Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Wajar Saya Bucin, wong Saya Lama Jadi Jomblo

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
2 Februari 2021
A A
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Lucu benar membaca tulisan Riyanto di pagi hari kala mata saya masih kriyip-kriyip penuh dengan belek. Saya kira ada geger geden dokter macak selebtweet mau tandhing atau gimana, kok ya sampai-sampai WhatsApp saya nggak henti-hentinya mengeluarkan suara. Jebul pelakunya mas-mas barista yang mendaku mirip dengan Chico Jericho, yakni Riyanto. Blio menulis dan mengirim tulisan sakti mandraguna babagan perbucinan duniawi yang sudah dirasakan ribuan manusia di muka bumi ini kepada saya. Judulnya “Daftar Kelakuan Ajaib Orang Bucin“.  Tentunya, saya jadi sasaran empuk. Katanya, saya sekarang jadi bucin sekali. Yah, tipikal tulisan Riyanto sih, begitu renyah cenderung nyelekit.

Bukan bermaksud membela diri atau menyalahkan Riyanto, tapi betapa standar gandanya Riyanto kepada saya. sejatinya ini info nggak penting, namun Riyanto saksi mata galau paling kuadrat dalam hidup saya. Saya pernah menulis Surat-surat di Stasiun, tulisan yang menurut saya paling sakit. Riyanto menghimbau saya cari pacar biar nggak galau dengan cara paling ortodoks, yakni menangis. Mbasan saya bahagia, malah digugat. Pitikih.

Tapi, saya di sini, sebelum melangkah lebih jauh, mau bertanya apa sih terminologi bucin itu? sejak adanya kata bucin, seakan term ketulusan perlahan sirna. Pun kebahagiaan perlahan digugat. Media sosial, sifatnya privat dan kita diperkenankan mengikuti yang kita mau, seakan dipersempit ruang geraknya. Itu pertama ya, Riyanto.

Kedua nih, ya, satu hal yang paling rumit, problematik, dan barangkali hanya saya saja yang merasakan, cari pacar itu susah bagi sebagian orang. Kalau buat Anda, seorang Don Juan kenamaan skena mas-mas barista, sudah tentu teknik percintaan hafal setengah mampus. Lha saya lho mas, tiap sore pakai singlet dan sarung, makani lele, ada yang suka ya bungah.

Dari poin pertama dan kedua, saya mau menggathukkan. Mungkin bucin itu adalah teknik mencintai paling ekstrimis. Walau nggak seekstrim Guinevere dan Lancelot atau malah Jayaprana dan Layon Sari, sih. Tapi, anggap saja kita dapat arti dari terminologi bucin itu sendiri, ya. Seperti apa yang dijabarkan oleh Riyanto yang menyenggol bakul angkringan kenamaan Umbulharjo, Sengget Macul.

#1 Bucin sebagai upacara pelepasan kesedihan

Saya nggak bicara atas nama saya sendiri lho, ya, kawan-kawan saya yang masuk term bucin ala Riyanto, melakukan hal itu atas dasar melarung kesedihan yang teramat dalam. Konflik percintaan dengan tokoh sebelumnya, dilepas dengan suka cita dan perdamaian abadi dengan masa lalu.

Bagi beberapa orang, masa lalu itu adalah tabu, Riyanto. Pun bagi beberapa orang, berganti pasangan bak induk semang itu hal yang mudah. Dua tipe berbeda ini saya mafhum, karena tiap kepala, prototype-nya berbeda. Dan ketika ada orang yang sulit berdamai dengan masa lalu, ada orang baru yang bikin bungah luar biasa, maka hadir ekspresi bahagia itu ya bisa diwajarkan.

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan masa lalu yang nggak jelas, hadir person yang menyenangkan dan membebaskan dirimu, upacara pelepasan kesedihan pun berlangsung. Seakan sebagai negasi bagi dirinya sendiri, “Aku iso bahagia bajingan i!”

Baca Juga:

5 Destinasi di Semarang yang Cocok untuk Jomblo buat Menangis

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

#2 Bucin sebagai monumen penegas bisa melepas masa lalu

Untuk pasangan yang menerima segala cerita kita, bahkan betapa pilunya masa lalu kita, bucin ini sebagai penegas bahwa kiat telah bebas dari hal-hal asu bernama masa lalu. Pas mbribik misal, kita cerita ini dan itu—hal-hal yang memberatkan pada masa silam—nah, ndilalah ketika jadian, apakah pasangan nggak terbesit, “Ini manusia menerima aku karena kasihan doang atau sudah terbebas dari masa lalu, ya?”

Jadi ya tendensinya muncul ulah-ulah nggatheli seperti posting foto doi, berbagi chat nggak nggenah, pun melaporkan kondisi mereka nge-date. Riyanto butuh contoh ulung di mana bucin itu begitu menggembirakan di mata sebagian manusia? Sekali-kali coba merasakan betapa nikmatnya mencintai dan dicintai gitu lho. Mosok ceweknya saja yang mencintai. Ini pacaran apa solo player main Pepsi Man?

Ini lho, Riyanto, coba ulah nggatheli yang seperti ini:

Terimakasih, telah menjadi sesosok banyak inspirasi~ pic.twitter.com/zE18VGy295

— Sengget Macul (@GrantinoG) January 31, 2021

Ya, gimana, mohon diwajarkan to, Riyanto. Hidup sudah sulit, masa pandemi bikin melilit, mosok bucin aja jadi diperumit?

BACA JUGA Nasib Punya Pacar Buzzer Pemerintah Sedangkan Saya Adalah Fans Sandiaga Uno dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2021 oleh

Tags: bucinJomblo
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Jomblo kok Diiming-imingi Seks biar Segera Menikah, Kami Nggak Selemah Itu mojok.co/terminal

Jomblo kok Diiming-imingi Seks biar Segera Menikah, Kami Nggak Selemah Itu

7 Maret 2021
Makanya Jadi Anak IPS, Biar Nggak Kaget Gaji Jomblo 5 Juta Kena Pajak (Unsplash)

Makanya Jadi Anak IPS, Biar Nggak Kaget Gaji Jomblo 5 Juta Kena Pajak

4 Januari 2023
jadi jomblo

Beruntunglah Kalian Para Jomblo

30 Juli 2019
bioskop karia mojok.co

5 Alasan Menahan Diri ke Bioskop Saat Resmi Buka

11 Juli 2020
kebanjiran

Tips Menyelamatkan Diri dari Bencana Banjir: Kebanjiran Undangan Nikah

16 Agustus 2019
12 Drama Korea yang Nggak Jomblo Friendly terminal mojok

12 Drama Korea yang Nggak Jomblo Friendly

27 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.