Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Unsoed Purwokerto, Kampus Negeri Tidak Ramah Pejalan Kaki

Nova Karimatun Nabilah oleh Nova Karimatun Nabilah
19 Juni 2025
A A
Unsoed Purwokerto, Kampus Negeri Tidak Ramah Pejalan Kaki

Unsoed Purwokerto, Kampus Negeri Tidak Ramah Pejalan Kaki

Share on FacebookShare on Twitter

Sulit untuk tidak menyebutkan Unsoed, kampus di Purwokerto ini jika kita bicara tentang kampus idaman. Ya, kampus ini memang jadi favorit banyak calon mahasiswa baru. Selain karena biaya pendidikan dan biaya hidup yang masih masuk akal, Purwokerto yang nyaman bikin banyak camaba memilih kampus ini sebagai tujuan.

Tapi tak berarti kampus ini tanpa masalah. Salah satu masalah yang bagi saya benar-benar perlu dibicarakan mendalam adalah perkara trotoar atau akses pejalan kaki. Banyak sekali keluhan terutama dari mahasiswa terkait dengan akses pejalan kaki di sekitar kampus. Padahal, area kampus adalah area yang padat dengan aktivitas dan mobilitas mahasiswa untuk perkuliahan, praktikum, dan pengembangan diri lain, baik menggunakan kendaraan maupun jalan kaki yang cukup tinggi.

Sebagai mahasiswa di Unsoed, saya kerap kali mengeluhkan padatanya kendaraan pada saat jam-jam berangkat ke kampus. Pada saat seperti itu, jalan kaki menjadi salah satu hal yang terpikirkan. Jelas, jalan ramai, mending jalan kaki kan?

Ternyata, rencana tersebut tidak seindah yang dibayangkan. Jalan kaki ke kampus malah menjadi suatu aktivitas yang cukup membahayakan.

Unsoed Purwokerto kekurangan trotoar

Jadi pejalan kaki di Unsoed Purwokerto itu nggak semenyenangkan yang ada di angan. Tersandung, dan hampir terserempet kendaraan adalah hal yang bakal Anda temui di sini. Lalu, trotoar yang dipadati kendaraan parkir dan pedagang menambah masalah jadi makin runyam.

Padahal menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2014, fungsi trotoar adalah jalur pejalan kaki, untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan. Udah jelas banget. Terus ngapa itu pada parkir di situ?

Tapi mending, itu masih ada trotoarnya. Masih bisa lah dilewati meski harus sedikit atraksi. Beda cerita dengan area kampus belakang, dari FIB hingga Fakultas Biologi Unsoed. Area tersebut bahkan nggak ada trotoarnya. Udah gitu, jalannya sempit. Klop. Lengkap.

Di area kampus depan seperti FISIP, mahasiswa pun mengeluhkan hal yang sama. Padahal kampus depan adalah wajah dari Unsoed, bahkan tidak memiliki akses trotoar. Ruas jalan yang rusak, tentu menyulitkan mahasiswa ataupun warga yang berjalan kaki.

Baca Juga:

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Sisi Gelap Purwokerto, Kota Seribu Curug yang Membuat Wisatawan Tidak Mau Kembali

Padahal, seharusnya area kampus adalah area dengan fasilitas trotoar yang memadai untuk pejalan kaki. Dengan hal tersebut, tentu dapat mengurangi penggunaan kendaraan, kepadatan ruang parkir, dan juga kepadatan jalanan karena semakin banyak mahasiswa yang sudah merasa aman sehingga memilih untuk berjalan kaki.

Berjarak sekian senti dari mati

Mahasiswa tentu saja tak tinggal diam. Mereka menyampaikan keluhan ini pada sesama kawan, menfess, dan kanal aduan yang disediakan BEM. Aduan tersebut sudah disampaikan kepada pihak rektorat, namun sampai saat ini belum ada hasil. Belum keliatan ada hasilnya juga.

Dinas Pekerja Umum (DPU) pun merespons hal ini. Sebetulnya, pembangunan trotoar sudah masuk ke perencanaan dan survey pembuatan trotoar pada tahun 2019 dan terhenti karena pandemi Covid-19. Akhirnya perencanaan tersebut kembali dilanjutkan, namun karena keterbatasan anggaran dan skala prioritas dari DPU hingga sampai saat ini belum terealisasi. DPU menyarankan pihak Unsoed dan alumni untuk membangun trotoar sendiri melalui kerja sama dengan CSR milik BUMN.

Pada akhirnya hanya saling melempar satu sama lain. Apalagi dengan adanya efisiensi anggaran, alokasi dana kampus menjadi lebih ketat sehingga trotoar bukan menjadi salah satu yang diprioritaskan.

Seperti yang sudah bisa ditebak, mahasiswa Unsoed Purwokerto harus menerima dengan lapang dada. Mereka yang berjalan kaki, hanya berjarak sekian senti dari mati.

Penulis: Nova Karimatun Nabilah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Keistimewaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang Tak Dimiliki Kampus Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2025 oleh

Tags: pejalan kakipurwokertotrotoarunsoed
Nova Karimatun Nabilah

Nova Karimatun Nabilah

ArtikelTerkait

Purwokerto Mulai Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang (Unsplash)

Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang

5 November 2023
Sudah Saatnya Jogja Bangun Lebih Banyak Jembatan Penyeberangan, Jalanan Jogja Makin Nggak Aman!

Pemerintah Jogja Harus Mulai Memikirkan Pengadaan Jembatan Penyeberangan Orang, biar Pejalan Kaki Tak Jadi Korban Kacaunya Lalu Lintas!

7 Desember 2024
Glempang, Daerah Paling Hedon di Purwokerto dan Menyilaukan bagi Mahasiswa Kota Satria

Glempang, Daerah Paling Hedon di Purwokerto dan Menyilaukan bagi Mahasiswa Kota Satria

6 Juli 2024
Warga Purbalingga Nggak Usah Jauh-jauh ke Purwokerto untuk Belanja ke Mall karena Ada ABC Swalayan yang Bisa Diandalkan

Warga Purbalingga Nggak Usah Jauh-jauh ke Purwokerto untuk Belanja ke Mall karena Ada ABC Swalayan yang Bisa Diandalkan

24 Februari 2024
Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

3 Pusat Kemacetan di Purwokerto yang Hanya Bisa Diatasi dengan Baling-baling Bambu

22 September 2023
Selama ada ABC Swalayan Warga Purbalingga akan Baik-baik Saja Nggak Punya Mall Mojok.co

Selama Ada ABC Swalayan, Warga Purbalingga akan Baik-baik Saja Nggak Punya Mall

9 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.