Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

Azzhafir Nayottama Abdillah oleh Azzhafir Nayottama Abdillah
23 Agustus 2026
A A
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah kami, mahasiswa Unsoed belakangan ini. Bagaimana tidak, pada 21 Agustus 2026, Komisi Pemberantas Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rektor Universitas Jenderal Soedirman dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru. 

Kasus ini melibatkan 14 tersangka yang 12 orang diantaranya adalah pihak Unsoed dan 2 lainnya dari pihak luar. Beberapa nama yang terseret adalah Akhmad Sodiq selaku Rektor Unsoed, Noorman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed. 

ADVERTISEMENT

Laporan dari KPK menyatakan bahwa tindakan korupsi ini telah mendapatkan uang sebesar Rp1,12 miliar dan berdasarkan OTT, KPK berhasil menyita uang tunai senilai Rp665 juta dan saldo dalam rekening senilai Rp99 juta.

Mahasiswa Unsoed kecewa bukan main dan malu berat

Melihat hal ini, tentu saja kami selaku mahasiswa sangat amat malu dan merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pimpinan universitas ini. Masalahnya, tidak hanya satu orang, tapi sampai tiga orang yang terlibat atau mungkin bisa lebih. 

Padahal, ada satu mata kuliah wajib di Unsoed yang mengajarkan Pendidikan Antikorupsi, yaitu mata kuliah Jati Diri Unsoed. Mungkin mereka tidak mengambil mata kuliah ini sehingga tidak terdidik, atau seharusnya mata kuliah ini wajib untuk semua warga Unsoed, termasuk rektor.

Tidak hanya itu, citra kami sebagai mahasiswa universitas yang bisa dibilang medioker ini juga dipertaruhkan. Sudah universitasnya tidak masuk 10 universitas terbaik di Indonesia, fasilitasnya biasa-biasa saja, eh rektornya sudah korupsi saja. 

Mungkin kalau rektornya tidak korupsi, gedung-gedung di seluruh fakultas Unsoed sudah canggih nan modern, atau bahkan seperti mall, yang jelas, ruang kelas tidak lagi menggunakan bangku peninggalan era Majapahit.

Citra kampus makin melorot

Itu baru berbicara mengenai fasilitas, belum lagi omongan orang kepada kami selaku mahasiswa Unsoed. Memangnya apa sih yang kalian ketahui soal Unsoed dan Purwokerto selain kota parkir dan bahasa ngapaknya itu? Tidak ada kan? Lha ini ketambahan univnya koruptor. Apa kami gak malu?

Baca Juga:

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Mahasiswa Baru Wajib Tahu, Fakultas Teknik Unsoed itu Bukan di Purwokerto, tapi di Purbalingga!

Saking malunya terhadap rektorat, kami selaku mahasiswa sampai mengadakan Aksi Demonstrasi yang diinisiasi oleh BEM Unsoed dengan tajuk Seruan Menolak Praktik Korupsi di Universitas Jenderal Soedirman yang digelar pada 21 Agustus 2026 malam. 

Aksi ini memantik kesadaran bersama bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, bagaimana mungkin nilai-nilai itu terus digaungkan di ruang kelas, sementara persoalan integritas dan dugaan korupsi justru muncul dari dalam birokrasi sendiri? miris.

ADVERTISEMENT

Selain itu, karier kami selaku fresh graduate juga terancam. Banyak perusahaan dan lapangan pekerjaan mulai melirik background pendidikan kami sebelum diterima dalam suatu pekerjaan. Sekarang apa jadinya jika seorang pelamar lulusan Unsoed yang mencoba melamar pekerjaan, tapi  ditolak karena kampusnya sedang bermasalah. Apakah pihak rektorat mau tanggung jawab? Apakah mereka mau tahu dengan keluh kesah lulusan Unsoed? Sepertinya tidak, mereka masih terlalu sibuk dengan tindakan kotor mereka itu.

Wahai petinggi kampus, stop nodai dunia akademik dengan tindakan korupsi

Dalam mata kuliah Jati Diri Unsoed kami diajarkan, faktor penyebab korupsi juga dapat dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. 

Faktor internal merupakan penyebab korupsi yang datang dari diri pribadi. Faktor ini terdiri dari aspek moral, seperti minimnya kejujuran, hilangnya rasa malu, dan perilaku hidup konsumtif. 

Sementara itu faktor eksternal disebabkan dari luar. Faktor eksterneal seperti kesempatan korupsi, kepentingan politis, ketiadaan akuntabilitas dan transparansi keuangan, lemahnya aspek hukum, dan lain sebagainya.

Seharusnya pemahaman dasar seperti ini juga diajarkan kepada petinggi kampus sehingga mereka belajar seperti apa makna integritas yang sesungguhnya, bukan sekedar membaca materi kemudian dilupakan begitu saja. 

Apabila mereka sudah membaca dan memahami aturannya tetapi masih saja bertindak korup, maka tingkat kejujuran mereka minim. Rasa malunya sudah hilang, integritasnya buruk, dan yang lainnya yang jelas tidak menggambarkan dunia pendidikan sama sekali. Maka betul apa yang dikatakan dosen saya mengajarkan tentang integritas dan tindakan korupsi, orang pintar belum tentu berintegritas, tetapi orang berintegritas, sudah pasti orang pintar.

Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Unsoed Purwokerto.

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2026 oleh

Tags: jenderal soedirmanUniversitas Jenderal Soedirmanunsoed
Azzhafir Nayottama Abdillah

Azzhafir Nayottama Abdillah

Mahasiswa Ilmu Politik yang memiliki pengalaman menulis selama 5 tahun. Memiliki minat riset dan pendidikan.

ArtikelTerkait

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026
Meromantisasi Purwokerto Adalah Upaya Meremehkan Sejarah (Unsplash)

Meromantisasi Purwokerto Adalah Upaya Meremehkan Sejarah

3 Mei 2023
5 Tempat Main Gratis di Area Kampus Unsoed Purwokerto yang Jarang Disadari Mahasiswa

5 Tempat Main Gratis di Area Kampus Unsoed Purwokerto yang Jarang Disadari Mahasiswa

17 April 2025
Inilah Serba-serbi Cerita Kuliah di Unsoed Purwokerto: Jadi Cucu Jenderal dan Nggak Boleh Foto Depan Patung Kuda, dan Bisa Healing ke Baturraden

Inilah Serba-serbi Cerita Kuliah di Unsoed: Jadi Cucu Jenderal dan Nggak Boleh Foto Depan Patung Kuda

12 Oktober 2023
Purwokerto Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis (Unsplash)

Purwokerto Hari Ini Menjadi Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis yang Bertebaran Nggak Keruan

27 Juni 2024
4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

6 Juli 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.