Informasi
ADVERTISEMENT

Pengalaman Berkunjung ke Wisata Bukit Gandrung Kediri: Rutenya Menguras Mental, tapi Dibayar Lunas dengan Pesona di Atas Awan

Pengalaman Berkunjung ke Wisata Bukit Gandrung Kediri: Rutenya Menguras Mental, tapi Dibayar Lunas dengan Pesona di Atas Awan

Wisata Bukit Gandrung Kediri melayani kebutuhan healing dari berbagai kalangan

Ada satu hal lagi yang saya pikir Wisata Bukit Gandrung memang istimewa: cocok untuk semua kalangan. Ya, wisata ini bukan hanya untuk muda-mudi, yang mendambakan tempat nongkrong instagenic. Tetapi juga ada beberapa area yang pas buat komunitas atau orang dewasa yang sudah berkeluarga. 

Bagi komunitas atau keluarga yang ingin gathering, Wisata Bukit Gandrung punya pendopo dan teras yang lumayan luas. Ada fasilitas karaoke juga di sana. Atau buat bapak-ibu yang ingin membahagiakan buah hatinya, wisata ini menyediakan berbagai wahana permainan, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan lain-lain. 

Kalaupun dirasa masih kurang, Wisata Bukit Gandrung Kediri punya kolam renang. Di sana ada dua jenis kolam renang: untuk dewasa dan anak-anak. Fasilitasnya pun memadai, mulai dari kantin, tempat sampah, kamar mandi, toilet, hingga musala. Dan istimewanya lagi, semua kemewahan itu hanya dibayar dengan tiket seharga 15 ribu rupiah.

Begitulah gambaran saya tentang Wisata Bukit Gandrung di Kediri. Kalau ditanya apakah wisata ini recommended, saya sih jawabnya: tergantung. Jika kalian tak punya pengalaman berkendara di jalur terjal, saran saya pikir-pikir dulu. Tapi kalau punya, ya tunggu apalagi. Terkadang, kebahagiaan memang harus diraih dengan keberanian.

Sumber gambar: Instagram resmi Wisata Bukit Gandrung Kediri

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Hidup di Pedesaan Kabupaten Kediri: Suasananya Membosankan, Tiap Hari Jadi Bahan Gunjingan Tetangga, Plus Penuh Jamet!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2025 oleh .

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.