Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Yth. Pengendara yang Lewat Kawasan Cinambo, Ada Dendam Apa sama Pejalan Kaki?

Ana Dwi Itsna Pebriana oleh Ana Dwi Itsna Pebriana
3 Oktober 2020
A A
Yth. Pengendara yang Lewat Kawasan Cinambo, Ada Dendam Apa sama Pejalan Kaki? terminal mojok bandung trotoar kecelakaan lalu lintas

Yth. Pengendara yang Lewat Kawasan Cinambo, Ada Dendam Apa sama Pejalan Kaki? terminal mojok bandung trotoar kecelakaan lalu lintas

Share on FacebookShare on Twitter

Ini adalah sebuah keresahan seorang pejalan kaki jomlo yang tiap berangkat atau pulang kerja diliputi perasaan waswas. Khawatir diserempet mobil atau motor, bahkan truk, entah untuk keberapa kalinya.

Pagi itu, sekitar pukul 07.30, saya hendak berangkat kerja seperti biasa. Sambil menjinjing tas biru tua, saya melangkahkan kaki dengan penuh semangat, menyusuri jalanan di kawasan Cinambo, salah satu kecamatan di Kota Bandung bagian timur–yang mau ada covid atau enggak, tetap rame itu lho.

ADVERTISEMENT

Bagi yang masih asing dengan daerah ini, gapapa, saya tidak pelit untuk mengenalkannya. Kawasan ini sebetulnya masuk Kota Bandung, tapi berasa kabupaten karena kondisi jalannya yang menurut saya, tidak mencerminkan nilai-nilai ke-Kota-an pada umumnya. Sempit, sepanjang jalan (daerah saya) ada selokan yang entah kenapa tidak ditutup, dan kiri-kanan jalan dipenuhi dengan pabrik-pabrik, pedagang aneka macam makanan, maupun kos-kosan.

Foto di atas adalah pemandangan langka, ketika jalanan cukup lengang dari lalu lalang kendaraan. Setiap saya maju empat atau lima langkah, setelahnya pasti akan langsung menengok ke belakang untuk memastikan ada kendaraan yang akan melintas atau tidak. Bukan apa-apa, khawatir si pengemudinya tidak sadar kalau ada seorang perempuan jomlo yang berjalan mepet sampai ke bibir selokan demi menghindari marabahaya.

Setidaknya sudah lebih dari tiga kali, saya keserempet dari arah belakang. Yang paling parah baru keserempet spion mobil doang, sih. Alhamdulillah. Saat itu saya langsung refleks bergeser semakin ke pinggir. Itu pun lumayan sakit dan kaget juga. Maklum, saya orangnya selalu kagetan, efek pernah kesetrum ketika umur 12 tahun.

Sebagai pejalan kaki, saya sempat terpikir: apa beli sepeda aja, ya? Tapi, takut disangka ikut-ikutan “anak sepeda” hits nan kekinian yang mendadak ramai dan kadang bikin risih para pengemudi. Eh, nggak semua, sih. Ada oknum yang sembrono aja ini mah. Pokoknya, jadi banyak dilemanya perkara jalan kaki doang.

Terdengar lebay emang, kalau ada kendaraan yang lewat tuh, berasa kayak mau ditabrak dari arah belakang gitu, loh. Apalagi kalau si empunya nyalain klakson yang bunyinya amat menyebalkan, bikin kuping sakit setengah mampus. Ada dendam apa, sih? Perasaan saya udah sampai pinggir banget jalannya? Lalu, setelahnya, istighfar kembali sambil tetap melanjutkan perjalanan yang padahal nggak jauh-jauh amat.

Baca Juga:

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Lebih seramnya lagi, kalau yang melintas itu truk gede. Belum ditambah lirikan-lirikan menyebalkan dari si sopir atau kernetnya. Duh, cobaan pejalan kaki jomlo kenapa gini amat, yak?

 

Foto di atas adalah suasana perjalanan pulang saya ketika kendaraan sedang ramai-ramainya. Kalau lagi halu, sih, auto-ngebayangin cerita  FTV  yang kalau ada perempuan keserempet, jatuh di jalan, atau kecipratan air genangan bekas hujan, kelanjutannya pasti happy ending. Selalu ada sosok tamvan yang kebetulan jomlo juga, keluar dari mobil mevvah, datang menawarkan bantuan, dan berlanjutlah sebuah pendekatan. Hmmm, tapi nyatanya tidak sesederhana dan semengharukan itu. Kiranya benar kalau cerita di FTV itu terlalu lebay dan sulit diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Anjayani!

