Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Upin & Ipin Itu Kembar Dua, Saya Nggak Termasuk Kembaran Mereka, lho!

Pebrinuri oleh Pebrinuri
10 Maret 2021
A A
Upin & Ipin Itu Kembar Dua, Saya Nggak Termasuk Kembaran Mereka, lho! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seseorang yang lahir di sebuah pulau kecil, saya memiliki bahasa daerah yang sangat kental. Nama kampung saya adalah Tanjungbatu Kundur, salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Saya lahir dari keluarga sederhana, bungsu dari dua bersaudara. Ayah saya bersuku Jawa, ibu saya bersuku Melayu. Apabila ditanya, saya akan menjawab saya asli suku Melayu, karena ayah saya juga hanya Jawa turunan dan tidak pernah menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi di rumah.

Dari lahir hingga selesai menamatkan sekolah menengah atas, saya menghabiskan waktu di Tanjungbatu, saya kemudian ditakdirkan merantau ke Riau, khususnya Pekanbaru, untuk melanjutkan perkuliahan. Sebagai anak rantau, tentu saya banyak menemui teman-teman dari daerah lain yang juga kuliah di kampus tercinta.

Saya sendiri paham betul Provinsi Kepulauan Riau dulunya menyatu dengan Provinsi Riau. Pada tanggal 24 September 2002, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari Riau dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR). Perjuangan BP3KR akhirnya membuahkan hasil dengan pemekaran Provinsi Kepulauan Riau.

Jadi, bukan sesuatu yang wow di kampung saya jika para pemuda pergi menuntut ilmu ke Pekanbaru. Sebagai orang Melayu Kepri, saya sadar Riau juga merupakan tanah Melayu yang memiliki budaya begitu kental. Namun, bahasa yang digunakan di Pekanbaru, khususnya di perkotaan, sebagian besar saat ini adalah bahasa Minang.

Banyak orang menganggap bahasa Melayu sama saja, tapi kenyataannya tidak demikian. Setelah saya pelajari dan mengalami sendiri, akhirnya saya mengerti dan timbul keinginan untuk berbagi dengan kalian. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu muncul dalam berbagai variasi dan dialek, di sini saya hanya akan membahas sedikit mengenai bahasa Melayu Riau vs bahasa Melayu Kepri.

Bahasa Melayu Riau biasanya akan kalian temukan di daerah pedalaman seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi. Bahasa Melayu pedalaman ini merupakan bahasa Melayu asli Sumatra yang sangat mirip dengan dialek Minangkabau. Contohnya: “Kamu mau ke mana?” menjadi “Kau nak ka mano?”

Bahasa Melayu Kepri merupakan bahasa yang dipakai masyarakat Kepri setiap hari. Berbeda dengan bahasa Melayu Riau yang mungkin hanya kalian temui di daerah pedalaman, bahasa Melayu Kepri dapat kalian temui di daerah mana saja di Kepulauan Riau. Contoh: “Kamu mau ke mana?” menjadi “Ko nak ke mane?”

Baca Juga:

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin: Sosok Lansia Produktif dan Berdaya yang Patut Kita Tiru

Bahasa Melayu Kepri sangat mirip dengan bahasa penduduk Johor (Malaysia). Nah, mungkin dari tadi kalian bingung dengan judul di atas, kan? Baiklah, di sini kalian akan paham. Karena kemiripan inilah saya sering dikatakan Upin & Ipin oleh orang-orang yang baru saya kenal. Nggak percaya? Simak curahan hati seorang Melayu Kepri di bawah ini, ya. Hehehe, baperan~

Pernah suatu waktu ibu saya menelepon. Saat itu kebetulan saya sedang makan dengan pacar yang sekarang sudah jadi mantan. Lah, kok jadi bawa bawa mantan? Nggak gitu, ini saya cuma mau cerita, loh. Kebetulan doi orang Sunda asli yang juga berkuliah di kampus yang sama dengan saya.

Saya berbincang dengan Ibu cukup lama, tentunya menggunakan bahasa Melayu Kepri yang sangat kental. Selesai menelepon Ibu, si mantan senyam-senyum lalu ngomong gini, “Lucu banget kamu kok kayak Upin Ipin, sih?” Dalam hati saya menggerutu dengan bahasa Melayu Kepri, “Hah, ko cakap aku macam Upin Ipin?”

Keresahan demi keresahan terus saya rasakan, tapi lucu juga, sih. Bahkan sering kali bahasa saya dijadikan hiburan oleh teman-teman saya yang gabut. Mereka sering meminta saya menggunakan bahasa Melayu Kepri untuk ngobrol dengan mereka, dan tak jarang mereka meminta saya mengajari walau hanya sedikit. Setelah itu mereka tertawa karena merasa berbicara seperti Upin & Ipin.

