Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UNNES Sudah Naik Kelas, Nggak Hanya Penghasil Guru, tapi Juga Kampus Masa Depan Bukan Cuma Kampus Kenangan

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
5 Juli 2025
A A
UNNES Naik Kelas, Kini Jadi Masa Depan Bukan Cuma Kenangan (unnes.ac.id)

UNNES Naik Kelas, Kini Jadi Masa Depan Bukan Cuma Kenangan (unnes.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, kata “guru” lekat dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Wajar, karena kampus ini memang berstatus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Tapi itu cerita masa lalu. Sekarang, UNNES sudah naik kelas menjadi universitas negeri badan hukum (PTN-BH) dan transformasinya bukan main-main.

Dengan bertambahnya fakultas dan program studi, dari Hukum, Ekonomi, sampai Kedokteran, UNNES membuktikan diri bukan lagi kampus satu jalur profesi. Lulusannya kini menyasar banyak sektor. Mulai dari dunia startup, birokrasi, hingga industri kreatif. 

Bahkan, di 2025 ini, UNNES resmi membuka Prodi Kedokteran Hewan pertama di Jawa Tengah. Artinya? Kampus konservasi ini makin serius mencetak SDM unggul lintas bidang, bukan hanya tenaga pendidik.

Maka kalau ada yang masih menyangka alumni UNNES cuma bisa jadi guru, mungkin dia belum update. Dunia harus tahu kalau kampus ini sudah berkembang, berevolusi, dan terus membuka jalan agar lulusannya bisa menjelma jadi apa saja. Guru? Iya. Tapi, juga dokter, advokat, hakim, psikolog, politisi, wirausaha, sampai ahli teknologi.

Dari kampus konservasi jadi katalis inovasi

Selain kampus konservasi yang peduli lingkungan, UNNES juga menjadi kawah candradimuka inovasi. Dari jurusan Informatika sampai Teknik Elektro, geliat mahasiswa dan dosennya dalam riset dan pengembangan teknologi mulai dilirik berbagai pihak. 

Bahkan, kolaborasi riset lintas fakultas kini rutin terjadi. Ini membuktikan bahwa konservasi bukan soal diam dan menjaga, tapi juga soal mencipta dan bergerak ke depan. Dalam konteks ini, konservasi jadi semangat, bukan sekadar label.

Di sisi lain, sektor hukum dan ekonomi di UNNES juga tumbuh pesat. Fakultas Hukum mencetak lulusan yang tidak hanya paham peraturan, tapi juga punya kepekaan sosial. Mereka hadir dalam ruang-ruang pengabdian, advokasi, bahkan kontestasi politik. 

Begitu pula dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tak lagi sekadar bicara akuntansi. Mereka mulai membentuk calon pengusaha muda lewat inkubator bisnis dan komunitas wirausaha mahasiswa. UNNES menanamkan pemahaman bahwa pembangunan bangsa tak melulu dimulai dari ruang kelas, tapi juga dari ruang ide dan inisiatif.

Baca Juga:

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

Fakta terbaru yang menegaskan perkembangan ini adalah hadirnya Program Studi Kedokteran Hewan pada 2025. Ini bukan hanya soal menambah program, tapi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan sektor pangan. 

Di tengah meningkatnya populasi hewan ternak dan peliharaan, serta minimnya institusi serupa di Jawa Tengah, kehadiran prodi ini adalah bukti bahwa UNNES tahu arah zaman.

Lulusan UNNES itu multitalenta, bukan cuma pengampu mata pelajaran

Hari-hari ini, alumni UNNES bukan cuma mengajar di kelas dan menulis RPP. Banyak dari mereka yang malah jadi peneliti, content creator, pegiat sosial, bahkan CEO startup rintisan. 

Beberapa tampil sebagai pembicara nasional, ikut program inkubasi bisnis, hingga lolos seleksi beasiswa internasional. Fenomena ini jelas membantah stereotip lama bahwa lulusan UNNES itu monoton dan satu arah.

UNNES paham bahwa dunia kerja masa kini menuntut lebih dari sekadar ijazah dan kemampuan mengajar. Karena itu, pendekatan pembelajarannya makin adaptif: berbasis proyek, kolaboratif, dan lintas disiplin. 

