Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
19 Januari 2026
A A
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan (Dokumentasi Universitas Terbuka)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) bagi sebagian orang bukan pilihan ideal, tapi pilihan paling masuk akal. Pulang kerja, memaksa diri membaca beberapa lembar modul, nyicil tugas tutorial online, lalu menyiapkan diri menghadapi UAS. Semua itu dilakukan di sela-sela hidup yang sudah lebih dulu penuh.

Saya merasakan itu sebagai mahasiswa UT. Di kampus ini, saya seperti melihat banyak orang yang sedang belajar bertahan. Bukan untuk dipuji, tapi agar hidup tetap berjalan.

Mengambil peran ganda sebagai mahasiswa, pekerja, sekaligus pengurus keluarga bukan perkara ringan. Tapi di UT, cerita-cerita seperti itu hadir nyaris setiap hari, meski jarang dibicarakan dengan suara keras.

Baca juga: Kuliah di Universitas Terbuka Mengajarkan Saya Fleksibel Tidak Berarti Mudah, tapi Akhirnya Saya Bisa Berdamai.

Berdamai dengan standar kesuksesan

Kita sering diajari bahwa sukses berarti lulus cepat, dapat kerja mapan, dan hidup stabil di usia muda. Nyatanya, tidak semua orang punya privilese untuk mengikuti alur itu. Lulus sekolah menengah langsung berkuliah dan mendapatkan kerja yang enak juga mimpi bagi mereka yang terbelit akses dan kondisi ekonomi.

Di UT, saya menemukan beragam kesuksesan. Ada mahasiswa yang kuliah sambil kerja tapi akhirnya berhasil lulus meski IPK pas-pasan. Ada juga mahasiswa yang sudah diterima di top PTN tapi memilih kuliah di UT karena mempertimbangkan kondisi orang tua yang renta dengan biaya kuliah serta biaya hidup di luar kota. Bahkan, tak sedikit yang kuliah double degree untuk menghadapi dunia kerja yang tidak penuh ketidakpastian.

Kalau pakai standar sukses versi media sosial, mungkin orang-orang ini tidak masuk kategori “menang cepat”. Tetapi kalau melihat dari sudut bertahan dan terus bergerak, orang-orang inilah yang justru sedang meniti jalan sukses.

Universitas Terbuka (UT), dalam hal ini, bukan sekadar kampus daring. Ia menjadi ruang kompromi antara mimpi dan kenyataan, antara ingin maju dan kewajiban untuk tetap berpijak di kondisi keluarga.

Baca Juga:

Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional

Alon-alon waton kelakon

Ada pepatah Jawa yang mengatakan “alon-alon waton kelakon” yang berarti “pelan-pelan asal terlaksana”. Saya jadi ingat momen ujian online UT di SMAN 7 Tangerang pada 21 Desember 2025 lalu. 

Di sela waktu jeda ujian online, saat isoma, saya berbaring memejamkan mata sembari menunggu sesi ujian selanjutnya di kursi panjang depan lab komputer. Di sana ada seorang mahasiswi yang beristirahat di depan ruang ujian dengan jajanan telur gulung dan es teh. Dia makan sambil menelepon adiknya.

“Sebentar ya, nanti Mbak transfer. Gaji Mbak kan 1,8 juta, kamu butuh 900 ya? Mbak transfer 700 ribu dulu ya, Dek, soalnya gaji bulan ini belum cair.”

Mendengarnya, saya takjub. Gaji 1,8 juta di Tangerang itu terbilang kecil, jauh dari UMR. Tapi dia tetap membagi penghasilannya untuk keluarga. Dia tetap bertahan dengan kuliah sambil bekerja dan menghadapi ujian.

Saya tidak mengenalnya dan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi. Tetapi potongan percakapan singkat itu cukup membuka mata saya. Kalau di balik layar kuliah daring, ada perjuangan yang tidak pernah masuk konten motivasi.

Di momen itu saya paham, pepatah “alon-alon waton kelakon” bukan sekadar kalimat bijak. Bagi sebagian mahasiswa UT, itu cara hidup.

Baca juga: Orang Paling Celaka di Dunia Ini Adalah yang Masih Menganggap Universitas Terbuka Kampus Buangan padahal Justru Terlalu Maju untuk Zaman Ini.

UT sebagai kesempatan dengan minim perayaan

Sering kali Universitas Terbuka (UT) dipersepsikan sebagai opsi cadangan. Padahal bagi banyak orang, UT justru menjadi kesempatan kedua untuk bangkit.

Ada yang kuliah demi switch career. Ada yang ingin menebus mimpi yang tertunda. Dan ada pula yang mengejar gelar agar bisa naik jabatan, atau sekadar bertahan di pekerjaan yang semakin kompetitif.

UT tidak menjanjikan jalan pintas. Kampus ini memberi ruang bernapas bagi mereka yang harus berjalan pelan karena membawa banyak beban sekaligus. Dan di situlah letak maknanya: bukan tentang seberapa cepat sampai, tapi seberapa konsisten tetap melangkah walaupun minim apresiasi dalam proses yang sunyi.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukapengalaman kuliah di Universitas Terbukauniversitas terbukaut
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka

3 November 2024
Universitas Terbuka Isinya Mahasiswa Pemalas? (Unsplash)

Membantah Stigma Goblok yang Memandang Universitas Terbuka Isinya Pemalas karena Tidak Pernah Belajar di Kampus

6 Oktober 2023
Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung (Unsplash)

Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung. Gede Lagi!

4 Oktober 2024
Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

6 Juli 2023
Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

18 April 2023
Universitas Terbuka Nggak Punya Dosen Pembimbing (Unsplash)

Nggak Ada Dosen Pembimbing, Bagaimana Mahasiswa UT Bisa Mengikuti Perkuliahan?

10 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan
  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.