myanmar, bernama Than itu menjawab—dan dijelaskan seperti yang diposting oleh Buk Icha:

Baca Juga:

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Perang Iran Israel: Meledak di Langit, Imbasnya Dirasakan Warga Bantul yang Lagi Bingung Caranya Beli Gas 3 Kilo

“Awal terjadinya pembantaian, dimulai dari perebutan wilayah oleh Rohingya terhadap Rakha dengan melakukan kekerasan pada Rakha, dan tentu saja pemerintah Myanmar membela suku aslinya dan mengusir Rohingya. Sehingga sampai saat ini mereka menolak adanya Rohingya.”

Metodologi yang dipakai Buk Icha dalam memverifikasi fakta begitu out of the box. Bahkan bisa dibilang jump outside the box. Belio bertanya langsung kepada orang Myanmar, bernama Than tentang apa yang terjadi kepada etnis Rohingya. Ini seperti orang Indonesia bertanya kepada warga Israel tentang apa yang terjadi kepada orang-orang Palestina. Norman Finkelstein bisa jadi geleng-geleng kepala sama fact check gaya Buk Icha.

Definisi genosida yang diubah semau gue

Barangkali ada pembaca tidak percaya dengan para outsider seperti Ali Hamza dan Buk Icha yang mengatasnamakan warga Aceh. Sehingga bertanya-tanya “can’t the subaltern speak?” seperti yang pernah digemakan oleh Pak Gunawan Mohamad, yang berumah dalam kekaburan (kata Roy Murtadho). Maka, Cut Anggi lah yang dituju.

Videonya banyak bertebaran di TikTok. sedang menceramahi pakar hukum tata negara, the one and only, Pak Mahfud MD. Menurut the Special One, Pak Mahfud MD, dunia pernah menunjukkan solidaritas kepada Aceh saat dilanda Tsunami tahun 2004. Sehingga sepatutnya Aceh juga perlu tunjukkan solidaritas kepada pengungsi Rohingya. Namun, Cut Anggi menjawab dengan sangat brilian:

“Kalau mereka (etnis Rohingya) sekarang bukan lagi korban genosida, dan bukan korban bencana alam, tapi mereka lari dari kamp di Bangladesh, dan ini bukanlah sebuah bencana tapi pilihan mereka datang ke Aceh. Jangan disamakan!”

Apa yang dilakukan Cut Anggi adalah mendobrak pakem lama definisi dari korban genosida. Baginya, seseorang atau sekelompok orang nggak bisa lagi disebut korban genosida kalau kabur dari kamp pengungsian.

Definisi baru yang dibuat oleh mbak-mbak dari suatu tempat di Aceh ini sangat berimplikasi luas terhadap peta politik keamanan internasional. Misalnya, Israel dapat berdalih bahwa orang-orang Palestina bukanlah korban genosida jika mereka lari dari kamp pengungsian yang dibombardir siang malam.

Rohingya adalah pengungsi ilegal

Tetapi, dari sekian ide-ide brilian tadi, ada satu yang paripurna. Yaitu ide dari seorang yang mewakili generasi muda. Siapa lagi kalau bukan Gibran Rakabuming Raka. Rumah bagi pelawak-pelawak dark jokes. Person of The Year (versi saya) yang merobohkan kekolotan MK. Gibran membuat pernyataan kalau pengungsi Rohingya masuk secara ilegal. Ya, Anda tidak salah baca. Menurut Mas Gibran, mereka adalah PENGUNGSI ILEGAL.

Meskipun itu adalah sebuah pernyataan, bukan ide, tetapi, ada ide yang dapat ditarik keluar dari pernyataan itu. Yaitu setiap pengungsi harus mengurus visa jika ingin masuk suatu wilayah. Bayangkan, berapa devisa yang diterima negara dari jalur perlakuan terhadap pengungsi. Kedua belah pihak—Rohingya vis a vis Negara—saling untung. Jarang-jarang ada politikus yang memiliki kualitas pemikiran seperti itu. Selain humanis, juga ekonomis.

Orang-orang anti-Rohingya yang saya sampaikan tadi memiliki latar belakang berbeda. Dan setelah membaca cukup panjang, saya yakin para pembaca punya kesimpulan yang sama dengan saya. Ya, betul. Hitler dan Netanyahu ternyata nggak jahat-jahat amat.

Penulis: Mohammad Ali Dosti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kelakuan Biadab Mahasiswa yang Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2024 oleh

Tags: genosidaisraelpenolakanrohingya
Mohammad Ali Dosti

Mohammad Ali Dosti

Penulis yang bekerja sebagai PNS di salah satu pemerintah daerah, menyukai kue lupis, dan menaruh kepedulian pada isu kemanusiaan.

ArtikelTerkait

Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

Kelakuan Biadab Mahasiswa yang Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh

29 Desember 2023
Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

30 Juni 2025
Israel Menjajah Palestina Tidak Dibenarkan Alkitab dan Yesus (Unsplash)

Menjadikan Alkitab sebagai Alasan Memaklumi Penjajahan Israel atas Palestina Bukti Yesus Sudah Tidak Ada di Hati Kamu

25 Oktober 2023
Panduan Memboikot McD dan Starbucks demi Melawan Zionis (Unsplash)

4 Alasan Memboikot McD dan Starbucks untuk Melawan Zionis itu Harusnya Mudah Dilakukan

12 Juni 2024
Bella Hadid Bela Palestina Itu Hal yang Wajar, Nggak Usah Lebay terminal mojok

Bella Hadid Membela Palestina Itu Hal yang Wajar, Netizen Nggak Usah Lebay

18 Mei 2021
RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

20 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.