Mahasiswa Ilmu Politik bisa bikin konten edukatif, anak Matematika oke saja magang di perusahaan fintech, dan mahasiswa PGSD berhak ikut riset pendidikan dengan mitra global. Kampus memberi ruang, bukan pagar.

Transformasi ini juga ditopang oleh perluasan jaringan dan kemitraan. UNNES aktif menggandeng lembaga pemerintah, LSM, dunia usaha, hingga kampus internasional. 

Hasilnya? Mahasiswa dapat pengalaman praktis, dan alumni punya peluang kerja yang lebih luas. Dari ruang kelas ke ruang rapat, dari laboratorium ke layar YouTube, lulusan kampus ini siap melangkah di mana saja mereka dibutuhkan.

UNNES hari ini: kampus masa depan, bukan cuma kenangan

Transformasi UNNES bukan sekadar ganti nama atau tambah gedung. Mereka serius menyiapkan generasi muda menghadapi dunia yang makin kompleks. Kampus ini tidak tinggal diam melihat perubahan zaman, tapi justru menyambutnya dengan gagah. 

Mereka memperbarui kurikulum, menyiapkan dosen yang adaptif, dan menciptakan atmosfer belajar yang relevan.

Dengan status sebagai PTN-BH, UNNES kini punya keleluasaan lebih besar untuk mengelola potensi akademik dan inovasi. Ini jadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berpihak pada kemajuan. 

Bukan sekadar mengejar ranking, tapi benar-benar ingin mencetak lulusan yang siap hidup dan berpikir kritis di luar kampus. Lulusan yang bukan cuma bisa kerja, tapi juga bisa berkarya dan memimpin.

Maka, sudah saatnya pandangan lama tentang UNNES disingkirkan. Kampus ini (semoga) bukan lagi menara gading bagi para calon guru semata, melainkan laboratorium ide dan pergerakan sosial. 

Tentu saja, bagi siapa saja yang memang terpanggil jadi guru, UNNES tetap tempat yang tepat. Melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), kampus ini terus memfasilitasi pendidikan calon pendidik dengan kualitas terbaik. 

Menjadi guru tetaplah profesi mulia, dan UNNES (semoga) tidak pernah melupakan akarnya sebagai lembaga pencetak guru sejak era IKIP. Justru dari sejarah itulah, mereka belajar berkembang, melebarkan sayap tanpa pernah melupakan pijakan.

Penulis: Raihan Muhammad

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Fasilitas UNNES Semakin Lengkap Setelah Saya Jadi Alumni, Jadi Menyesal Lulus Cepat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2025 oleh

Tags: FIPP UNNESSemaranguniversitas negeri semarangUNNES
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Tanjakan Trangkil, Tanjakan Paling Menyeramkan Se-Semarang apalagi kalau Dilewati Malam Hari Mojok.co

Tanjakan Trangkil, Tanjakan Paling Menyeramkan Se-Semarang, apalagi kalau Dilewati Malam Hari

19 Juli 2024
Semarang Mungkin Kota yang Menyebalkan, tapi Meninggalkannya Tidak Pernah Mudah Mojok.co sambiroto

Semarang Mungkin Kota yang Menyebalkan, tapi Meninggalkannya Tidak Pernah Mudah 

24 November 2023
Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES dan UNDIP (Unsplash)

Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES ke UNDIP. Sudah Rawan Ambles, Angker Lagi tapi Anehnya Nggak Bikin Kapok

1 Maret 2024
3 Pekerjaan Paling Menjanjikan di Semarang di Tahun-tahun Mendatang Mojok.co

3 Pekerjaan di Semarang yang Punya Prospek Cerah

10 Agustus 2025
Plat K, Plat Nomor dengan Pengendara Paling Menyebalkan (Unsplash)

Pengendara Plat K Memang Jago Membahayakan Pengendara Lain Lantaran Hobi Banget Mendahului dari Sisi Kiri Jalan

30 April 2024
Lumpia Semarang Bukti Tuhan Maha Mendengar (Pixabay)

Sepotong Lumpia Semarang yang Membuat Saya Tambah Yakin Tuhan Itu Maha Mendengar

25 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.