Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
21 Februari 2026
A A
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Vespa matic sekarang jadi salah satu motor incaran anak muda. Dipakai nongkrong keren, dipakai ngopi estetik, dipakai foto Instagram auto naik kelas. Tapi setelah saya lihat-lihat lebih dalam, jujur saja, motor ini terasa mahal banget untuk ukuran fitur yang ditawarkan.

Beberapa tipe Vespa matic harganya sudah tembus puluhan juta rupiah. Bahkan ada yang harganya setara mobil bekas keluaran lama yang masih layak pakai. Di titik itu saya mulai bertanya: ini kebutuhan atau gengsi?

Kalau dibilang overprice, ya ada benarnya. Ini Vespa matic, for God’s sake. Bukan Ducati Scrambler, bukan motor gahar yang memang dibanderol mahal. Tapi ajaibnya, motor ini tetap laku di pasaran. Padahal, secara fitur, Vespa matic tidak jauh beda dengan motor matic Jepang di kelas 20 jutaan. Bahkan beberapa kompetitor menawarkan fitur lebih modern seperti keyless canggih, panel full digital besar, bagasi luas, sampai konsumsi BBM yang lebih irit.

Tapi, Vespa punya satu hal yang tidak dimiliki motor lain, yaitu identitas.

Vespa matic “wajar” kalau mahal

Sebenarnya, kalau mau lihat motor ini lebih dekat, kita akan agak setuju dengan banderolnya. Body-nya masih setia pakai bahan besi (steel monocoque), bukan plastik seperti kebanyakan motor modern. Kesan kokohnya terasa beda. Saat diketuk, bunyinya padat. Bobotnya juga lebih berat. Secara build quality memang ada rasa “solid” yang tidak bisa dimungkiri.

Desainnya pun timeless. Mau dipakai sekarang atau 10 tahun lagi, bentuknya tetap klasik dan tidak kelihatan ketinggalan zaman. Itu daya tarik utamanya.

Mungkin salah satu faktor kenapa harganya tinggi adalah karena banyak unit Vespa masuk dalam bentuk CBU (Completely Built Up) dari Vietnam. Artinya, motor diimpor dalam keadaan utuh, bukan dirakit lokal seperti kebanyakan motor Jepang di Indonesia.

Karena impor, ada pajak dan biaya distribusi yang bikin harga naik. Struktur biaya ini yang akhirnya bikin harga Vespa terasa “melompat” dibanding motor lain dengan kapasitas mesin mirip.

Baca Juga:

Punya Motor Vespa Itu Menyenangkan, tapi buat Kendaraan Harian, Nggak Dulu

Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Sungguh Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan

Secara bisnis, ini strategi positioning. Vespa tidak mau bersaing di pasar motor murah. Mereka memposisikan diri sebagai produk semi-luxury. Jadi mahalnya memang seperti disengaja, supaya tetap eksklusif.

BACA JUGA: Mengenal Tipe Vespa Matic yang Harganya Overpriced

Harga elite, fitur amat sulit

Akan tetapi yang bikin saya kecewa adalah fiturnya yang minim, tapi harga terlalu premium. Seolah dilebih-lebihkan. Secara rasional, fiturnya tidak istimewa untuk harga segitu. Menurut saya mesinnya standar di kelas 125–150cc, fitur keselamatannya cukup, tapi tidak revolusioner, bagasinya tidak sebesar skutik yang ada di Jepang bahkan suspensi kadang terasa keras, apalagi dengan bobot berat, hal ini kurang ramah buat pemula.

Dengan uang yang sama, orang bisa dapat motor matic Jepang dengan fitur lebih lengkap dan teknologi lebih modern. Itulah kenapa saya bilang, kalau beli Vespa hanya demi gengsi, potensi nyeselnya besar.

Apalagi harga jual kembali tidak selalu aman. Banyak orang bilang Vespa kuat di harga jual kembali. Tapi realitasnya tidak selalu begitu. Untuk beberapa tipe tertentu, depresiasinya tetap terasa. Apalagi kalau kondisi kurang terawat atau kilometernya tinggi.

Karena harga awalnya sudah mahal, ketika dijual kembali selisihnya bisa terasa “nyesek”. Tidak semua tipe Vespa jadi barang investasi.

BACA JUGA: Vespa Matic Itu Overrated, Masih Kalah Nyaman dengan Yamaha Mio Generasi Pertama, Jauh!

Beli? Hm, pikir dua kali sih

Secara pribadi, kalau saya punya uang setara harga Vespa baru, mungkin saya akan berpikir dua kali. Dengan nominal yang sama, saya bisa beli mobil bekas yang masih layak pakai, tambah sedikit dapat city car lama, atau beli motor lebih murah dan sisa uangnya untuk tabungan/investasi.

Kalau Vespa memang dipakai harian dan benar-benar karena suka desain serta filosofinya, itu beda cerita. Tapi kalau cuma buat nongkrong dan terlihat keren di tongkrongan? Rasanya terlalu mahal untuk sekadar gengsi.

Jadi, salah beli Vespa? Nggak juga si. Vespa itu soal rasa. Soal gaya hidup. Soal identitas. Orang yang beli Vespa biasanya bukan cuma cari kendaraan, tapi cari pengalaman dan simbol status.

Masalahnya muncul ketika orang memaksakan beli demi terlihat “naik kelas”, padahal secara finansial berat. Cicilan besar, biaya servis relatif mahal, sparepart tidak semurah motor Jepang akhirnya jadi beban. Kalau sudah begitu, yang awalnya beli buat gaya bisa berubah jadi sumber penyesalan.

Vespa matic bukan motor jelek. Build quality bagus, desain ikonik, dan punya nilai emosional yang kuat. Tapi secara rasional, harganya memang tinggi dibanding fitur yang didapat. Kalau beli karena cinta desain dan memang mampu secara finansial, silakan. Tapi kalau cuma demi gengsi dan ingin terlihat keren, ada baiknya pikir ulang.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh

Tags: cicilan vespa maticharga vespa maticspareparts vespa maticvespa matic
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

5 Juli 2023
Vespa Matic Itu Overrated, Masih Kalah Nyaman dengan Yamaha Mio Generasi Pertama, Jauh!

Vespa Matic Itu Overrated, Masih Kalah Nyaman dengan Yamaha Mio Generasi Pertama, Jauh!

16 Januari 2024
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Sungguh Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan

16 Oktober 2025
Vespa

Mengenal Tipe Vespa Matic yang Harganya Overpriced

12 Mei 2023
Yamaha Grand Filano 125 Siap Menggeser Skutik Vespa Matic yang Overrated Itu (Akun Instagram Yamaha Indonesia)

Yamaha Grand Filano 125 Siap Menggeser Vespa Matic yang Overrated Itu

20 Juni 2023
Cara Merawat Vespa Matic biar Nggak Bolak-balik ke Bengkel

Cara Merawat Vespa Matic biar Nggak Bolak-balik ke Bengkel

29 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Bakpia Kukus Kuliner Jogja yang Palsu dan Cuma Numpang Tenar (Unsplashj)

Dear Wisatawan, Jangan Bangga Berhasil Membawa Oleh-oleh Bakpia Kukus, Itu Cuma Bolu Menyaru Kuliner Jogja yang Salah Branding

21 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.