Masih heran aja, ada dendam apa, sih, sebenernya sama pejalan kaki? Emang sih, jalanan ini nggak ada trotoarnya dan jelas sangat tidak cocok bagi siapa pun yang nekat jalan kaki minimal dua kali sehari kaya saya ini.

Tapi, yaaa, mau gimana lagi? Sebagai seorang yang belum punya kendaraan apalagi ojek pribadi yang bisa antar-jemput setiap hari, mau tidak mau saya mesti jalan kaki. Lha wong, cuma 7 menitan dari kosan. Sayang kaaan, kalau mesti pesan ojol, mending uangnya ditabung buat modal nikah renovasi rumah orang tua di kampung.

Ketika jiwa suuzan dalam diri saya bergejolak, agaknya, para empunya kendaraan bermesin itu emang beneran punya dendam pribadi sama pejalan kaki. “Ini jalan udah jelas-jelas cuma buat kendaraan, sadar diri aja ya, Mbak.” 

Kalau prasangka ini benar, “Helowww … di mana letak nuranimu, wahayyy para empunya mobil Mitsubishi dan motor Suzuki?”

Jadi, harus semepet apa diriku berjalan? Bawaannya waswas terus tiap jalan kaki dari kosan ke kantor, atau sebaliknya. Saking deg-degannya lewatin jalan dengan bejubelnya kendaraan itu.

Pernah, saking sempitnya jalan raya Cinambo ini, dengan amat terkejut dan tentu saja malu, saya pernah terperosok ke dalam selokan pinggir jalan ketika hendak berangkat kerja. Tenang, saya tidak menyalahkan para pengendara, kok. Mungkin saat itu saya yang tidak hati-hati karena terlalu banyak mikirin doi yang padahal udah lama pergi.

“Kamu teh abis dari sawah?” tanya si bapak satpam yang setia menanti di depan gerbang, saat melihat sepatu putih saya yang mendadak berubah warna dan menimbulkan aroma tidak sedap.

“Abis kerja bakti di selokan, Pak.” jawab saya dengan santai padahal hati masih menyisakan sejumput kemurkaan.

Secuil harapan dari saya, sebagai perwakilan “Aliansi Pejalan Kaki”, semoga para pengendara di daerah Cinambo dan sekitarnya bisa lebih arif lagi dalam menikmati perjalanan. Tidak hanya bisa menyombongkan deretan kendaraan pribadi, tapi juga mau (agak) peduli sama para pejalan kaki, apalagi yang masih sendiri ini. Sekian.

Sumber gambar dalam artikel: dokumentasi pribadi penulis.

BACA JUGA Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2020 oleh

Tags: Kendaraanlalu lintas
Ana Dwi Itsna Pebriana

Ana Dwi Itsna Pebriana

Saya seorang yang senang membaca apa saja, termasuk tulisan-tulisan di Mojok, yaa kecuali yang berbahasa asing, sih.

ArtikelTerkait

angkot

Pengalaman-Pengalaman Menghebohkan di Dalam Angkot

13 Mei 2019
isi bahan bakar kendaraan mojok

Menggoyang Kendaraan Saat Isi Bahan Bakar Itu Berbahaya dan Nggak Berguna, Bos!

20 Oktober 2020
Titik di UNS Solo, ISI, dan Sekitarnya yang Perlu Dihindari karena Bikin Muntab terminal mojok.co

Pengendara yang Males Nyalain Lampu Sein Enaknya Diapain?

1 Oktober 2020
5 Kelakuan Pengendara Mobil yang Bikin Emosi Pengendara Motor Terminal Mojok

Gara-gara Ikut Kursus Mobil, Saya Paham Kenapa Orang Indonesia Lebih Memilih Motor

23 Juni 2023
Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

17 Juli 2024
Supeltas Solo: Hadir Raganya, Terabaikan Jasanya

Supeltas Adalah Simbol Betapa Nggak Becusnya Polisi Lalu Lintas Kita

29 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.