WTC Matahari Serpong, Mall Nyaman bagai Rumah yang Kini Mulai Usang

WTC Matahari Serpong, Mall Nyaman bagai Rumah yang Kini Mulai Usang

WTC Matahari Serpong, Mall Nyaman bagai Rumah yang Kini Mulai Usang (Unsplash.com)

Fenomena sepinya mall ternyata bukan hanya marak terjadi di Jakarta. Sedihnya, mall kesayangan saya, yakni Mall WTC Matahari Serpong, kini juga dalam kondisi yang kian memprihatinkan.

Mall yang saya anggap sebagai rumah kedua ini kini sangat sepi. Jujur saja kondisi ini membuat saya khawatir tak lama lagi mall ini akan gulung tikar…

Mall WTC Matahari Serpong sempat jaya pada masanya

Pandemi memang biang kerok kalau boleh dikata. Gimana nggak? Semua sektor menjadi karut-marut karenanya. Pun dengan mall kesayangan saya ini yang ikutan mengalami amblas pengunjung saat dan sesudah pandemi. Padahal mall yang telah berdiri sejak tahun 2004 ini menjadi salah satu mall hits pada masanya.

Mall WTC Matahari Serpong lokasinya sangat strategis, yakni berada di depan Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan. Rate harga di sini juga menurut saya sangat ramah di kantong, baik itu untuk pakaian hingga aneka kuliner yang ditawarkan.

Saya mulai rutin ke sini sejak 2011, diajak oleh mantan pacar yang sekarang sudah menjadi suami sekaligus ayahnya anak-anak. Saat itu Mall WTC Matahari Serpong cukup ramai pengunjung apalagi kalau weekend. Kios yang kosong ya ada beberapa. Tapi nggak seperti sekarang yang dominan kosongnya.

Kalau datang ke sini saya bisa betah seharian. Begitu sampai mall biasanya saya isi perut dulu dengan seporsi nasi ayam rica-rica di tenant favorit saya, Kantin Bang Romi. Setelah kenyang, saya belanja ke Hypermart atau main ke Mr. Token. Sisanya, nonton film di Cinemaxx atau berkeliling sambil makan es krim.

Saya masih ingat, kalau bulan Ramadan tiba, saking ramainya pengunjung yang mau buka puasa di food court, kita harus datang minimal jam 5 sore biar kebagian kursi. Kalau nekat datang menjelang bedug magrib, ya siap-siap saja makan di lantai.

Akan tetapi saat pandemi menerjang, saat Ramadan tiba pun mall ini begitu lengang. Padahal makanan di food court-nya menurut saya enak-enak dan harganya hampir sama dengan kedai makan macam warung Sunda atau warteg.

Kenangan yang sungguh membuat hati saya pilu jika melihat kondisi Mall WTC Matahari Serpong sekarang.

Perlahan ditinggalkan andalannya

Saya sangat prihatin karena satu persatu daya tarik utama Mall WTC Matahari Serpong mulai hengkang.

Diawali dengan Mr. Token yang kini telah diganti dengan brand lain yang menurut saya berkurang drastis jumlah wahananya. Lalu disusul dengan Hypermart yang juga hengkang dari mall ini pada tahun 2021. Padahal salah satu daya tarik mall ya karena ada supermarket di dalamnya.

Hal ini jujur saja bikin saya syok. Kebetulan waktu itu saya sempat agak lama nggak ke sini, dan saat datang ke sini lagi saya kaget banget karena Hypermart-nya sudah nggak ada. Padahal menurut saya Hypermart di WTC Serpong ini cukup ramai. Tapi mengapa memilih untuk pergi?

Lalu belum lama ini saat saya mau nonton, saya dibuat kaget lagi. Sebab bioskop yang dulu Cinemaxx lalu diganti dengan Cinepolis juga ikutan tutup.

Sudah nggak ada supermarket, nggak ada bioskopnya pula. Selain itu, dulunya tiap weekend ada live accoustic di WTC Serpong ini, namun sekarang sudah nggak ada.

Tenant food court juga makin menyusut di sini. Sedih banget nggak tuh?

Merupakan bagian dari Lippo Malls yang dikelola dan dikontrol oleh PT Lippo Karawaci, Tbk

Jujur saya bertanya-tanya kenapa Mall WTC Matahari Serpong yang sebenarnya punya prospek bagus seolah dibiarkan mati perlahan. Padahal secara lokasi, mall ini cukup strategis. Gedungnya luas dan kualitas produk serta harga barang yang dijual di sini disukai pengunjung. Mengapa mall ini seolah dianaktirikan?

Padahal WTC Serpong merupakan bagian dari Lippo Malls yang dikelola dan dikontrol oleh PT Lippo Karawaci, Tbk. Coba lihat Supermall Karawaci yang masih satu naungan, mall itu dirawat dengan sangat baik.

Seolah Mall WTC Matahari Serpong ibaratnya sedang sakit, tapi ya sudah dibiarkan saja. Kalau membaik ya syukur, tapi kalau harus menghadap Ilahi ya sudah takdir.

Walaupun sepi, sampai sekarang saya masih menyempatkan diri untuk datang ke sini. Dari yang awalnya cuma berdua, sekarang jadi berempat. Terlebih saya sangat bersyukur karena tenant makanan favorit saya masih ada.

Mall lain di Tangerang, yang lebih bagus, ramai, dan menyenangkan memang banyak. Tapi yang memberikan nuansa nyaman bagai di rumah ya hanya Mall WTC Matahari Serpong ini bagi saya.

Saya berharap WTC Serpong bisa berjaya lagi, dan semoga pengelola mall bisa membangkitkan kelesuan yang kini tengah melanda.

Jangan pergi mall kesayanganku. Aku masih sayang kamu. Tetaplah berdiri sampai anak-anakku dewasa agar mereka tahu bahwa inilah mall bersejarah bagi emak bapaknya. Hiks…

Penulis: Raras Weni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Senjakala International Plaza, Mall Tertua di Palembang: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Mulai Ditinggalkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version