Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kelakuan Biadab Mahasiswa yang Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
29 Desember 2023
A A
Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekumpulan mahasiswa di Aceh, sambil mengenakan jas almamater, menggeruduk pengungsi Rohingya. Mereka mengusir para pengungsi, yang kebanyakan ibu dan anak-anak. Mengamati cuplikan video yang tersebar di media sosial, terlihat para pengungsi Rohingya ketakutan dan trauma. 

Warga Rohingya mengungsi karena mereka menjadi korban penyiksaan dan genosida junta Myanmar. Kini, ironisnya, ada sekumpulan mahasiswa, yang katanya kaum intelektual, memakai jas almamater, membuat trauma dan mengusir pengungsi dari tempat yang seharusnya aman. Ini sungguh ironis karena mereka lari dari kekerasan, tapi sekarang menghadapi ketakutan lagi di tempat yang seharusnya memberi perlindungan.

ADVERTISEMENT

Kemanusiaan, seharusnya, di atas segalanya

Kelakuan biadab mahasiswa di Aceh yang mengusir pengungsi Rohingya secara paksa merupakan tindakan yang tidak pantas. Aksi mereka juga tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. Tindakan tersebut tidak cuma melukai pengungsi Rohingya, tapi juga merusak citra Indonesia di mata dunia. 

Padahal, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, seperti yang diamanatkan Pancasila dan Konstitusi. Indonesia telah menjadi negara tujuan pengungsi dari berbagai negara, termasuk Myanmar. 

Tindakan mahasiswa tersebut merupakan bentuk intoleransi dan diskriminasi. Mahasiswa, sang agen perubahan, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki rasa empati dan solidaritas kepada sesama manusia.

Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, merupakan salah 1 tokoh bangsa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Beliau pernah mengatakan bahwa “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa bagi Gus Dur, kemanusiaan adalah nilai yang paling utama, bahkan di atas politik. 

Gus Dur selalu berusaha untuk melindungi dan membela hak-hak asasi manusia, tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan. Beliau juga selalu menyerukan perdamaian dan toleransi di antara umat beragama. Tindakan biadab mahasiswa di Aceh tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh Gus Dur. Oleh sebab itu, kita mesti mengecam keras tindakan biadab mahasiswa yang mengusir pengungsi Rohingya.

Konten propaganda yang menyasar pengungsi Rohingya di Aceh

Di medsos, banyak berseliweran konten negatif tentang etnis Rohingya di Indonesia. Hak ini bisa menimbulkan kebencian terhadap mereka, bahkan menimbulkan ujaran-ujaran SARA. Konten-konten tersebut biasanya berisi tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.

Baca Juga:

Takengon Aceh yang Serba Lambat Bikin Kaget Orang Medan yang Terbiasa “Barbar”

4 Pertanyaan tentang Aceh yang Selalu Bikin Orang Aceh Geleng-geleng. Nggak, Kita Nggak Mengisap Ganja Tiap Hari!

Konten propaganda di medsos bisa punya pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Konten-konten tersebut bisa membuat masyarakat menjadi lebih mudah percaya pada informasi yang salah. Sudah begitu, masyarakat menjadi lebih apatis.

Mahasiswa yang sering dicap sebagai agen perubahan, penjaga nilai, penerus bangsa, kekuatan moral, kontrol sosial, semestinya sadar akan perannya sebagai kaum intelektual. Pengusiran pengungsi Rohingya di Aceh menunjukkan adanya degradasi berpikir mahasiswa, yang katanya kaum idealis-taktis, berubah menjadi makhluk arogan tak berperikemanusiaan.

ADVERTISEMENT

Perlu ada langkah konkret

Saat ini, Indonesia belum meratifikasi Konvensi PBB 1951 tentang Pengungsi dan Protokol Pengungsi 1967. Makanya, Indonesia tidak terikat dan bukan merupakan negara tujuan pengungsi, melainkan cuma sebagai negara transit bagi pengungsi, khususnya Rohingya. 

Meskipun belum meratifikasi Konvensi PBB 1951 dan Protokol Pengungsi 1967, semua negara wajib melindungi pengungsi sesuai dengan hukum internasional umum. Konvensi tersebut telah menjadi jus cogens, yang berarti bahwa semua negara wajib mematuhinya, terlepas dari apakah mereka telah meratifikasinya atau tidak. 

Semua negara, termasuk Indonesia, wajib melindungi pengungsi sesuai hukum internasional umum. Hukum internasional umum telah menetapkan bahwa semua negara wajib menghormati hak-hak asasi manusia, termasuk hak pengungsi untuk mendapatkan perlindungan.

Pentingnya edukasi masyarakat tentang kemanusiaan dan HAM juga nggak bisa diremehkan. Perlunya program edukasi yang lebih luas dan terfokus untuk meningkatkan kesadaran akan masalah pengungsi Rohingya, menanamkan nilai empati, dan meluruskan informasi yang berkembang di medsos.

Perlindungan terhadap pengungsi Rohingya di Aceh adalah kewajiban moral dan kemanusiaan yang mesti dipertahankan oleh semua negara, tak terkecuali Indonesia. Meskipun belum meratifikasi beberapa konvensi terkait, hal itu tidak mengubah fakta bahwa negara memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi individu yang mencari perlindungan dari konflik dan kekerasan.

Penulis: Raihan Muhammad

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mengharapkan Rambo Berjuang Membela Rohingya

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2023 oleh

Tags: acehmahasiswa mengusir pengungsi rohingyapengungsi rohingyapengungsi rohingya di acehpengungsi rohingya diusir mahasiswarohingya
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated (Unsplash.com)

6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated: Luhur dan Wajib Dikunjungi

18 September 2022
keumalahayati inong balee aceh mojok

Keumalahayati, Inong Balee, dan Akhir Tragis Cornelis de Houtman

1 Oktober 2020
panjat pinang

Tiga Lomba Alternatif Pengganti Panjat Pinang

19 Agustus 2019
Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

4 Pertanyaan tentang Aceh yang Selalu Bikin Orang Aceh Geleng-geleng. Nggak, Kita Nggak Mengisap Ganja Tiap Hari!

24 Januari 2024
Sikap Penolakan Orang Indonesia terhadap Pengungsi Rohingya Bikin Hitler Jadi Kelihatan Nggak Jahat-jahat Amat

Sikap Penolakan Orang Indonesia terhadap Pengungsi Rohingya Bikin Hitler Jadi Kelihatan Nggak Jahat-jahat Amat

5 Januari 2024
Takengon Aceh yang Serba Lambat Bikin Kaget Orang Medan yang Terbiasa “Barbar” Mojok.co

Takengon Aceh yang Serba Lambat Bikin Kaget Orang Medan yang Terbiasa “Barbar”

15 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.