Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Unsur Sadis di Balik Dongeng Eropa yang Diadaptasi oleh Disney

Aminatus Sholihah oleh Aminatus Sholihah
19 Oktober 2020
A A
Unsur Sadis di Balik Dongeng Eropa yang Diadaptasi oleh Disney terminal mojok.co

Unsur Sadis di Balik Dongeng Eropa yang Diadaptasi oleh Disney terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita mengenal dongeng Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty, atau Hansel and Gretel, yang mungkin jalan ceritanya pun sudah tidak asing lagi. Dongeng Eropa ini pernah menemani imajinasi kita sewaktu kecil. Bahkan hingga dewasa, cerita-cerita ini berkembang menjadi berbagai bentuk mulai dari animasi sampai film yang terus kita konsumsi.

Ketika mendengar dongeng-dongen Eropa tersebut, apa yang muncul di pikiran kita adalah cerita indah dengan akhir yang bahagia. Sampai-sampai waktu kita kecil, kita bermimpi punya hidup seperti dalam dongeng yang isinya bahagia terus. Happily ever after.

Padahal, banyak yang belum tahu bahwa sebenarnya dongeng Eropa tersebut mempunyai cerita versi asli yang cukup menyeramkan dan mengandung adegan sadis. Hah kok bisa? Dongeng kan akrab banget sama anak-anak?

Brüder Grimm (grimm bersaudara) merupakan dua penulis dongeng terkenal asal Jerman. Mereka telah menuliskan kurang lebih 200 dongeng yang kebanyakan ceritanya mengandung sisi gelap nan menyeramkan. Namun, kemudian banyak dongeng-dongeng Brüder Grimm yg dimodifikasi Disney sedemikian rupa agar bisa dinikmati oleh anak-anak dan banyak orang.

Dongeng Eropa sadis #1 Cinderella

Dalam versi asli, diceritakan bahwa ibu tiri Cinderella rela menyuruh anak kandungnya untuk memotong jari mereka agar kaki mereka bisa masuk di sepatu kaca yang dibawa Pangeran. Selain itu, setelah Pangeran menemukan bahwa pemilik sepatu kaca sesungguhnya adalah Cinderella, ia marah kepada keluarga Cinderella. Pangeran memerintahkan burung elang peliharaannya untuk memakan mata ibu tiri Cinderella lalu mengusir keluarga tiri Cinderella dari kota. Wah cukup sadis ya, sosok Pangeran yang digambarkan penuh kasih justru memberikan hukuman yang mengerikan.

Dongeng Eropa sadis #2 Snow White atau Putri Salju

Dikisahkan bahwa Ratu sangat membenci Putri Salju karena kalah cantik dan memerintah bawahannya untuk membunuh Putri Salju. Ia memerintah membuangnya ke hutan agar dimakan hewan buas, setelah itu diambil jantungnya untuk dimakan oleh Ratu. Namun, Putri Salju tetap selamat dan membalas dendam kepada Ratu atas perbuatannya. Ia menyuruh Ratu untuk menari di atas sepatu besi yang telah dipanaskan hingga tewas di tempat. Toko Putri Salju versi Disney yang kita kenal sebagai pribadi baik hati dan lembut ternyata awalnya diceritakan sebagai pendendam yang tega menewaskan Ratu.

Dongeng Eropa sadis #3 Sleeping Beauty

Dalam versi gelap, dikisahkan bahwa sang Putri diperkosa oleh Raja saat tertidur dan membuatnya hamil. Kemudian ia pun melahirkan dalam keadaan tertidur pula. Ketika anaknya lahir, ia menyedot jari sang putri yang menyebabkan jarum kutukannya lepas dan putri pun terbangun. Jadi Putri Tidur terbangun bukan karena kecupan bibir sang Raja seperti yang kita tahu selama ini. Di balik romantisnya dongeng Sleeping Beauty, ada sebuah sisi gelap yang justru bertolak belakang dengan apa yang dikisahkan Disney. Pantas, kalau dongeng Eropa sadis ini kemudian diubah agar lebih ramah untuk diceritakan kepada anak-anak.

