5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak (Unsplash)

Motor Honda memang raja jalanan, setidaknya untuk sampai saat ini. Tapi, bukan berarti, produk mereka tanpa cacat.

Sejarah selalu mengatakan, bahwa yang terbaik pun kadang melakukan kesalahan tolol dalam perjalanan hidupnya. Real Madrid pernah mengangkat Rafael Benitez, Ferrari di masa kini, Amerika dengan War on Drugs, dan keputusan-keputusan bodoh yang diambil oleh apa-apa yang disebut terbaik.

Dan Honda pun sama. Ia tak luput, bahkan tak hanya sekali. Di tulisan ini, saya akan menampilkan beberapa produk yang lebih tepat disebut sebagai kesalahan dan aib ketimbang keputusan marketing yang waras.

Honda CS1

Saya tidak pernah tau di mana bagusnya motor ini semenjak keluar pertama kali. Makin dewasa, saya makin mempertanyakan kenapa Honda kepikiran bikin motor kayak gini. Nggak pernah paham saya.

CS1 ini keluar pada 2008. Kalau niatnya bikin kelas yang tidak ada pesaingnya di masa itu, sebenarnya motor ini berhasil. Sebab hingga sekarang nggak ada satu pun yang berusaha menyaingi Honda CS1. Kayak, ngapain, itu motor bakal gagal sendiri kok.

Dan ya, kita tahu betul motor ini gagal sendirian, dan tak ada yang mengenangnya.

BACA JUGA: Honda CS1, Motor yang Hampir Bikin Saya Kapok Jadi Montir

Honda Sonic terbaru

Sebenarnya, Sonic ini nggak bisa dibilang gagal banget. Saya masih liat lumayan rame di Jogja. Motor ini dirilis untuk menandingi dominasi Satria F150 yang… meredup.

Sumpah. Harusnya Honda belajar dari CS1, dengan melihat Satria. Peminat Satria menurun drastis, terlebih sehabis itu di kelas 150cc, Honda merilis CBR150R yang langsung jadi primadona. Tak pelak, meski peminat setia masih ada, tapi tak bisa dibilang memegang pasar.

Tapi, tidak dengan Honda. Sudah tau motor jenis Ayago akan mati, malah bikin motor serupa. Penjualan ya bisa dibilang nggak sesuai ekspektasi. Jangan terkecoh angka 14 ribu unit di bulan pertama. Kini, Sonic sudah disuntik mati, sebagaimana seharusnya.

Verza, apa lagi sih ini

Saya beneran heran sama kemunculan Verza. Dia itu dirilis buat yang pengin ada rasa motor sport dikit, tapi harga terjangkau. Cuma nih, kek, buat apa gitu lho.

Fiturnya udah seadanya, desain ya bapak-bapak banget. Targetnya tuh nggak jelas menurut saya. Misal buat bapak-bapak, saya pikir sih bapak-bapak bakal kepincut CB150R yang memang mumpuni. Kek, buat apa sih bikin motor ini, Nda?

BACA JUGA: Honda Verza, Produk Gagal yang Justru Meningkatkan Kesombongan Saya

Vario 160

Nggak tahu kenapa, saya nggak pernah seneng sama motor ini. Ini adalah motor Honda yang dipaksakan ada kehadirannya, dengan harga yang lebih mahal, dengan fungsi yang tak jauh beda.

Oke, Vario 150 memang ada, dan itu menurutku produk yang bagus. Tapi 160, ngapain? Kalau hanya beda bodi, mending bikin varian facelift dengan harga yang nggak beda.

Saya lumayan sering pake motor ini, pinjem Mas Seno kalau motor saya ketutup motor lain di parkiran. Sebenarnya ya enak dipakai, tapi ya itu, selayaknya Vario aja. Selain itu ya, nggak ada.

Beneran kek, ngapain bikin varian Vario yang aneh-aneh sih?

Honda Vario Street

VARIO STREET INI APAAN YA ALLAH YA TUHANKU.

Kek, Honda tuh lagi stres apa gimana sih? Direksinya fans Manchester United kah, stres terus sampe bikin varian aneh-aneh?

Buat apa coba bikin varian Vario dengan stang ala Beat Street. Buat apa? Ada gunanya? Ada urgensinya? Nggak mikir kalian punya seabrek masalah yang perlu diperbaiki kah, sampe bikin inovasi yang keliatan tolol?

Itu saja daftar produk Honda yang bikin kalian kepikiran, kok bisa raja industri berbuat yang bikin kita garuk-garuk sendiri. Ya beginilah dunia. Kadang yang kalian anggap pinter ternyata keblinger, yang kalian anggap terbaik nyatanya bikin kalian pusing.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Motor Honda yang Sebaiknya Nggak Usah Dibeli, Kepikiran pun Jangan, Mending Beli Yamaha! dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Exit mobile version