Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Zainudin Amali Mengundurkan Diri dari Menpora: Kenapa Nggak dari Dulu?  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
11 Maret 2023
A A
Zainudin Amali Mengundurkan Diri dari Menpora: Kenapa Nggak dari Dulu?  

Zainudin Amali Mengundurkan Diri dari Menpora: Kenapa Nggak dari Dulu? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti yang sudah-sudah, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI selalu saja penuh drama. Mulai dari pencalonan para ketua umum, pencalonan wakil ketua umum, hingga pemilihan para EXCO. Semuanya penuh drama, semuanya penuh agenda politik, dan semuanya sama saja, sama-sama tak memberikan banyak perubahan. Dan satu nama yang mungkin jadi sorotan adalah Menpora Zainudin Amali, yang sudah resmi menjabat sebagai Waketum PSSI rezim Erick Thohir.a

Kita mungkin sudah tahu bahwa Zainudin Amali ini bukan nama yang cukup akrab di dunia sepak bola. Sejauh kita mengikuti skena sepak bola nasional yang busuk ini, nama beliau sepertinya tak pernah berada di kubangan sepak bola nasional. Entah menjadi pemilik klub, manajer klub, atau pengurus klub. Di dunia sepak bola lokal, kiprahnya mungkin mentok hanya sebagai Menpora.

Tiba-tiba maju jadi calon waketum PSSI

Lalu, entah ada angin apa, orang ini dengan penuh percaya diri maju sebagai calon Waketum PSSI, dan terpilih pula. Terpilihnya juga penuh dengan drama. Setelah melalui pemilihan ulang, Sosok Ratu Tisha seharusnya jadi Waketum 1 karena menang perolehan suara. Sementara itu, Yunus Nusi seharusnya menjadi Waketum 2, dan Zainudin Amali tersingkir. Namun, mundurnya Yunus Nusi membuat Zainudin Amali naik menjadi Waketum. Zainudin Amali harusnya jadi Waketum 2, tapi entah ada “angin” apa, dia tiba-tiba jadi Waketum 1 dan Ratu Tisha jadi Waketum 2.

Terlepas dari drama murahan yang terjadi di KLB PSSI, menilik bagaimana pergerakan Zainudin Amali ini menarik. Setelah resmi menjadi Waketum PSSI, beliau akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menpora. Beberapa hari lalu, beliau sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Meski sudah menyerahkan surat pengunduran diri, pihak Istana memang belum memberikan rilis resmi terkait ini. Zainudin Amali juga belum bertemu Presiden Jokowi untuk berpamitan dari kabinet. Dalam beberapa hari ke depan, status beliau memang masih sebagai Menpora. Tapi satu yang pasti, beliau sudah hampir pasti mundur dari posisinya sebagai Menpora.

Satu pertanyaan muncul terkait mundurnya Zainudin Amali dari kursi Menpora. Kok nggak mundur dari dulu aja, Pak? Bukannya kinerja Bapak ini memang jauh dari kata memuaskan dan bisa dibilang buruk, ya? Kok mundurnya baru sekarang ketika sudah menjabat sebagai Waketum PSSI?

Insiden Thomas Cup 2020

Begini. Mari kita coba tengok ke belakang terkait buruknya kinerja Menpora. Setidaknya dua peristiwa saja cukup untuk membuat Zainudin Amali seharusnya mundur dari kursi Menpora sejak dulu.

Pertama, adalah peristiwa gagalnya bendera Indonesia berkibar di ajang Thomas Cup 2020. Tim Indonesia yang menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mengalahkan Tim Tiongkok, gagal mengibarkan bendera Indonesia ketika perayaan juara. Ini diakibatkan oleh adanya sanksi dari badan anti doping dunia, The World Anti-Doping Code (WADA). Ini adalah imbas dari Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) yang tidak memberikan laporan kepada WADA tepat pada waktunya.

Baca Juga:

Rahasia Percaya Diri Iwan Bule

Tragedi Kanjuruhan: Mari Dukung Sanksi FIFA!

Ini tentu membuat publik geram. Bayangkan saja, penantian panjang Indonesia dalam meraih gelar Thomas Cup harus ternodai dengan kasus ini. Menpora tentu menjadi salah satu orang yang disalahkan. Bagaimana tidak, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang seharusnya menjadi penanggung jawab hal ini malah terkesan abai dan banyak berdalih ini itu.