Padahal apabila disimak secara jelas, bahasa Melayu Kepri dengan bahasa Melayu Malaysia yang digunakan Upin & Ipin itu berbeda, walaupun cenderung sama. Ibarat kata “serupa tapi tak sama”. Tapi saya mengerti, orang awam tidak akan paham di mana letak perbedaan bahasanya, jadi mereka menyamakan saya dengan si kembar Upin & Ipin. Saya pun tidak mempermasalahkan itu dan hanya menganggapnya sebagai lelucon saja. Malah jika ada yang ingin belajar bahasa Melayu Kepri, saya akan mengajari dengan senang hati.

Berikut saya tuliskan beberapa kosakata dalam bahasa Melayu Kepri, siapa tahu ada yang pengin belajar. Ehehehe~

“belinyang” artinya “licin atau cantik”

“selekeh” artinya “tidak rapi”

“bahlul” artinya “bodoh”

“kedekut/pelokek” artinya “pelit”

“bising” artinya “berisik”

“miang” artinya “gatal”

“tejojol” artinya “keluar isinya”

“selambe” artinya “tidak merasa bersalah”

“perekak” artinya “tidak mau diberi tahu”

“ecek-ecek” artinya “tidak sungguh-sungguh”

Saya tambahkan juga nih beberapa kosakata yang sering kalian dengar di serial kartun Upin & Ipin:

“cakap” artinya “bicara”

“ape” artinya “apa”

“iye ke” artinya “benarkah”

“senang je” artinya “gampang”

“bejaye” artinya “berhasil”

“seronok nye” artinya “senang sekali”

“tak elok” artinya “tidak baik”

“atuk” artinya “kakek”

“polis” artinya “polisi”

“opah” artinya “nenek”

“akak” artinya “kakak”

“tak payah” artinya “tidak perlu”

“cikgu” artinya “guru”

“lepas tu” artinya “setelah itu”

“jom” artinya “ayo”

“korang” artinya “kamu orang”

“tahniah” artinya “selamat”

“kes” artinya “kasus”

“nasib baik” artinya “beruntung”

Sekarang sudah jelas dong kenapa saya resah disamakan dengan Upin & Ipin? Mereka itu kembar dua loh, kalau ditambahin saya, apa nggak jadi kembar tiga?

Sumber Gambar: YouTube

BACA JUGA Episode ‘Upin & Ipin Tumbuh Rambut’ Lahir dari Keinginan Netizen.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: Upin dan Ipin
Pebrinuri

Pebrinuri

Manusia biasa yang hanya butiran debu di alam semesta.

ArtikelTerkait

4 Episode Paling Sedih dalam Serial Kartun Upin dan Ipin

Budaya Indonesia yang “Diklaim” oleh Malaysia dengan Bantuan Upin dan Ipin

2 September 2023
6 Nasihat Puasa dari Opah dalam Serial Upin Ipin yang Sangat Relate, Bukan Sekadar Omong Kosong Mojok.co

6 Nasihat Puasa Opah dalam Serial Upin Ipin yang Sangat Relate, Bukan Sekadar Omong Kosong

24 Maret 2024
Kampung Durian Runtuh Serial Upin Ipin Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal, Pantas Saja Opah dan Tok Dalang Betah Mojok.co

Kampung Durian Runtuh Serial Upin Ipin Adalah Tempat Pensiun Ideal, Pantas Aja Opah dan Tok Dalang Betah

20 Februari 2024
Seandainya Ah Tong dalam Serial Upin Ipin Menjalankan Bisnisnya di Karanganyar: Warga Sejahtera, Nggak Ada yang Nganggur Lagi

Seandainya Ah Tong dalam Serial Upin Ipin Menjalankan Bisnisnya di Karanganyar: Warga Sejahtera, Nggak Ada yang Nganggur Lagi

24 Februari 2024
3 Alasan Abang Lim Upin Ipin Nggak Pernah Mengunjungi Kampung Durian Runtuh Lagi

3 Alasan Abang Lim Upin Ipin Nggak Pernah Mengunjungi Kampung Durian Runtuh Lagi

9 November 2024
Abang Iz dalam Serial Upin Ipin Memang Cocoknya dengan Cik Bidadari, Kak Ros sama Badrol Aja!

Abang Iz dalam Serial “Upin Ipin” Memang Cocoknya dengan Cik Bidadari, Kak Ros sama Badrol Aja!

9 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.