WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

Belakangan pemerintah gencar menerapkan kebijakan WFA bagi ASN. Katanya sih supaya konsumsi BBM masyarakat sedikit berkurang. Mengingat dunia hari ini sedang mengalami krisis energi, imbas perang timur tengah.

Mayoritas masyarakat berpikir penerapan WFA sangat menguntungkan bagi ASN. Lantaran bisa hemat BBM, waktu dan tenaga. Sampai-sampai ada masyarakat yang nyinyir dengan kebijakan tersebut.

Sebagai buruh negara, awalnya saya juga sepemikiran dengan masyarakat umum. Apesnya, selama WFA, saya nggak merasa kebijakan ini benar-benar menguntungkan. Malah saya merasa banyak bingung dan ruginya daripada untungnya.

Nggak semua bisa WFA

Kendati digitalisasi di dunia birokrasi sudah cukup masif, nggak semua ASN bisa WFA lho. Ada beberapa kantor yang memang nggak bisa 100 persen menerapkan. Contohnya adalah kantor Disdukcapil. Jika seluruh ASN Disdukcapil WFA, siapa yang melayani urusan KTP dan KK?

Perbedaan perlakuan ini yang kadang menimbulkan kecemburuan antar ASN. Idealnya, sebelum pemerintah memberlakukan WFA, kebijakan ini harus dirumuskan dengan baik setiap jengkalnya. Supaya nggak terjadi kecemburuan antar instansi.

Entah mengapa pemerintah akhir-akhir ini kadang bikin kebijakan yang terkesan tergesa-gesa dan kurang matang. Kalah sama tukang tahu bulat yang suka lewat depan rumah. Meskipun tahunya digoreng dadakan, tapi matangnya sempurna dan enak.

BACA JUGA: Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

Ketimpangan beban kerja

Apa yang ada di kepala kamu ketika mendengar WFA ASN? pasti mayoritas pembaca berpikir kerjanya santai-santai doang. Bahkan mungkin ada yang berpikir abdi negara nggak ngapa-ngapain.

Pandangan itu nggak bisa saya salahkan. Lantaran selama ini ada oknum ASN yang suka nongkrong di warkop dan ngemall pada jam kerja. Walaupun oknum tapi jumlahnya nggak sedikit.

Akan tetapi, sekilas info dari saya, ada lho ASN yang kerjanya makin berat saat WFA. Kenapa kok bisa demikian? Ya soalnya yang fast respon pekerjaan hanya dia doang. Jadi hanya dia lagi dia lagi yang dikasih pekerjaan oleh pimpinan

Sementara yang lain lambat melaksanakan pekerjaan. Bahkan ada yang susah sekali dihubungi saat WFA. Mungkin para oknum ini berpikir WFA itu sama dengan libur.

Harapan saya pimpinan instansi tegas menghadapi pegawai malas saat WFA. Jangan hanya melempar pekerjaan kepada si rajin saja. Lama-lama si rajin jadi burn out dan males-malesan seperti yang lain.

Pengeluaran listrik, internet, dan air ditanggung sendiri

Menurut kabar burung yang beredar, ke depannya pemerintah akan menerapkan WFA dalam jangka waktu yang panjang. Apabila kabar ini benar, tentu yang paling rugi adalah ASN sendiri. Kok bisa gitu?

Sistem WFA ini lebih menguntungkan pemberi kerja. Pasalnya yang hemat adalah konsumsi listrik, internet, dan air kantor pemerintahan. Sedangkan konsumsi listrik, internet, dan air rumah ASN malah meningkat.

Lha gimana, wong selama WFA ya pengeluaran ditanggung kantong pribadi. Udah gitu nggak ada insentif tambahan dari pemerintah untuk beban tersebut. ASN emang nggak boleh mikir muluk-muluk, berharap tahun depan naik gaji pokok saja bak mimpi di siang bolong dalam kondisi defisit APBN saat ini.

Andai kebijakan WFA ASN ini akan benar-benar diterapkan dalam jangka waktu lama, saya rasa perlu ada aturan yang jelas dan rinci dari pemerintah. Agar nggak ada pihak yang merasa dirugikan.

Selain itu, besar harapan saya, jika sudah ada aturan WFA yang jelas, pimpinan instansi pemerintah menegakkannya dengan tegas sekaligus menjadi contoh. Harus berani juga mengambil sanksi berat kepada ASN yang nggak kerja saat WFA. Syukur-syukur usulan saya terkait insentif untuk mengganti biaya listrik, air, dan internet bisa dikabulkan juga, hehehe.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA ASN Udah Boleh WFA, Swasta Budak Korporat Masak Nggak Cemburu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version