Dongeng Eropa sadis #4 Hansel dan Gretel

Dongeng ini dalam versi aslinya menceritakan dua orang anak bernama Hansel dan Gretel yang disiksa oleh orang tuanya. Ayahnya sering mencambuk dan ibunya menyayat kulit keduanya. Kemudian, dua anak tersebut kabur dari rumah dan menemukan tukang sihir yang juga seorang kanibal. Mereka pun dibunuh dan dimakan oleh penyihir itu. Jika versi gelap dongeng ini diceritakan dalam bentuk animasi dan film, genrenya jadi thriller.

Baca Juga:

Disney, Alasan Orang Terobsesi dengan Keluarga Kerajaan Inggris meski Punya Reputasi Berdarah

MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

Cukup menyeramkan bukan? Nggak kebayang bagaimana jika dongeng ini benar-benar diceritakan untuk anak-anak. Seperti yang kita tahu, dongeng lekat sekali dengan pesan moral yang disampaikan dalam cerita. Sedangkan untuk dongeng Grimm bersaudara kalau dipikir-pikir hampir tidak bisa diambil pesan moralnya.

Tentu masih banyak dongeng-dongeng Eropa Grimm yang mengandung unsur sadis yang serupa. Jika dilihat dari jalan ceritanya, kisah-kisah tersebut menggunakan konsep “kejahatan harus dibayar dengan nyawa”.  Kok bisa sih bikin dongeng yang isinya kayak gitu? Brüder Grimm psikopat ya? Jawabannya tentu tidak.

Kekejaman yang muncul dalam dongeng tersebut dilatarbelakangi oleh Brüder Grimm yang menciptakan karyanya saat Jerman berada pada masa pendudukan Prancis di bawah pimpinan Napoleon. Kumpulan dongeng Grimm menggambarkan kehidupan di Eropa pada awal 1800-an yang sering kali penuh kekejaman, seperti banyaknya eksekusi yang terjadi terhadap orang-orang yang dianggap telah melakukan kesalahan sehingga dalam beberapa dongeng ada perilaku sadis yang dilakukan oleh si tokoh.

Seiring berjalannya zaman, dongeng-dongeng itu pun diubah dari versi aslinya menjadi cerita yang sangat menarik dan dapat dikonsumsi oleh semua orang, terutama anak-anak. Seperti di film-film Disney, yang ditampilkan adalah cerita indah nan romantis dan sangat jauh dari kata kejam. Konsep “penghukuman” kepada tokoh jahat masih ada, tetapi dilakukan dengan cara wajar, tidak sampai membuat kita ngeri.

Dongeng-dongeng Eropa dari Grimm bersaudara ini merupakan jenis folklor (cerita rakyat) yang kalau di Indonesia setara dengan cerita Maling Kundang, Timun Mas, Sangkuriang, asal-usul Danau Toba, dan lainnya. Di Eropa, anak-anak tumbuh dengan dongeng Grimm bersaudara, seperti kita yang tumbuh dengan cerita rakyat yang ada di daerah. 

BACA JUGA ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2020 oleh

Tags: disneydongeng anak-anak
Aminatus Sholihah

Aminatus Sholihah

Manusia yang sedang embuh dengan hidupnya

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Serial Animasi Disney+ tentang Antardimensi

3 Rekomendasi Serial Animasi Disney+ tentang Antardimensi

22 Mei 2022
5 Fakta Unik Ms. Marvel, Superhero Muslim Pertama di Dunia Marvel

5 Fakta Unik Ms. Marvel, Superhero Muslim Pertama di Dunia Marvel

17 Maret 2022
'The Mandalorian' dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars terminal mojok.co

‘The Mandalorian’ dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars

29 Desember 2020
LOA mati listrik negara bekas jajahan inggris brexit kerajaan inggris london jerman mojok

Disney, Alasan Orang Terobsesi dengan Keluarga Kerajaan Inggris meski Punya Reputasi Berdarah

12 September 2022
Ko Moon Young di Drama 'It's Okay to Not Be Okay' Membantah Dongeng Disney yang Nggak Masuk Akal terminal mojok.co

Ko Moon Young di Drama ‘It’s Okay to Not Be Okay’ Membantah Dongeng Disney yang Nggak Masuk Akal

21 Februari 2021
Review Film 'Soul', Film Komedi Berat yang Begitu-begitu Saja terminal mojok.co

Review Film ‘Soul’, Film Komedi Berat yang Begitu-begitu Saja

9 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.