Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
3 Februari 2026
A A
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak berlebihan ketika bilang saya jatuh cinta pada Wonosobo. Kabupaten kecil ini punya daya tarik yang sulit ditolak, terutama bagi orang yang lelah dengan hiruk-pikuk kota. Udara sejuknya terasa seperti hadiah, pemandangan alamnya menenangkan mata, dan ritme hidupnya terlihat lebih pelan. Kabut pagi, gunung yang mengelilingi, serta suasana yang adem membuat Wonosobo tampak seperti tempat ideal untuk “melarikan diri” dari kerasnya kehidupan.

Di awal, saya bahkan sempat berpikir, andai tinggal di sini, pasti hidup lebih tenang. Tapi, semakin lama berada di sana, semakin jelas bahwa jatuh cinta saat liburan sering kali menipu. Wonosobo memang indah untuk dikunjungi, tapi ketika mulai membayangkan hidup sehari-hari bekerja, sakit, butuh akses cepat, mengurus keluarga. Romantisme itu perlahan runtuh.

Jarak dan akses

Masalah pertama yang terasa nyata adalah jarak dan akses. Wonosobo bukan daerah yang mudah dijangkau. Untuk ke sana saja saya harus transit, memakan waktu dan biaya ekstra. Ini mungkin tidak jadi masalah bagi wisatawan yang datang sesekali, tapi akan sangat melelahkan jika dijalani terus-menerus. Mobilitas menjadi mahal, ribet, dan tidak fleksibel.

Satu kejadian benar-benar membuka mata saya. Ketika anak sepupu saya sakit. Di kondisi seperti itu, jarak bukan lagi sekadar angka di Google Maps. Akses menuju fasilitas kesehatan terasa jauh dan memakan waktu. Dalam situasi darurat, kita tidak butuh udara sejuk atau pemandangan indah, kita butuh kecepatan, kemudahan, dan pilihan. Dan di titik itu, Wonosobo terasa tertinggal.

Fasilitas kesehatan ada, tentu. Tapi pilihannya terbatas. Jika butuh penanganan lebih serius, harus ke kota lain. Artinya waktu, biaya, dan energi kembali terkuras. Ini menjadi pengingat bahwa hidup bukan cuma soal menikmati alam, tapi juga soal rasa aman ketika hal buruk terjadi.

BACA JUGA: Wonosobo Bukan Destinasi Wisata Ramah buat Kaum Mendang-Mending, Turunkan Ekspektasi dan Perbanyak Isi Dompet sebelum ke Sini

Biaya hidup di Wonosobo tidak semurah itu

Lalu soal ekonomi. Banyak orang mengira hidup di kabupaten kecil pasti murah. Kenyataannya tidak selalu begitu. Biaya hidup di Wonosobo terasa tidak sejalan dengan UMR. Beberapa kebutuhan justru mahal, sementara peluang kerja terbatas. Gaji kecil, pengeluaran tetap jalan. Ketimpangan ini membuat hidup terasa berat, terutama bagi mereka yang masih berjuang dari nol.

Kalau punya uang banyak, mungkin Wonosobo terasa nyaman. Rumah tenang, udara dingin, hidup pelan. Tapi bagi orang yang harus kerja keras setiap hari, mencari penghasilan dengan tenaga dan waktu, Wonosobo bisa terasa menyesakkan secara perlahan. Nyari uangnya ngos-ngosan, sementara kebutuhan tidak ikut menyesuaikan.

Baca Juga:

Tips Makan Mie Ongklok Wonosobo agar Nggak Terasa Aneh di Lidah

Saya Hidup Cukup Lama hingga Bisa Melihat Wonosobo yang Daerah Pegunungan Itu Kebanjiran

Yang paling menampar justru datang dari keluarga sendiri. Beberapa saudara saya yang tinggal di sana dengan jujur bilang, “Ogah hidup di sini. Kalau bisa mending ke Malang atau Jogja.” Kalimat itu membuat saya terdiam. Ini bukan pendapat wisatawan, tapi suara orang yang benar-benar menjalani hidup di sana.

Malang dan Jogja mungkin tidak sesunyi atau sedingin Wonosobo, tapi keduanya menawarkan sesuatu yang krusial. Akses. Akses pendidikan, kesehatan, transportasi, lapangan kerja, dan ruang tumbuh. Ada kampus, rumah sakit besar, peluang kerja yang lebih beragam, dan mobilitas yang lebih mudah. Hidup memang tidak selalu tenang, tapi lebih realistis.

BACA JUGA: Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman

Hidup lebih dari sekadar suasana

Wonosobo unggul di suasana, tapi hidup membutuhkan lebih dari sekadar suasana. Sebuah daerah butuh sistem yang menopang, bukan hanya memanjakan mata. Tanpa itu, keindahan bisa berubah menjadi keterbatasan, dan ketenangan berubah menjadi kebuntuan.

Wonosobo adalah daerah yang cantik, punya potensi besar, dan layak dicintai. Untuk berlibur, tempat ini luar biasa. Tapi untuk tinggal lama, nanti dulu. Apalagi bagi generasi muda, yang masih berjuang membangun masa depan. Indah, iya. Membangun masa depan, wait a minute.

Saya tetap mencintai Wonosobo sebagai destinasi, bukan sebagai tujuan hidup. Saya akan selalu rindu udaranya, kabut paginya, dan ketenangannya. Tapi untuk tinggal, bekerja, dan berjuang setiap hari, saya memilih realistis.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wonosobo Ternyata Lebih Ramah bagi Wisatawan ketimbang Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: biaya hidup di wonosobodieng wonosoboumr wonosobowonosobo
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Terminal Mendolo Wonosobo, Terminal yang Terasa Humble (Unsplash)

Terminal Mendolo Wonosobo, Terminal yang Terasa Humble

27 Mei 2023
Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Wonosobo Bikin Saya Salah Fokus. Niat Baca Malah Jadi Nonton Ibu-ibu Senam di Taman

Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Wonosobo Bikin Saya Salah Fokus. Niat Baca Malah Jadi Nonton Ibu-ibu Senam di Taman

9 Juni 2025
Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

1 Agustus 2024
Alasan Anak Muda Wonosobo Lebih Memilih Merantau daripada Menetap di Daerahnya  Mojok.co

Alasan Anak Muda Wonosobo Lebih Memilih Merantau daripada Menetap di Daerahnya 

3 Oktober 2024
Tugu Biawak Wonosobo Bikin Orang Nganjuk Iri dan Teringat Luka Lama Mojok.co

Tugu Biawak Wonosobo Bikin Orang Nganjuk Iri dan Teringat Luka Lama

5 Mei 2025
Inilah 3 Suluk Agar Anda Terhindar dari Sikap Diskriminatif terminal mojok.co

Dialek Orang Wonosobo Itu Beda, Bukan Ngapak dan Bukan Bandek

2 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya
  • Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis
  • Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota
  • Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.