Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Wisata Bendungan Semantok Nganjuk Ternyata Nggak Jelas, Berkunjung ke Sana Malah Berakhir Kecewa

Desy Fitriana oleh Desy Fitriana
4 September 2024
A A
Wisata Bendungan Semantok Nganjuk Ternyata Nggak Jelas, Berkunjung ke Sana Malah Berakhir Kecewa

Wisata Bendungan Semantok Nganjuk Ternyata Nggak Jelas, Berkunjung ke Sana Malah Berakhir Kecewa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dikasih tiket, tapi bukan tiket masuk melainkan sumbangan masjid

Sebelum memasuki Bendungan Semantok Nganjuk, ada sejumlah bapak-bapak yang berada di dalam pos yang menarik uang masuk. Saat berkunjung ke sana saya naik motor dan dikenakan tiket Rp5 ribu.

Memang murah untuk ukuran masuk area wisata dua orang dan satu motor. Tapi setelah masuk ke dalam area bendungan, saya mulai kecewa dan sadar. Yang saya kira tiket masuk area bendungan ternyata merupakan karcis bukti amal sumbangan masjid.

Sebenarnya saya biasa saja seumpama dapat tarikan untuk sumbangan masjid, tapi parahnya ini nggak ada info sebelumnya dan dilakukan di area wisata. Sebagai pengunjung saya merasa ditipu.

Begitu sampai di rumah saya sempatkan browsing lagi soal Bendungan Semantok Nganjuk. Di review Google Maps rupanya banyak keluhan kurang lebih sama seperti saya. Banyak yang menuliskan pengalaman mereka. Misalnya, ditarik sumbangan Rp10 ribu karena membawa mobil, keluhan karena nggak bisa menikmati fasilitas yang ada di sana, dll.

Nggak ada akses masuk ke lokasi yang bagus, dan banyak fasilitas yang ditutup

Setelah melalui pos penjagaan dan masuk area wisata Bendungan Semantok Nganjuk, saya kira akan mendapatkan pemandangan indah dan melewati jalanan mulus. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Area bendungan yang bagus dan jalannya mulus malah ditutup. Pengunjung hanya diberi satu jalan untuk melihat pemandangan bendungan dan hanya bisa melihat dari pinggiran.

Jalan yang bisa diakses pengunjung ke bendungan adalah track jeep. Ya, seperti yang kalian bayangkan, jalannya berpasir dan berbatu. Tentu saja ini sangat nggak menyenangkan, apalagi saat musim kemarau tiba. Sebagai pengendara motor, saya kelilipan sepanjang jalan menuju bendungan. Sementara pengunjung yang naik mobil juga nggak kalah kasihan. Mobilnya jadi berdebu dan tentu saja berkendara di jalur yang nggak rata.

Selain akses masuk yang mengecewakan, banyak fasilitas di dalam wisata bendungan yang ditutup. Sebenarnya nggak mengejutkan sih soalnya dari pintu masuk Bendungan Semantok Nganjuk saja sudah dipalang.

Sebagai pengunjung, saya tentu kecewa, tapi mungkin pengunjung yang datang dari luar kota lebih kecewa lagi. Bahkan saya bertemu pengunjung dari Bojonegoro yang nggak bisa salat di sini karena musala atau masjid di area bendungan nggak boleh dimasuki. Parahnya, toilet pun nggak ada di sini.

Baca Juga:

Alasan Nganjuk dan Blitar Akan Selalu Ada di Bawah Kediri dan Malang padahal Potensial

Nganjuk Kota Angin Adalah Julukan Paling Sia-sia, Mending Dihapus Aja

Sedikit menyesal pernah ikut membranding Bendungan Semantok Nganjuk

Setelah kunjungan terakhir saya beberapa minggu lalu, saya merasa malu pernah membranding wisata ini di Terminal Mojok. Sebab, ternyata bendungan ini masih nggak jelas eksistensinya. Seharusnya Bendungan Semantok dapat mengangkat citra Kabupaten Nganjuk. Tapi nyatanya, wisata bendungan ini jadi bahan hujatan pengunjung dari luar kota.

Selain itu bendungan yang seharusnya bisa berfungsi mengairi sawah masyarakat sekitar justru hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Banyak petani yang masih berada di satu wilayah dengan Bendungan Semantok menggunakan air tanah hasil ngebor dari sawah sendiri. Jadi bendungan paling hanya digunakan untuk menampung air hujan.

Dengan demikian lengkap sudah kekecewaan saya terhadap Bendungan Semantok Nganjuk. Ke depannya, saya berharap wisata bendungan ini bisa lebih diperhatikan sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebab rasanya kalau seperti ini dibiarkan terus rasanya jadi rugi karena telah keluar banyak uang untuk membangunnya tapi malah kurang bermanfaat.

Penulis: Desy Fitriana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kabupaten Nganjuk, Satu-satunya Tempat di Jawa Timur yang Akan Membuatmu Kaya Raya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 September 2024 oleh

Tags: bendungan semantokbendungan semantok nganjuknganjuk
Desy Fitriana

Desy Fitriana

Anak kos Ketintang

ArtikelTerkait

Kabupaten Nganjuk, Satu-satunya Tempat di Jawa Timur yang Akan Membuatmu Kaya Raya

Kabupaten Nganjuk, Satu-satunya Tempat di Jawa Timur yang Akan Membuatmu Kaya Raya

22 Februari 2024
getuk pisang kediri nganjuk oleh-oleh mojok

Getuk Pisang: Oleh-oleh Khas Kediri yang Bikin Nganjuk Insecure

29 Oktober 2020
Air Terjun Sedudo Nganjuk, Air Terjun Tertinggi Se-Jawa Timur yang Kurang Diperhatikan

Air Terjun Sedudo Nganjuk, Air Terjun Tertinggi Se-Jawa Timur yang Kurang Diperhatikan

3 Agustus 2024
3 Alasan Bos Gangster Meksiko Anggap Nganjuk Rumah Sendiri (Unsplash)

3 Alasan yang Membuat Saya Memahami Kenapa Bos Gangster Meksiko Bersembunyi di Nganjuk

3 Februari 2024
Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

7 Maret 2024
Ironi Tari Mung Dhe, Kesenian Nganjuk yang Sayangnya Nggak Dikenal Masyarakat Nganjuk

Ironi Tari Mung Dhe, Kesenian Nganjuk yang Sayangnya Nggak Dikenal Masyarakat Nganjuk

18 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.