Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nestapa Belasan Tahun Tinggal di Wadaslintang Wonosobo: Tersisihkan dan Hanya Bisa Bergantung pada Kabupaten Sebelah

Arzha Ali Rahmat oleh Arzha Ali Rahmat
10 Juli 2024
A A
Nestapa Belasan Tahun Tinggal di Wadaslintang Wonosobo: Tersisihkan dan Hanya Bisa Bergantung pada Kabupaten Sebelah

Nestapa Belasan Tahun Tinggal di Wadaslintang Wonosobo: Tersisihkan dan Hanya Bisa Bergantung pada Kabupaten Sebelah (Mizumishinoda via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Wadaslintang mungkin jadi kecamatan paling terpencil yang nggak ada vibes Wonosobo sama sekali.

Kabupaten Wonosobo jadi salah satu flagship-nya Jawa Tengah. Dijuluki Negeri di Atas Awan, kabupaten ini selalu ramai oleh pengunjung setiap harinya. Tapi, itu cuma di daerah pegunungan macam Dieng dan Garung, soalnya wilayah Wonosobo lainnya ada isinya cuma jalan rusak dan hutan.

Salah satu kecamatan paling terpencil dan nggak ada vibes Wonosobo-nya adalah Kecamatan Wadaslintang. Kalau ditanyakan kepada orang-orang, mereka mengenal kecamatan ini karena waduknya yang memasok listrik untuk Kabupaten Kebumen dan Purworejo. Bahkan saking nggak istimewanya, sepertinya kecamatan ini nggak akan diperhatikan kalau nggak ada Waduk Wadaslintang. Waduk inilah yang menjadi penunjang kehidupan ribuan penduduk Wadaslintang.

Nestapa tinggal di Wadaslintang Wonosobo selama belasan tahun

Tinggal di Wadaslintang Wonosobo selama belasan tahun rasanya nggak enak banget. Apa-apa susah di sini. Rumah sakit terdekat jaraknya 20 kilometer, itupun lokasinya di kabupaten sebelah. SMA negeri yang dianggap bagus pun letaknya di kabupaten sebelah. Bahkan mall besar juga adanya di kabupaten sebelah.

Kabupaten sebelah itu mana? Ya mana lagi kalau bukan Kebumen. Makanya wajar kalau warga di desa saya lebih akrab dengan Kabupaten Kebumen ketimbang Kabupaten Wonosobo sendiri.

Daerah yang saya tinggali juga berbatasan langsung dengan Kebumen, mau itu di utara, timur, atau barat. Akses ke Kabupaten Kebumen juga lebih mudah, cepat, dan nyaman. Jadi jangan salahkan warga kalau selalu ke Kebumen untuk banyak hal.

Soal sekolah misalnya. Hampir semua anak muda di desa saya larinya ke Kebumen kalau sudah SMA. Mau cari hiburan? Ngapain ke Dieng yang jaraknya 70-an kilometer kalau bisa ke Alun-Alun Kebumen yang jaraknya cuma 20 kilometer? Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan saja lebih dekat dan banyak pilihan ke Kebumen. Bahkan Pizza Hut saja Wonosobo belum punya.

Menurut saya, inilah lika-liku hidup di daerah pinggiran dan perbatasan seperti Wadaslintang Wonosobo. Pendidikan nggak diseriusi, akses jalannya nggak kunjung diperbaiki, dan kesejahteraan warga seakan jadi prioritas nomor sekian.

Baca Juga:

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

Kalau sudah begitu jangan salahkan warga jika selalu bergantung ke kabupaten sebelah. Bahkan pemuda di desa saya beberapa kali bikin lelucon kalau sebaiknya desa kami ikut menjadi bagian Kebumen saja.

Tapi nggak selalu ngenes

Meski rasanya ngenes tinggal di daerah terpencil seperti Wadaslintang Wonosobo, ada saja satu dua hal yang bikin betah. Wadaslintang memang nggak punya gunung layaknya Wonosobo daerah atas, tapi kami punya hal-hal yang nggak dimiliki Dieng dan kawan-kawan.

Pertama, sawah di Wadaslintang itu berkali-kali lebih banyak dan luas. Dieng mana punya. Kedua, Waduk Wadaslintang menjadi rumah bagi ikan air tawar yang nantinya dikirim ke Wonosobo, Kebumen, atau Purworejo. Terakhir, karena nggak disentuh siapa pun, alam di sini nggak bisa diremehkan.

Saking asrinya alam di sini, sampai-sampai ada yang bilang kalau di sini masih ada macan atau harimau. Ya itu jelas ngibul, sih, tapi yang pasti kalau monyet dan babi hutan masih umum berkeliaran di sini.

Waduk Wadaslintang juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalau bosan sama gunung atau dataran tinggi bisa mampir ke sini. Nggak cuma lihat air, di sini kita bisa memancing ikan. Dan kalau beruntung, bisa ketemu biawak raksasa atau babi hutan ngamuk di sini.

Slogan “Wonosobo ASRI” setidaknya bisa ditemui di Wadaslintang ini. Tapi, jangan harap bisa mendapat sesuatu yang sama seperti saat kalian mengunjungi Dieng.

Daerah Wadaslintang memang cukup jauh dari kesan Wonosobo yang ada di pikiran banyak orang. Tapi hal itu nggak bikin daerah ini seakan-seakan harus dianaktirikan juga, kan? Ayolah, pihak pemkab bisa memberi sedikit perhatian pada kecamatan ini. Biar hidup warga juga sejahtera, nggak bergantung sama kabupaten sebelah. Dan kami juga bisa merasakan apa yang dirasakan warga yang katanya tinggal di negeri di atas awan.

Penulis: Arzha Ali Rahmat
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalur Alternatif Wonosobo-Dieng via Bedakah Adalah Jalur Paling Aman untuk Menikmati Wisata Wonosobo Tanpa Uji Adrenalin.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2024 oleh

Tags: diengkabupaten wonosoboWadaslintang Wonosobowonosobo
Arzha Ali Rahmat

Arzha Ali Rahmat

Lulusan Sastra Indonesia yang lebih suka mengikuti intuisi daripada sekadar teori. Menulis baginya adalah sebuah kebebasan

ArtikelTerkait

Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Wonosobo Bikin Saya Salah Fokus. Niat Baca Malah Jadi Nonton Ibu-ibu Senam di Taman

Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Wonosobo Bikin Saya Salah Fokus. Niat Baca Malah Jadi Nonton Ibu-ibu Senam di Taman

9 Juni 2025
3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng Mojok.co

Ironi Wonosobo: Pemerintah Gencar Promosi Wisata, tapi Warga Tetap Miris Hidupnya

11 Februari 2025
Sagon, Kue Khas Wonosobo yang Menolak Gas LPG

Sagon, Kue Khas Wonosobo yang Menolak Gas LPG

30 Januari 2022
Panduan Menuju Puncak Sikunir Dieng bagi Mahasiswa Dompet Tipis

Panduan Menuju Puncak Sikunir Dieng bagi Mahasiswa Dompet Tipis

10 Maret 2020
4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wadaslintang Wonosobo Kesal Mojok.co

4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wadaslintang Wonosobo Kesal

28 Oktober 2024
Tanjakan Munggang, Tanjakan Ekstrem di Pelosok Wonosobo yang Menguji Nyali Pengendara

Tanjakan Munggang, Tanjakan Ekstrem di Pelosok Wonosobo yang Menguji Nyali Pengendara

20 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.