Desakan untuk mundur terus bergema, khususnya di media sosial. Apakah Menpora langsung mundur sebagai bentuk tanggung jawab? Tentu saja tidak. Sekarang sanksinya memang sudah dicabut, tapi kegeraman publik jelas masih ada.

Masih ingat Tragedi Kanjuruhan, Zainudin Amali?

Peristiwa kedua adalah Tragedi Kanjuruhan. Ini adalah tragedi yang memilukan yang sayangnya belum tuntas hingga saat ini. Sebenarnya ada banyak yang dimintai tanggung jawab atas tragedi ini. PSSI dan PT. LIB tentu menjadi yang utama. Selain itu, aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata juga dimintai pertanggungjawaban. Satu lagi, yaitu Menpora.

Mengapa Menpora, ya sebab Menpora gagal memberikan ketegasan atas kasus ini. Ini kasus kemanusiaan, kejahatan tingkat tinggi dengan korban lebih dari 135 jiwa. Ketegasan Menpora sebagai Kementerian yang menaungi semua kegiatan olahraga tentu dibutuhkan untuk mengusut tuntas. Apakah itu dilakukan oleh Menpora? Tentu saja tidak. Menpora malah terkesan abai dan seperti tak peduli dengan Tragedi Kanjuruhan. Tidak ada aksi nyata hingga detik ini.

Desakan untuk mundur lagi-lagi bergema. Semua yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan termasuk Menpora lagi-lagi didesak untuk mundur. Dan siklusnya terulang. Apakah Menpora lalu mundur sebagai bentuk tanggung jawab? Lagi-lagi tidak. Sudah tahu tidak becus dalam menangani kejadian seperti ini, malah ditambah tidak tahu diri. Lengkap sudah.

Dua peristiwa ini sebenarnya sudah cukup untuk membuat Zainudin Amali mundur dari kursi Menpora. Bahkan, ketika namanya muncul sebagai calon Waketum PSSI, dia juga tidak memutuskan untuk mundur. Keputusan mundurnya malah muncul ketika dia sudah resmi menjadi Waketum PSSI. Kenapa, Pak? Takut kehilangan jabatan, ya? Gitu amat jadi orang.

Menpora yang tak pernah beres

Lagian, posisi Menpora kita selama ini itu pelik banget, nggak ada yang beres. Namanya aja Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tapi yang memimpin malah jarang banget orang yang benar-benar muda (atau setidaknya berjiwa muda) dan ngerti olahraga. Kalau pun ada yang agak ngerti olahraga dan cukup muda, eh dia malah korupsi. Hadeeuuhh, mumet ndase!!

Tapi ya untung saja Zainudin Amali masih agak sedikit tahu diri, walau telat banget tahu dirinya. Ketika dirinya resmi menjadi Waketum PSSI, beliau langsung mengirimkan surat pengunduran diri ke Istana. Sekarang tinggal kita tunggu saja rilis resmi dari Istana terkait pengunduran diri beliau dari kursi Menpora. Semoga tidak lama prosesnya.

Oh iya, satu lagi. Berhubung sudah memutuskan untuk mundur dari Menpora, mbok ya atasannya di PSSI itu juga disuruh mundur dari kursi Menteri BUMN, lah. Nggak etis kalau ada yang rangkap jabatan, apalagi rangkap jabatannya jadi Ketua PSSI dan Menteri. Kesannya kok malah jadi rakus banget gitu. Sekali lagi, tolong buat Zainudin Amali, atasannya di PSSI itu disuruh mundur juga, ya!

Gimana, Pak Erick Thohir? 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Guyonan Twitter Partai Gerindra: Usaha Menutupi Luka Hati Prabowo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2023 oleh

Tags: menporamundurwaketum PSSIzainudin amali
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Tragedi Kanjuruhan: Mari Dukung Sanksi FIFA!

Tragedi Kanjuruhan: Mari Dukung Sanksi FIFA!

2 Oktober 2022
Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi cpns 2023

Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi

28 Mei 2022
memahami badminton untuk pak menpora

Panduan Memahami Badminton untuk Pak Menpora

10 Desember 2021
PSIW Wonosobo mojok

PSIW, Klub Sepak Bola yang Bermimpi Memiliki Stadion

20 Oktober 2020
Rahasia Percaya Diri Iwan Bule

Rahasia Percaya Diri Iwan Bule

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri
  • Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup
  • Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”
  • Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi
  • Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan
  • Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.